
*****
" Reihan!!?? Kamu gila ya?? Kenapa nggak pakai baju?? " Sontak saja Melodi langsung menutupi kedua mata nya itu dengan kedua telapak tangannya.
" Apa yang salah? Aku habis mandi? Dan untuk apa kamu menutup matamu? Kamu kan istri ku, ada apa denganmu? " Reihan pun membanjiri beberapa pertanyaan kepada Melodi. Dan dengan santai nya Reihan meraih baju yang berada di atas tempat tidurnya, lalu memakai nya.
" Aku udah pakai baju, buka matamu. "
Melodi pun mulai membuka matanya dan melihat ke arah Reihan dengan tatapan aneh nya. Kedua matanya menyipit dan Kedua alisnya pun mengerut.
" Besok-besok kalau kamu mau mandi, sekalian bawa pakaian mu Reihan, kalau kayak gini, lama-lama aku bisa jantungan Rei. " Kemudian Melodi kembali merapihkan pakaian-pakaian Reihan.
" Kenapa? Kamu kan istri ku, ya walaupun kita belum melakukan sesuatu yang seharusnya di lakukan pasangan suami istri. Setidaknya hanya sekedar seperti ini tidak apa-apa kan? "
" Enggak, aku nggak setuju...biar bagaimanapun, aku harus menjaga mata ku dari hal-hal seperti itu. "
Kemudian Reihan pun mendekati Melodi dan tiba-tiba saja Reihan terfikir kan sesuatu. Ia sengaja ingin menggoda dan menjahili Melodi, yang kini tampak terlihat begitu serius dengan perkataannya.
Reihan menyentuh lengan Melodi dengan lembut, kemudian ia menyandarkan kepalanya di bahu Melodi. Hembusan nafas Reihan pun terdengar jelas di telinga Melodi. Jantung Melodi berdetak tak beraturan. Melodi terdiam terpaku, seluruh tubuhnya tiba-tiba saja berhenti bergerak.
Kemudian Reihan dengan sengaja berbisik lembut di telinga Melodi, hingga membuat bulu-bulu halus di tubuh Melodi berdiri.
" Mel...kalau kamu mau, bilang aja ya..dan aku selalu siap untuk kamu. " Bisik Reihan dengan lembut.
Kemudian setelah membisikkan kalimat tersebut, Reihan membalikkan tubuh Melodi ke arahnya. Dan dengan jahilnya Reihan menyentil kening Melodi dengan sangat keras.
" Awwwww..." Melodi merintih kesakitan sambil memegangi keningnya.
" Apa yang kamu pikirkan Melodi? Tidak mungkin aku melakukan hal-hal semacam itu dengan wanita yang sama sekali tidak aku cintai. " Ujar Reihan lalu kembali masuk kedalam kamar mandi sambil membawa pakaian nya.
" Menyebalkan...!! " Melodi terlihat kesal, kemudian ia melempar beberapa pakaian ke dalam koper milik Reihan.
Setelah Melodi merapihkan pakaian nya dan juga pakaian milik Reihan. Saat itu juga Reihan keluar dari kamar mandi. Kemudian merekapun bergegas menuju apartemen baru mereka.
Setelah sampai di apartemen baru mereka, Reihan yang sedang sangat sibuk itu pun langsung meninggalkan Melodi di apartemen tersebut sendirian.
" Aku masih ada kerjaan penting, kamu beresin ini semua ya...nanti aku pulang udah harus beres. " Dengan wajah tanpa dosa Reihan mengucapkan kalimat-kalimat yang membuat Melodi semakin kesal kepadanya.
__ADS_1
" Kamu pikir kamu aja yang sibuk? Hari ini juga aku harus ke butik. Dan aku istri kamu ya Reihan...!! Bukan pembantu kamu, aku beresin barang-barang ku, dan barang-barang kamu, kamu beresin aja sendiri. " Ujar Melodi yang terlihat sudah sangat kesal dengan Reihan.
Reihan hanya menatap Melodi sekilas, kemudian ia berlalu pergi begitu saja tanpa menghiraukan Melodi yang sedang kesal kepadanya itu.
" Dasar laki-laki tidak berperasaan..!! " Batin Melodi.
Setelah Melodi membereskan segala sesuatu miliknya, Melodi pun segera bergegas menuju butiknya. Hari sudah semakin siang, dan banyak pekerjaan yang mulai terbengkalai beberapa hari ini.
Melodi dengan langkah yang terburu-buru pun keluar dari kamar apartemen nya, karena sangat terburu-buru, Melodi sampai melupakan dompet yang seharusnya ia bawa. Melodi menghentikan sebuah taksi dan langsung menuju butiknya.
