
*****
Reihan pun menjadi khawatir karena melihat Melodi yang memuntahkan semua makanannya itu, kemudian Reihan dengan segera menghubungi dokter pribadinya yaitu dokter Aris.
Kemudian saat Melodi keluar dari dalam kamar mandi, Reihan dengan segera menghampiri Melodi dan membantu nya berjalan.
" Masih mual? Mau aku buatkan air hangat? " Tanya Reihan sambil membaringkan tubuh Melodi di atas tempat tidur nya.
Melodi pun mengangguk mengiyakan tawaran Reihan, lalu Reihan segera turun ke dapur. Saat menuruni anak tangga, Reihan terlihat begitu panik, dan Reivan yang melihat kakak nya yang seperti orang panik itupun langung menghampiri Reihan.
" Kamu kenapa Rei? Kok kayak panik gitu? " Tanya Reivan yang masih memperhatikan raut wajah Reivan.
" Melodi kayak nya sakit deh Van, dia barusan muntah-muntah. Aku nggak tega banget liatnya, ini aku lagi mau buatin dia air hangat. "Jawab Reihan lalu menyalakan kompor dan merebus air hangat untuk Melodi.
" Rei...dimana Melodi? " Tanya Arini yang baru datang setelah berkeliling di rumah Reihan dan juga Melodi itu.
" Di atas Ar, di kamar paling ujung, kamu temenin Melodi gih...dia barusan abis muntah-muntah, ini aku lagi buatin air hangat. "
" Muntah-muntah? Kok bisa? Yaudah aku ke atas ya..."
Arini pun langsung berlari menaiki anak tangga dan langsung menuju kamar yang di beritahukan oleh Reihan tadi. Saat Arini masuk ke dalam kamar Melodi dan mendapati Melodi yang tengah beranjak dari duduk nya.
" kamu mau kemana Mel? " Tanya Arini lalu menghampiri Melodi.
Melodi menutup mulut nya dan dengan segera ia masuk kedalam kamar mandi lagi. Arini pun mengikuti Melodi dan ikut masuk ke dalam kamar mandi. Arini mengusap-usap punggung Melodi dan membiarkan Melodi untuk memuntahkan semua yang ada di dalam perut nya.
" Udah Mel? ' Tanya Melodi sambil membantu Melodi berjalan keluar dari dalam kamar mandi.
" Kamu kenapa sih Mel? Tadi pagi kamu nggak makan apa? Kamu tadi nggak sarapan? Jangan-jangan asam lambung kamu naik. " Ujar Arini yang kini begitu mengkhawatirkan Melodi.
__ADS_1
" Aku sarapan kok sama Reihan tadi pagi, tapi nggak tau kenapa aku ngerasa mual banget hari ini. " Jawab Melodi sambil berbaring di atas tempat tidur nya.
Setelah itu, Reihan pun datang membawakan air hangat untuk Melodi, Reivan pun ikut bersama dengan Reihan. Dan tidak lama setelah itu, dokter Aris pun datang dan langsung memeriksa keadaan Melodi.
Setelah beberapa menit menunggu dokter Aris yang sedang memeriksa keadaan Melodi tersebut, akhirnya dokter Aris pun selesai dan segera menghampiri Reihan.
" Selamat Pak Reihan...istri anda sepertinya sedang mengandung. Saya tidak bisa menjelaskan terlalu banyak karena saya bukan dokter kandungan, tapi nanti akan saya bicarakan dengan rekan dokter saya yang memang menangani kandungan. " Jelas dokter Aris yang membuat Reihan sempat tak percaya mendengar nya.
" Melodi hamil dok? " Tanya Reihan lagi, ia mencoba untuk memastikan kebenaran yang ia dengar barusan.
" Iya pak, saya akan rekomendasikan teman saya yang memang ahli di bidang ini. " Ujar dokter Aris.
" Baik dok, saya mau dokter yang terbaik, berapapun biayanya tidak masalah. Saya hanya ingin anak dan istri saya sehat sampai waktunya nanti melahirkan. " Ujar Reihan, yang kini merasa bahagia karena telah di berikan anugrah yang sangat tidak di duga-duga nya itu.
