My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 69 Berkat Seorang Sahabat


__ADS_3

*****


Seminggu kemudian, Melodi sudah pulih dan sudah bisa beraktifitas seperti biasanya.Dan pagi ini pun Melodi sudah bisa kembali bekerja di butik nya.


" Ayo Erwin, aku sudah terlambat, Arini pasti sudah menungguku. " Perintah Melodi yang ingin segera ke butiknya.


" Baik bu. "


Erwin pun melajukan mobil nya, dan di dalam perjalanan menuju butiknya, Melodi pun menanyakan keadaan Eros kepada Erwin.


" Gimana Eros? "


" Pak Eros terlihat sudah membaik, dan hari ini beliau sudah boleh pulang. "


" Oh begitu, terimakasih ya Erwin, karena kamu tidak memberitahukan kepada Reihan, kalau selama ini kamu merawat Eros. "


" Iya bu, sama-sama. Tapi bu, maaf kalau saya lancang, sebenarnya ada hubungan apa pak Eros dengan ibu Melodi? "


" Eros itu kakak tiri ku. "


Lalu Erwin pun hanya mengangguk, kemudian ia kembali fokus mengendarai mobil nya. Dan setelah sampai di butik nya, Melodi di kejutkan dengan kehadiran Eros yang sudah sedari tadi menunggu Melodi.


" Eros? Kenapa kamu ada di sini? Bukannya hari ini kamu baru keluar dari rumah sakit? " Tanya Melodi yang terlihat bingung melihat kehadiran Eros.


" Aku tadi udah suruh Eros buat pulang, tapi dia kekeh mau nunggu kamu dulu Mel. " Sahut Arini yang juga sebenarnya tidak begitu senang dengan kehadiran Eros.


" Aku cuma mau pastiin keadaan kamu, aku tanya sama supir kamu tadi, dan dia bilang hari ini kamu ke butik, jadi aku dari rumah sakit langsung kesini. "


" Aku sudah baik-baik saja, dan sekarang kamu sudah bisa pulang. " Ujar Melodi kemudian berjalan menuju ruangannya dan melewati Eros begitu saja.

__ADS_1


Saat Eros beranjak dari duduk nya dan ingin menghampiri Melodi, Arini dengan cepat menarik lengan tangan Eros dan menghentikan Eros.


" Jangan terlalu membebani Melodi, biarkan dia melakukan sesuatu yang ingin dia lakukan, sudah cukup kamu membuat banyak luka di hati Melodi, dan mulai sekarang, cobalah untuk melepaskan dan merelakan Melodi. Dia bukan lagi milikmu Eros, Melodi adalah istri seseorang saat ini. " Tegur Arini yang tidak ingin jika Eros melukai perasaan Melodi lagi.


" Aku hanya ingin meminta maaf kepada nya Ar, biarkan aku menemuinya, aku juga sangat merindukan nya, perasaanku bercampur aduk, di tambah lagi, saat aku mengetahui Melodi keguguran dan mendengar suaranya yang begitu lemah, aku benar-benar mengantarkannya dan aku juga ingin menghibur Melodi. "


" Tidak Eros, jangan...Melodi sudah membaik saat ini, dan aku mohon, demi Melodi...tolong kamu dengarkan kata-kata ku sekali ini saja. "


Kemudian Eros pun mengurungkan niatnya dan ia pun kembali pulang ke rumah nya. Melodi sebenarnya masih ada di belakang pintu ruangannya dan mendengar semua perkataan Arini kepada Eros.


Melodi sangat berterimakasih kepada Arini, karena Arini selalu bisa memahami dan juga selalu bisa mengerti dirinya melebihi siapapun. Dan setelah eros benar-benar meninggalkan butiknya, Melodi dengan segera keluar dari ruangannya dan menghampiri Arini.


" Ar, makasih ya, berkat kamu aku bisa menghindari Eros. "


" Iya Mel, aku tau kok gimana perasaan kamu sama Eros saat ini, sekarang kamu fokus aja ya sama diri kamu. "


" Iya Mel, dari sekian banyak orang, aku benar-benar berterimakasih sama kamu Ar, karena cuma kamu yang bisa memahami perasaanku saat ini. "


Dan saat waktu makan siang sudah tiba, Melodi dan juga Arini pun bersama-sama mencari sebuah restoran untuk makan siang mereka. Dan disaat mereka sedang menikmati makan siangnya, handphone Melodi pun berdering. Melodi segera mengangkat telfon tersebut yang ternyata dari Reihan.


