My Marriage Destiny

My Marriage Destiny
Bab 38 Penjelasan


__ADS_3

*****


Setelah tiga puluh menit...


" Rei... " Panggil Melodi sambil memeluk tubuh bidang Reihan.


" Hmmm... "


" Apa yang sudah kita lakukan? " Melodi bertanya dengan wajah yang terlihat sangat polos.


Kemudian Reihan mencoba melihat wajah Melodi dan memberikan senyuman tipis kepada Melodi.


" Apa kamu tidak menyukainya? "


Pipi Melodi mulai memerah, ia mulai menenggelamkan wajahnya di dalam pelukan Reihan.


" Rei... " Melodi kembali memanggil nama Reihan.


" Iya Melodi..."


" Apa kamu mencintaiku? " Pertanyaan Melodi itu membuat Reihan terkejut, Reihan masih belum bisa menjawab apa yang di tanyakan oleh Melodi tersebut.


Reihan memang merasa nyaman dengan Melodi, namun ia belum bisa memastikan perasaannya kepada Melodi. Kemudian Reihan memposisikan tubuh Melodi agar bisa berhadap-hadapan dengan nya.


" Mel...apakah perlu jawaban untuk pertanyaan kamu? Apakah yang sudah terjadi di antara kita ini belum cukup untuk menjadi jawaban dari pertanyaan mu? "


Melodi menatap wajah Reihan kemudian ia menggenggam tangan Reihan.


" Sejujurnya...aku belum sepenuhnya yakin dengan perasaan ku Rei, tetapi semalam saat kita melakukannya, aku mulai berpikir...ada baiknya jika aku bisa menjadi istri seutuhnya untuk kamu. Dan aku tidak ingin pernikahan kita berakhir, aku ingin mencoba untuk lebih mengenal mu Rei...mungkin butuh waktu dan penyesuaian, tetapi aku sudah memastikan bahwa saat ini aku akan memberikan segalanya hanya kepada suamiku, yaitu kamu Reihan. " Ujar Melodi masih menatap Reihan dengan sangat dalam.


Kemudian Reihan kembali memeluk Melodi dan mencium kening Melodi dengan lembut. Saat ini Melodi dan Reihan sangat sulit untuk menjelaskan perasaan apa yang sedang mereka rasakan untuk saat ini.


Melodi tidak mengerti dengan perasaannya saat ini, ia masih tenggelam dalam kesedihannya. Namun ia juga tidak ingin membiarkan kesedihan itu berlarut menimpa dirinya. Ia merasa, apa yang ia lakukan dengan Reihan hanya bentuk dari pelampiasan amarah dan kesedihan yang sedang ia alami saat ini.


Begitu pula dengan Reihan, Reihan memang merasa nyaman dengan Melodi. Namun ia juga masih merasa belum sepenuhnya memberikan hati nya untuk Melodi.


" Mel...boleh aku bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi di antara kamu dengan Eros? Dan aku juga ingin kamu menceritakan apa yang sebenarnya terjadi sehingga kamu ingin melakukan hal yang sangat bodoh semalam? Tolong kamu jawab ya pertanyaan ku ini. "

__ADS_1


Reihan yang begitu ingin tahu tentang kebenaran apa yang sebenarnya Melodi sembunyikan selama ini pun akhirnya memberanikan dirinya untuk bertanya dan meminta Melodi untuk menjawab pertanyaan nya itu.


" Sebenarnya aku lelah dengan semua yang terjadi di dalam hidupku. Selama ini aku tidak pernah bertemu dengan laki-laki yang benar-benar bisa menerima dan mencintaiku seperti yang Eros lakukan kepada ku. Eros adalah laki-laki pertama yang memperlakukan diriku dengan sangat istimewa sehingga aku jatuh cinta kepada nya. Saat itu, aku dan Eros berniat untuk melanjutkan hubungan kita ke jenjang yang lebih serius, tapi takdir tidak pernah berpihak kepada ku. Semua kebahagiaan itu tiba-tiba hilang setelah aku dan Eros mengetahui tentang hubungan kedua orang tua kita. Dan akhirnya Eros memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan ku dan ia memilih untuk mengorbankan kebahagiannya demi mama nya. Awalnya aku ingin memperjuangkan segalanya, namun Eros bersikeras untuk tetap mengakhiri hubungannya dengan ku. Hingga tiba saat dimana oma membicarakan soal perjodohan dan aku menerima perjodohan itu. " Melodi tiba-tiba berhenti berbicara, air mata nya mulai berlinang.


Kemudian Melodi menarik nafas panjang dan kembali melanjutkan ceritanya.