" Baik pak, ini saya meresepkan obat pereda mual dan vitamin yang bisa di minum Ibu Melodi, sampai dokter yang saya rekomendasikan datang. "
Kemudian dokter Aris pun berpamitan dan pergi meninggalkan rumah Reihan. Lalu Reihan menghampiri Reivan dan Arini yang saat ini sedang menunggunya di luar kamar Melodi.
" Ar...Van..." Panggil Reihan kemudian Reivan dan Arini pun langsung menghampiri Reihan.
" Gimana Rei? Apa kata dokter? " tanya reivan yang penasaran dengan kondisi Melodi.
" Van..." Reihan memanggil nama Reivan sambil menunjukkan matanya yang sudah berkaca-kaca.
Arini yang melihat reaksi Reihan itu pun jadi panik dan langsung mencecar Reihan dengan banyak pertanyaan.
" Melodi kenapa Rei? Kamu kenapa nangis? Melodi nggak apa-apa kan? Melodi nggak sakit parah kan? Please Rei jangan bilang aneh-aneh ya. Melodi ngga apa-apa kan? Dia baik-baik aja kan Rei? " Tangis Arini pun ikut pecah saat Reihan meneteskan air mata nya.
" Melodi hamil..."
__ADS_1
Arini yang tadi nya menangis itu pun kini menghentikan tangis nya, ia menghapus air mata nya dan tersenyum, lalu dengan segera Arini masuk ke dalam kamar Melodi dan menghampiri Melodi.
Reihan dan Reivan pun mengikuti Arini masuk ke dalam kamar, Arini langsung memeluk tubuh Melodi yang kini tengah berbaring itu. Melodi terlihat terkejut karena dengan tiba-tiba Arini memeluknya sambil menangis tersedu-sedu.
" Ada apa Ar?? Kamu kenapa nangis, dan kalian juga kenapa? Kalian juga habis nangis? " Tanya Melodi sambil menatap wajah Reihan dan Reivan bergantian.
" Kamu bakal jadi seorang ibu Mel.." Ucap Reihan lalu meneteskan air mata.
Melodi masih terdiam, ia masih mencerna apa yang di katakan Reihan barusan, kemudian saat ia menyadari apa yang baru saja di katakan oleh Reihan itu, Melodi pun langsung memegangi perut nya.
" Apa ada malaikat kecil di dalam perutku? " Ujar Melodi sambil memegangi perutnya, mata nya pun terlihat sudah berkaca-kaca.
Semua yang ada di situ pun mengangguk secara bersamaan. Senyuman mengembang di bibir Melodi. Ia benar-benar terharu, senang dan semua perasaan bersatu di benak nya.
" Rei..." Panggil Melodi, kemudian Arini pun beranjak dari duduk nya dan membiarkan Reihan untuk duduk di samping Melodi.
" Iya Mel..." Reihan duduk di tepi tempat tidur Melodi kemudian meraih jari jemari Melodi dan menggenggam nya.
" Ini anak kita Rei...aku benar-benar nggak tau harus ngomong apa, aku seneng banget..." Ujar Melodi, kemudian Reihan mengecup kening Melodi dan memeluknya dengan sangat Erat.
" I love you Mel..." Tiba-tiba saja kata-kata itu terlontar dari mulut Reihan, dan saat mendengar nya Melodi menjadi semakin hanyut dalam tangis nya.
" Selamat ya buat kalian berdua, jaga kandungan kamu ya Mel, dan Rei,...aku titip sahabat ku ya, jaga dia sampai persalinan nanti. " Ujar Arini yang berpesan kepada Reihan dan juga Melodi.
" Aku juga seneng banget bakal punya keponakan, kita harus kasih tau mama, papa, oma dan juga eyang Rei. " Usul Reivan kemudian dengan segera Reivan memberitahukan kabar gembira itu kepada keluarga nya.
Saat di beritahukan soal kabar bahagia itu pun, semua keluarga tampak senang dan ingin ikut menjaga kehamilan Melodi, oma Nina dan eyang Sari pun ingin segera bergegas terbang dari Medan menuju ke Jakarta.
Kedua orang tua Reihan pun tampak senang, namun hanya mama Reihan saja yang akan datang, sedangkan papa dan adik Reihan yang terakhir tidak bisa ikut ke jakarta karena pekerjaannya.
__ADS_1