[ Via telfon ]


" Iya halo Rei, ada apa? "


" Aku cuma mau ngingetin, jangan lupa makan ya, jangan sampai sakit dan membuatku khawatir. Dan satu lagi yang paling penting. "


" Apa? "


" Makan lah yang banyak, karena kalau kamu sampai sakit, itu sangat merepotkan. "

__ADS_1


" Yasudah jangan merawat ku jika itu merepotkan untuk mu. "


" ya makanya kamu jangan sampai sakit. "


" Sudah, aku tutup telfonnya, aku sedang makan, dan karena kamu, nafsu makan ku jadi hilang. "


Lalu melodi pun menutup telfonnya dengan raut wajah yang sudah kesal, Arini yang dari tadi mendengar dan memperhatikan pembicaraan Melodi dengan Reihan lewat telfon itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Kalian itu kenapa sih? Bentar-bentar akur, bentar-bentar berantem, udah kayak anak ABG yang baru aja pacaran deh. " Ledek Arini yang juga merasa heran dengan Melodi dan juga Reihan.


" Aku juga bingung, Reihan itu sulit di tebak, kebiasaan lama nya kembali lagi, kadang dia begitu manis, tapi terkadang dia bersikap aneh dan membuatku bingung Ar. " Jelas Melodi yang juga heran dengan sikap Reihan yang terkadang berubah-ubah kepada nya.


" Kalau menurut penglihatan ku, Reihan itu tipe laki-laki yang sulit mengekspresikan diri nya, dia cuma nggak tau cara nya mengungkapkan kasih sayang dan perhatiannya sama kamu Mel, dan kamu juga terkadang tidak peka, dan Reihan juga gengsinya cukup besar menurutku. Oh ya, dan mungkin juga karena gengsi kalian yang sama. " Ujar Arini yang semakin membuat Melodi menekuk wajah nya.


" Aku jadi tidak berselera makan gara-gara kita membahas Reihan. " Ujar Melodi sambil meletakkan sendok dan garpu yang sedang ia pegang.


" Kalian itu sebenarnya saling perhatian, tapi gengsi, iya kan? Udah lah Mel, semenjak kejadian itu, aku merasa gengsi kalian semakin tinggi. Dulu kalian bisa terlihat sangat manis di saat kamu sedang hamil. " Arini pun yang tidak sadar dengan ucapannya itu, tanpa sadar mengungkit kehamilan Melodi, dimana Melodi saat ini sudah susah payah mencoba untuk melupakan tragedi itu.


Melodi hanya terdiam, Melodi juga terlihat melamun, ia kembali mengingat masa-masa dimana diri nya yang begitu manja kepada Reihan di saat ia masih hamil muda.


Arini yang tersadar dengan ucapan yang barusan saja ia lontarkan itu pun dengan segera melihat ke arah Melodi.


" Mel..." Panggil Arini sambil menyentuh tangan Melodi, dan kemudian Melodi pun tersadar dan terbangun dari lamunannya.


" Ah, iya Ar, ada apa? " Tanya melodi yang terkejut karena lamunannya tiba-tiba saja di buyarkan oleh suara Arini.


" Are you ok? " Tanya Arini memastikan kalau Melodi baik-baik saja.


Melodi hanya mengangguk sabil tersenyum getir ke arah Arini, sementara Arini masih merasa bersalah karena telah mengungkit kehamilan Melodi.

__ADS_1


" Sorry ya Mel, aku benar-benar nggak bermaksud.." Arini pun meminta maaf karena ia merasa tidak enak hati pada Melodi.


"It's ok Ar, aku nggak apa-apa kok, aku tau, kamu itu sahabat terbaikku, dan aku juga tau kamu nggak sengaja kan membahas kejadian itu. " Kemudian Melodi pun tersenyum ke arah Arini.


__ADS_2