" Dan saat aku sudah ingin melupakannya dan menerima perjodohan dari oma, saat itu juga Eros mulai berubah, aku sudah tidak mengenal nya lagi saat itu. Dia adalah laki-laki yang hangat dan berhati lembut, namun semua seperti sudah lenyap dari diri Eros. Kini Eros menjadi sangat arogan dan juga keras kepala. Aku sungguh-sungguh sudah tidak bisa mengenalinya lagi. Ia bahkan menginginkan perceraian ku dan kamu Rei, dan yang lebih membuat hati ku sakit adalah...papa dan mama baru saja pergi meninggalkan aku dan Eros, namun dengan sikap nya sekarang, Eros memintaku untuk kembali kepadanya. Dan aku benar-benar tidak bisa menerima itu semua. Aku tidak ingin pernikahan ini hancur, aku tidak ingin menghancurkan hidup ku jauh lebih dalam lagi, penderitaan yang aku rasakan ini sudah lebih dari cukup. Dan yang semakin membuat ku hancur adalah...saat kamu mempertanyakan perceraian...Reihan. Saat itu aku sudah tidak bisa berpikir jernih. "


Air mata Melodi kembali menetes, kenangan pahit itu kembali datang dalam ingatannya. Ia benar-benar merasa terpuruk dan Melodi tidak tau harus berbuat apa saat itu.


" Maaf Mel...andai kamu bisa lebih terbuka kepadaku lebih awal, mungkin aku tidak akan salah paham terhadapmu Mel. " Reihan pun menghapus air mata yang jatuh di pipi Melodi.


" Kamu nggak perlu minta maaf Rei, ini semua bukan salah kamu, aku cuma belum siap untuk menceritakan segalanya saat itu. Semua benar-benar menyakitkan untukku. "


Dan tiba-tiba saja...


Drttttt...drtttt...drtttt...


Handphone Reihan bergetar, Reihan melihat layar handphonenya dan langsung mengangkat telfon nya. Reihan tidak tau siapa yang menelfon dirinya, karena nomor tersebut tidak ada di kontak Reihan.


" Halo..."


" Rei...bisa kita ketemu sebentar? "


" Yura?? "


" Iya...ini aku, maaf ya aku ganti nomor dan tidak memberitahu mu Rei. "


" Iya...ada apa Ra? "


" Ada yang ingin aku sampaikan Rei "


" Sekarang? "


" Iya, aku tunggu di restoran Warm and cozy ya... "


" Oke..."

__ADS_1


Reihan pun menutup telfonnya, Melodi yang sempat mendengar nama Yura itu pun sempat merasa sedikit cemburu. Namun Melodi saat ini merasa ia tidak berhak untuk melarang-larang Reihan. Melodi juga belum sepenuhnya bisa membuka hatinya untuk Reihan.


" Mel...aku keluar sebentar ya...maaf...aku harus menemui Yura, ada yang ingin Yura sampaikan. " Reihan pun memberitahukan kepada Melodi bahwa dirinya ingin menemui Yura.


Melodi hanya mengangguk kecil kemudian ia kembali berbaring di atas tempat tidur nya sambil menutupi tubuh nya dengan selimut.


Setelah Reihan membersihkan diri nya, Reihan pun langsung bergegas menemui Yura dan meninggalkan Melodi sendirian di apartemen nya.


*****


Restoran warm and cozy...


Reihan sudah sampai di restoran itu dan langsung menghampiri Yura yang sudah menunggunya di salah satu bangku pelanggan.


" Apa yang mau kamu sampaikan Ra? " Tanya Reihan sambil duduk di bangku yang berhadapan dengan Yura.


" Rei...soal kemarin yang aku tanyakan sama kamu, aku serius Rei..."


" Soal apa? "


" Soal perceraian kamu dengan Melodi. "


Reihan pun terdiam, ia tidak tau bagaimana ia harus menjelaskan nya kepada Yura. Saat ini Reihan sedang dalam dilema, ia tidak ingin menyakiti perasaan Yura dan juga perasaan Melodi.


" Kenapa harus membahas soal perceraian? Aku belum bisa memberitahumu Yura...dan maaf, ini adalah pernikahan ku, aku minta tolong sama kamu...tolong kamu hargai setiap keputusan yang akan aku ambil nantinya. "


" Apa kamu sudah tidak mencintaiku Reihan? "


" Entahlah...perasaan itu sudah sangat asing bagiku Ra...setelah kepergian kamu, aku bahkan lupa bagaimana caranya mencintai, dan aku juga lupa bagaimana rasanya di cintai. "


" Maafkan aku Rei, kamu tau kan? Aku sangat ingin menjadi seorang fashion designer, dan itu adalah mimpiku Rei, aku harus mengejar mimpiku itu. "


" Aku tau Ra, tapi kamu seharusnya memberikan penjelasan saat kamu ingin pergi dan menggapai mimpimu itu. Saat itu kamu pergi tanpa sepatah kata, dan kamu meninggalkanku begitu saja tanpa penjelasan apapun. "


Yura pun hanya tertunduk dan ia merasa sangat menyesal karena sudah pergi meninggalkan Reihan tanpa sepatah katapun saat itu.


__ADS_1


__ADS_2