
*****
" Apakah hidup dan mati seseorang adalah sebuah lelucon bagimu? Apa kamu tidak memiliki sedikit saja hati nurani? " Melodi bertanya sambil menatap Yura dengan penuh tatapan yang begitu tajam.
" Yah, selama aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan, kenapa tidak? Lagi pula, aku hanya perlu menyingkirkan kehidupan seseorang untuk memberikan kehidupan yang aku inginkan. "
Tanpa rasa bersalah, dan dengan nada bicara yang cukup santai. Yura mengeluarkan kalimat yang membuat Melodi menggeleng-gelengkan kepala nya.
" Sekarang apa yang akan kamu lakukan? Apa kamu ingin membunuhku? " Melodi bertanya dengan mengumpulkan seluruh keberaniannya.
Yura pun tertawa sambil menatap Melodi dengan diiringi senyuman yang meledek.
" Sepertinya itu terlalu sederhana, aku ingin melakukan hal yang lebih dari itu. Aku ingin melihatmu menderita sebelum aku melenyapkan mu." Ujar Yura kemudian menghentikan mobilnya.
" Kamu benar-benar wanita kejam, kebaikan akan mengalahkan kejahatan. Jadi, apapun yang akan kamu lakukan. Aku tidak akan pernah takut kepadamu. Silahkan lakukan apa saja yang ingin kamu lakukan jika itu bisa memberimu kepuasan tersendiri. " Ujar Melodi kemudian membuka pintu mobil Yura dan keluar dari mobil Yura.
Dan setelah Melodi turun dari mobil Yura, Yura yang masih menatap Melodi itu pun memberikan senyuman menyeringai kepada Melodi. Lalu ia melajukan mobilnya, tapi tiba-tiba saja Yura memundurkan mobilnya kembali sehingga menyerempet tubuh Melodi yang saat itu sedang ingin menyebrangi jalan.
Brugghhh...
Melodi terjatuh, barang-barang belanjaannya pun berserakan. Dan Yura kembali mengendarai mobil nya meninggalkan Melodi yang terjatuh itu.
Untung saja Melodi tidak mengalami luka parah ataupun cidera, ia hanya tergores di bagian tangan dan lutut nya. Melodi pun dengan segera berdiri dan kemudian membereskan barang belanjaannya.
Dan tidak lama kemudian Melodi menghentikan sebuah taksi dan dengan segera ia kembali pulang ke rumah nya.
Tubuh Melodi masih terasa sakit akibat luka gores. Dan setelah Melodi sampai di rumah nya, ia dengan segera merapihkan pakaiannya dan menutupi luka yang ada di lengan tangan dan kedua lutut nya.
Melodi tidak ingin membuat orang-orang yang berada di rumah mengkhawatirkan nya. Dan setelah itu Melodi pun turun dari taksi, lututnya terasa sangat perih, namun ia tetap berusaha untuk terlihat baik-baik saja.
__ADS_1
Melodi berjalan seperti biasa walau ia harus menahan sakit di lutut nya. Dan setelah Melodi masuk ke dalam rumah, ia sudah di sambut oleh Reihan yang kebetulan saja juga baru tiba lima menit sebelum Melodi tiba di rumah.
" Sayang...kamu kok baru sampai? Tau gitu aku jemput. " Ujar Reihan yang langsung menghampiri Melodi.
" Aku tadi mampir ke mall, beli beberapa barang keperluan, dan sekalian aku beli parfum buat kamu, kebetulan parfum kamu juga udah habis kan? "
Reihan pun mengusap kepala Melodi dan tersenyum sambil menatap wajah Melodi. Melodi pun hanya bisa membalas senyuman Reihan dengan samar.
" Kamu belum makan malam kan? Atau jangan-jangan kamu udah makan di mall tadi? " Tanya Reihan sambil meraih beberapa kantung belanjaan milik Melodi.
" Aku belum makan, aku sengaja mau makan malam di rumah aja sama kamu. "
" Yaudah kita langsung makan aja ya, aku juga udah laper banget ini. "
Reihan meletakkan beberapa barang belanjaan Melodi itu di atas sofa dan kemudian meraih tangan melodi dan mempersilahkan Melodi untuk duduk di kursi ruang makan.
