Mysterious Gus

Mysterious Gus
#10. Zaki


__ADS_3

RANDA Squad sudah kembali sekolah seperti biasa. Termasuk Farel dan Afnan yang sudah pulang dari korea.


Sekarang, para OSIS dan RANDA Squad sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan untuk acara perayaan SMA Khatulistiwa.


"WOY!! ARIS! PITANYA MANA? UDAH LO BELI BELUM, SIH?! GAK NEMU NIH GUE!" Teriak Dylan pada salah satu anggota OSIS.


"CK, CARI DULU! GUE BELI, KOK!"


"YA MANA, KAMPRET?! GUE GAK NEMU, NIH!"


Pria yang bernama Aris itu berdecak kesal dan menghampiri Dylan. Dengan kesal Aris mencari pita di dalam box.


"Ini apa kalo bukan pita, hah?! Makanya punya mata tuh dipake yang bener?! Jangan difungsiin buat nyari yang montok aja!" Omel Aris mengangkat segulung pita yang dicari oleh Dylan.


"Hehe maap. Gak liat gue tadi. Bener, deh. Pitanya ngumpet," ucap Dylan dengan cengirannya dan mengambil pita itu.


"Rel?!" Panggil Denta sang KETOS dengan suara beratnya pada Farel. Tentu itu membuat semua menoleh ke arahnya.


"Hm?" Tanya Farel tanpa menoleh.


"Itu.... yang kemarin kita lihat di lampu merah sebelum ke Korea, pindah sekolah ke sini, ya?" Tanya Denta membuat Farel menoleh dan RANDA Squad yang lain menghampiri.


"Yang kemarin siapa?" Tanya Adam.


"Zaki maksud lo?" Tanya Afnan memastikan.


"Nah iya, Zaki. Dia pindah ke sini?"


"Zaki? Zaki yang ngajak war kita itu?" Tanya Yusuf masih belum yakin sepenuhnya.


Lagian, untuk apa cowok itu pindah ke sekolah mereka? Udah bener belajar di pesantren biar tobat.


"Iya, yang kemarin kita liat di lampu merah," jelas Denta.


"Maksud lo pindah apa?" Tanya Dylan, sifat seriusnya keluar.


"Tadi gue ngambil proposal di ruang KepSek dan gue liat dia lagi sama Pak KepSek," jelas Denta.


"Serius lo? Demi apa? Tu bocah ada di mari?" Tanya Dylan dengan mata melotot geram.


"Serius gue. Ngapain juga gue bohong?! Liat sendiri noh, sana!"


"Ogah," jawab RANDA Squad serentak minus Farel yang hanya diam.


"So, kita harus gimana, Rel? Tu anak kalo gak ngincer kita, ya pasti ngincer Fisha,"


"Kelas dia?" Tanya Farel pada Denta.


"Gak tau gue, gak palah jelas. Tapi sih samar-samar gue denger kelas IPA 1. Tauk deh kelas berapanya,"


"Pastiin!" Titah Farel dan langsung menuju kelas Xl IPA 1 yang menjadi kelas Nia dan Fisha juga Milea.


Mereka berlima sudah berdiri tegak di depan kelas Xl IPA 1. Guna memastikan keberadaan Zaki.


Farel membuka pintu secara kasar dan itu membuat semua yang di kelas terkejut.


Mata elang Farel bertemu dengan mata seorang pria yang berdiri di depan kelas. Pria itu adalah Zaki. Zaki menunjukkan senyum remehnya membuat Farel menggeram tertahan.

__ADS_1


"Sialan!" Gumam Farel.


"Ada apa, Farel?" Tanya guru yang mengajar, namun Farel diam tak bergeming sedikit pun.


"Gimana Rel? Minta dia dipindahin kelas aja atau gimana?" Tanya Dylan.


"Cara lain! Jangan sampai kita dikira pecundang sama tu bocah," geram Afnan.


"GREXDA!!" Seru Farel dengan suara baritonnya membuat beberapa murid berdiri tegap.


Satu kelas ada 50 siswa dan yang berdiri ada 35 siswa. 35 siswa itulah yang menjadi bagian dari GREXDA, geng besar di Bandung.


"Keluar!" Titah Farel membuat mereka semua langsung keluar dengan rapi tanpa permisi pada guru.


Sedangkan sang guru hanya menghela napas pasrah pada tingkah murid-muridnya itu.


"Lo!" Tunjuk Farel pada salah satu gadis berambut panjang yang diikat menjadi satu. Terlihat tomboy.


