
*****
Kemudian setelah Reihan selesai berbicara dengan Yura, Reihan pun segera kembali melanjutkan pekerjaannya. Reihan dengan segera menyelesaikan beberapa pekerjaannya itu, agar ia bisa pulang lebih awal dan bisa melihat kondisi Melodi.
Dan setelah hampir seharian penuh Reihan menghabiskan waktunya di hotel, Reihan pun akhirnya bisa menyelesaikan beberapa pekerjaannya, dan ia pun bergegas untuk pulang.
Sesampainya di rumah, Reihan melihat Melodi dengan yang lainnya sedang asyik menonton televisi, Reihan yang melihat Melodi sudah bisa tersenyum itupun merasa cukup lega.
Kemudian Reihan pun langsung naik ke kamar nya, ia membasuh tubuh nya lalu menyusul Melodi ke ruang televisi.
" Wah, kalian lagi nonton apa? Kelihatannya asik banget. " Celetuk Reihan dari kejauhan sehingga semua yang sedang berada di ruang televisi menoleh ke arah nya,
Melodi hanya menoleh sekilas kemudian ia memalingkan wajahnya kembali, entah kenapa Melodi seperti belum bisa memaafkan Reihan karena Reihan telah melukai perasaannya. Pada saat itu, yang Melodi butuhkan hanya lah Reihan, tetapi Reihan malah memberikan kalimat-kalimat yang menyakiti hatinya.
" Anak mama udah pulang, kamu udah makan belum sayang? " Tanya Ayumi yang beranjak dari duduknya dan kemudian menghampiri Reihan.
Reihan hanya menggelengkan kepalanya sambil memberikan raut wajah yang manja kepada Ayumi, kemudian Ayumi membelai lembut pipi Reihan sambil tersenyum hangat.
" Yaudah, mama siapin ya.." Ujar Ayumi kemudian Ayumi segera menyiapkan makan malam untuk Reihan.
Reihan pun kembali melanjutkan langkahnya, ia berjalan menghampiri Melodi kemudian duduk di samping Melodi. Melodi tidak memberikan respon apapun, ia masih mencoba untuk tetap fokus dengan acara televisi yang sedang di tonton nya.
Reihan pun terus menatap wajah Melodi, sehingga Melodi merasa tidak nyaman dan juga risih karena tatapan dari Reihan, kemudian oma Nina dan juga eyang Sari yang melihat tingkah cucu-cucu nya itu pun hanya bisa tersenyum sambil sesekali melontarkan kalimat-kalimat ledekan kepada Reihan.
" Rei, televisinya ada di depan bukan di wajah Melodi." Celetuk eyang Sari di iringi dengan tawa kecil oma Nina.
__ADS_1
" Iya Rei, memang di wajah Melodi ada tayangan apa? " Sahut oma Nina yang tidak mau kalah dengan eyang Sari.
Reihan terlihat malu karena di goda oleh dua wanita tua yang saat ini sedang memperhatikannya. Reihan pun akhirnya beranjak dari duduk nya dan pergi menghampiri Ayumi yang kini sudah selesai menyiapkan makan malam untuknya itu.
Dan ketika Reihan sudah pergi meninggalkan mereka, oma Nina dan juga eyang Sari pun langsung mengubah posisi duduk nya, dan duduk di samping Melodi.
" Kamu lagi ngambek ya Mel sama Reihan? " tanya oma Nina yang terlihat begitu penasaran.
Melodi yang saat ini berada di antara oma Nina dan juga eyang Sari itu pun tidak tau harus berkata apa kepada oma dan eyang nya itu.
" Kenapa kamu tidak menjawab Mel? Ayolah beri tau eyang, eyang sama oma siap kok buat dengerin cerita kamu. Eyang jadi inget waktu dulu eyang masih muda di dalam pernikahan dengan eyang kakung nya Reihan, eyang juga sering ngambek dan cari-cari perhatian agar eyang kakung kamu lebih memperhatikan eyang. " Jelas eyang Sari yang semakin ingin membuat Melodi agar mau bercerita kepadanya.
" Aku sama Reihan baik-baik aja eyang, oma, kalian nggak perlu khawatir ya. " Jelas Melodi mencoba menutupi permasalahannya dengan Reihan.