Setelah mereka berdua selesai dengan makan malam nya. Melodi dengan segera bergegas ke kamar nya. Melodi meraih barang belanjaannya yang berada di atas sofa, lalu pergi berlalu begitu saja meninggalkan Reihan yang masih mencuci tangannya di dapur.
" Sayang..." Panggil Reihan kemudian meraih lengan tangan Melodi yang tergores cukup dalam itu.
" Aaakk..." Melodi spontan saja merintih kesakitan sambil memegangi tangan Reihan yang kini sedang menggenggam lengan tangan Melodi.
" Kamu kenapa? " Tanya Reihan yang seketika itu langsung panik, kemudian Reihan menaikkan lengan baju Melodi dan melihat luka gores di tangan Melodi.
" Ah, itu...aku tadi jatuh..." Jawab Melodi yang berusaha memberikan alasan yang cukup masuk akal kepada Reihan.
" Jatuh dimana? Dan kenapa sampai seperti ini? Tangan kamu juga memar, sampai warnanya biru gini. " Reihan yang panik itu pun terus bertanya kepada Melodi.
" Aku nggak apa-apa, udah kita ke kamar aja ya, aku nggak mau sampai mama, oma dan eyang tau. Aku nggak mau nanti nya mereka malah jadi khawatir. " Jelas Melodi lalu kembali berjalan menuju kamar nya.
__ADS_1
Reihan tanpa sepatah kata itu pun langsung mengikuti langkah Melodi. Reihan masih cukup penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi hingga Melodi mendapatkan luka goresan seperti itu.
Setelah mereka berdua masuk ke dalam kamar, Reihan dengan segera merangkul kedua bahu Melodi dan meminta Melodi untuk duduk dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
" Mel...sebenarnya kamu jatuh dimana? Kenapa sampai seperti ini.? " Tanya Reihan dengan lembut kepada Melodi.
" Bagaimana ini? Kalau aku beritahu Reihan tentang apa yang sebenarnya terjadi, Reihan pasti akan sangat marah dan bisa-bisa dia tidak bisa mengontrol emosinya. Mungkin aku harus merahasiakan nya dari Reihan, aku tidak ingin melihat keributan atau pun pertengkaran. " Batin Melodi.
" Aku tadi sempat terpleset saat menunggu taksi di mall. " Jawab Melodi asal.
" Terpleset?? Apa jalannya sangat licin sampai kamu bisa terpeleset? Dan ini apa? Kenapa lutut mu juga terluka? " Tanya Reihan yang kemudian melihat ke arah lutut Melodi yang juga tergores dan mengeluarkan darah di kedua lutut nya.
Melodi terdiam, ia bingung harus menjawab apa.
" Ini nggak mungkin terpleset...kamu pasti sedang membohongiku, apa yang sebenarnya terjadi? " Reihan yang terlihat tidak mempercayai alasan Melodi itupun kembali mempertanyakan nya kepada Melodi.
" Tadi saat aku mau menyebrang jalan, tiba-tiba saja ada mobil yang melintas ke arah ku. Mobil itu menyerempet bagian belakang tubuhku sehingga aku terjatuh. " Jelas Melodi sambil menundukkan kepalanya.
" Kamu masih ingat plat nomor mobil itu? " Tanya Reihan yang mulai sedikit marah karena khawatir dengan Melodi.
Melodi menggelengkan kepala nya, Melodi tidak berani menatap mata Reihan. Ia takut jika tidak bisa menyembunyikan kebenarannya dari Reihan.
" Kenapa kamu harus bohong mengenai hal seperti ini, kalau sampai ada apa-apa dengan mu bagaimana? Apa masih ada yang terluka di bagian tubuh mu.? "
" Pinggulku yang terkena body mobil terasa sakit. " Ujar Melodi kemudian memegangi pinggul nya.
" Kalau begitu aku hubungi doktor Aris, biar dia memeriksa keadaan mu. "
__ADS_1
" Nggak...aku nggak apa-apa...ini hanya luka ringan, dan tidak perlu sampai memanggil dokter Rei...aku beneran nggak apa-apa." Ujar Melodi yang mencegah Reihan yang sudah ingin menghubungi dokter Aris.