Setelah sampai di butiknya, ketika Melodi ingin membayar taksi tersebut. Melodi pun sangat terkejut ketika membuka tas miliknya, dan mendapati hanya ponsel nya saja yang berada di dalam tas nya itu.
" Astaga...!! Dompet ku ketinggalan..!! Bagaimana ini?? " Melodi tampak kebingungan, kemudian ia mengutak-atik kontak yang berada di handphonenya.
" Tunggu sebentar ya pak? " Ucap Melodi kepada supir taksi tersebut.
Kemudian Melodi mencoba untuk menghubungi Arini. Karena saat ini hanya rumah Arini lah yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan butik milik Melodi.
[ Via telfon ]
" Iya Mel...ada apa? "
" Tolongin aku Ar, aku naik taksi ke butik, dan aku lupa bawa dompet...kamu bisa kesini nggak Ar? Dan aku pinjam uang kamu dulu buat bayar ongkos taksi. "
" Sorry banget Mel...aku lagi nggak di rumah, coba kamu hubungi Reihan aja Mel..."
" Oh gitu ya Ar, oke deh...thanks ya Ar..."
Arini pun menutup panggilan dari Melodi, kini Melodi semakin bingung, tidak mungkin jika ia harus menghubungi Reihan yang saat ini sedang sangat sibuk. Kemudian dengan sangat terpaksa Melodi mengirim sebuah pesan kepada Reihan, dan ia meminta nomor telfon Reivan.
Setelah mendapatkan nomor telfon Reivan, Melodi pun langsung menghubungi Reivan.
[ Via telfon ]
" Halo Van.."
" Ya..ini siapa? "
__ADS_1
" Ini aku Melodi, kamu lagi sibuk nggak Van? "
" Aku lagi di kantor Mel...ada apa? "
" Oh, kamu udah mulai kerja Van? "
" Iya Mel, aku udah keterima kerja, dan sorry ya soal kemarin, maaf aku nggak bisa anter kamu pulang. "
" Oh...nggak apa-apa Van, yaudah...kamu lanjutin aja pekerjaan kamu. "
Dan Melodi pun mengakhiri panggilan telefon nya dengan Reivan.
" Gimana ini?? Ah ...kenapa aku begitu ceroboh sampai melupakan dompet ku. Aku harus apa sekarang? Ah...terpaksa aku harus menghubungi Reihan. " Batin Melodi.
Melodi mencoba menghubungi Reihan, tetapi panggilan telfon dari Melodi selalu saja di reject oleh Reihan. Melodi sangat kesal, ia kesal kepada Reihan dan juga kepada dirinya sendiri yang begitu ceroboh.
Dan tidak ada pilihan lain lagi, Melodi pun memberanikan dirinya untuk menghubungi Eros. Dengan sangat terpaksa Melodi pun akhirnya menghubungi Eros.
Tanpa harus menunggu lama, Eros langsung menjawab panggilan telefon dari Melodi. Dan Melodi juga tidak harus menjelaskan panjang lebar kepada Eros. Dengan segera Eros pun langsung bergegas menuju butik Melodi.
Lima belas menit kemudian Eros sudah tiba di butik Melodi. Eros yang baru turun dari mobilnya itu, dengan segera menghampiri Melodi dan memberikan sejumlah uang kepada supir taksi yang dari tadi sudah menunggu nya.
" Makasih ya..." Melodi berterimakasih kepada Eros sambil berjalan menuju butik nya.
" It's okay, it's all about you, I'm always ready." Eros berkata bahwa apapun yang menyangkut Melodi, ia akan selalu siap untuk Melodi.
" Nggak usah berlebihan, yaudah...kamu kerja lagi sana...aku juga mau lanjut buka butik. "
" Kamu ngusir aku? "
" Nggak...siapa yang ngusir kamu Eros...emang kamu nggak ada kerjaan yang harus kamu kerjain? "
Eros hanya menggelengkan kepalanya, Melodi sebenarnya sedikit khawatir mengenai Eros. Melodi tidak ingin memberikan harapan-harapan kepada Eros. Dan Melodi ingin Eros menyadari bahwa saat ini Melodi hanyalah adik tirinya.
Walaupun tidak bisa dipungkiri oleh Melodi, bahwa dirinya juga belum bisa sepenuhnya untuk melupakan perasaanya kepada Eros. Masih ada cinta yang begitu dalam, namun Melodi tetap mencoba untuk melupakan perasaan nya itu. Ia tetap berusaha, walaupun semua terasa masih sangat menyakitkan untuk nya.
__ADS_1