" Ya ampun, lucu banget sih mereka, aku jadi nggak tega kalau harus terus berbohong. Tapi aku juga nggak mau mereka tau permasalahan ku dengan Reihan, sehingga nantinya mereka akan sedih saat mendengarnya. Ah, biarkan saja mereka seperti ini, aku senang melihat eyang dan oma bertingkah lucu seperti ini. " Batin Melodi.
" Hei...Mel...kenapa kamu malah melamun? " Tegur oma Nina yang menyadari bahwa Melodi sedang terdiam dan melamun.
" Hahaha...aku nggak melamun kok oma, aku cuma lagi ngebayangin juga, gimana oma dan eyang semasa muda dulu. " Ujar Melodi sambil tersenyum ke arah oma Nina dan juga eyang Sari.
Kemudian saat Melodi sedang asyik berbincang-bincang dan juga mendengarkan cerita masa muda nya oma Nina dan juga eyang Sari, tiba-tiba saja, Reihan yang sudah menyelesaikan makan malam nya itu pun menghampiri Melodi.
"maaf oma, eyang, aku ganggu dulu waktu kalian, aku mau pinjam Melodi dulu ya oma, eyang. " Ujar Reihan kemudian tanpa basa-basi lagi, Reihan langsung menggendong tubuh Melodi.
Melodi pun hanya bisa diam dan membiarkan Reihan menggendongnya, karena Melodi tidak ingin jika oma dan juga eyang nya melihat mereka yang saat ini sedang tidak sepaham itu.
__ADS_1
Oma Nina dan juga eyang Sari pun hanya tertawa sambil melihat ke arah Reihan dan juga Melodi. Dan Melodi yang tidak ingin menatap wajah reihan itupun hanya bisa menenggelamkan wajahnya di dada Reihan.
Dan setelah mereka sampai di kamar nya, Reihan dengan lembut dan perlahan membaringkan tubuh Melodi di atas tempat tidurnya. saat sudah berbaring, Melodi pun langsung memejamkan kedua mata nya, ia sengaja ingin cepat-cepat tidur, dan Melodi juga sengaja menghindari tatapan mata Reihan.
" Aku tau kamu belum tidur, jangan berpura-pura, jangan seperti anak kecil, aku sudah berusaha mencoba untuk memaklumi mu. " Ujar reihan, tetapi Melodi tetap memejamkan kedua mata nya.
Lalu Reihan pun mendekatkan wajah nya dan cup...Reihan mendaratkan bibirnya pada bibir Melodi. Melodi yang terkejut itu pun langsung membuka mata nya. Ia tidak bisa berkata-kata lagi, ia hanya menatap Reihan dengan tajam.
" Ada apa? Apa kamu ingin marah kepada ku? Aku suami mu, dan aku tidak perlu untuk meminta izin kepada mu untuk melakukan apapun kepada mu. " Ujar Reihan kemudian, ia kembali mencium bibir merah Melodi.
Lalu dengan cepat Melodi memalingkan wajahnya, sehingga Reihan mendaratkan bibirnya tepat di pipi Melodi. Dan ketika Reihan melihat Melodi yang jual mahal seperti itu, Reihan pun menjadi semakin ingin menggoda Melodi.
" Oh, jadi kamu ingin aku mencium bagian lain dari tubuh mu? Baiklah, akan aku lakukan dengan senang hati. " Ujar Reihan seraya mengarahkan jemari tangannya pada kancing baju Melodi.
" Reihan...!!" Pekik Melodi yang sudah cukup kesal dengan godaan dari Reihan.
" Apa sayang...kan kamu yang minta aku buat cium di bagian yang lain nya. "
" Kapan aku bilang begitu? Jangan buat aku kesal, aku ngantuk, dan aku ingin istirahat. " Melodi pun kembali memejamkan mata nya.
" Yaudah kalau kamu ngantuk dan kamu mau istirahat, kamu boleh tidur asalkan kamu sudah bisa memaafkan ku, jika kamu belum bisa memaafkan ku, aku akan terus menggoda. " Ancam Reihan yang ingin Melodi untuk segera memaafkannya.
" Iya, aku udah maafin, udah kan? Jangan ganggu aku lagi, aku lelah, aku mau istirahat."
Reihan pun tersenyum dengan lebarnya mendengar bahwa Melodi sudah memaafkannya, kemudian Reihan mencium kening Melodi dan Reihan pun ikut tertidur di samping Melodi.
__ADS_1