"Gue?" Tanya gadis itu menunjuk dirinya sendiri.


"Keluar!" Titah Farel pada gadis itu.


"Loh?! Kenapa? Gue bukan anggota GREXDA," heran gadis itu dengan beraninya.


"Udah, buruan keluar! Nyumbang nyawa lo sama Farel?" Ucap Adam yang membuat gadis itu langsung keluar.


Tanpa mau banyak bicara lagi, Farel pun langsung keluar dari kelas itu. Sebelum benar-benar keluar, Farel menatap seorang gadis yang hanya menunduk menuliskan sesuatu di buku. Gadis itu adalah Fisha.


Kini anggota GREXDA dari kelas Xl IPA berbaris rapi di lapangan tanpa peduli dengan terik matahari yang semakin menyengat.


"SIAPA KITA??" Sorak Adam.


"GREXDA!!"


"GREXDA!!!"


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh," ucap Afnan selaku wakil ketua dari GREXDA.


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,"


"Siang semua. Kami, selaku inti GREXDA, meminta maaf telah mengganggu waktu belajar kalian. Jadi, khusus untuk pertemuan kali ini, hanya berlaku untuk GREXDA dari Xl IPA 1 terlebih dahulu. Sampai sini ada yang ingin ditanyakan?"


Seorang gadis yang ditunjuk oleh Farel tadi mengangkat tangannya. "Kok gue ikutan? Gue bukan anggota GREXDA,"


"From now on you are a part of GREXDA!" Jawab Farel dengan aura kepemimpinannya.


"WHAT?! GUE? JADI BAGIAN DARI KALIAN? YANG BENER AJA? GUE CEWEK SENDIRI GITU? ALASAN LO NUNJUK GUE SEENAKNYA APA?! GAK BISA GINI, DONG!!" Protes gadis yang bernama Monika itu.


"Farel pasti punya alasan sendiri kenapa ngangkat lo tanpa seleksi. Masalah ini kita bahas nanti!" Jelas Yusuf.


"Jadi, kita dikumpilin ada tugas apa, Bang?" Tanya yang lain.


"Pertanyaan bagus. Kalian tau murid baru yang masuk kelas kalian tadi?" Tanya Dylan.


"Tau,"


"Kemungkinan dia akan jadi musuh kita. Tugas kalian adalah, memastikan bahwa manusia itu tidak bertingkah. Tugas utama kalian adalah memastikan bahwa Rafania, Fisha dan Milea jauh dari anak itu. Terutama dari Fisha. Ada yang ingin ditanyakan?"

__ADS_1


"Kenapa tugas utamanya jagaian mereka?"


"Nia adiknya Farel kalau kalian lupa. Fisha dan Milea adalah santriwati yang mengikuti pertukaran pelajar dan pria itu pindah ke sekolah ini untuk mendekati Fisha. Masih kurang jelas?"


"JELAS!!"


"Terus gue juga ikutan, nih?" Tanya Monika.


"Pastikan bahwa kamu selalu berada di dekat mereka. Saya beri kepercayaan penuh untuk menjaga Fisha," jawab Farel membuat gadis itu melongo.


"Ini beneran Bang Farel? Gila!! Bang Farel ngomong panjang sama gue!!" Girang gadis itu.


"Yang namanya cewek tomboy, ya tetep aja ada alaynya. Kalo liat yang beningan pasti bakal histeris," gumam Afnan.


"Suf, masukin ke gc!" Titah Farel pada Yusuf.


"Gc GREXDA?"


"Hm,"


"Untuk sekarang hanya itu. Untuk anggota yang lain akan menyusul,"


"SIAPA KITA?"


"GREXDA!!"


"GREXDA!!!"


"Sekian untuk pertemuan ini. Kalian bisa kembali. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,"


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh," mereka semua pun bubar untuk kembali ke kelas.


"Rel, lo nunjuk tuh cewek jadi bagian dari kita kenapa?" Tanya Dylan.


"Bisa dipercaya,"


"Bisa dipercaya gak cukup, Rel. Emang dia bisa bela diri? Itukan penting buat kita, Rel,"


"Gue liat dia berantem sama Geng Brata,"


"Seriusan lo?"


"Hm,"


"Terus, siapa yang menang?" Si Dylan malah kepo sama kelanjutannya.


"Dia,"


"Woaah!! Keren juga tuh cewek,"


"Lanjut gak nih, bantuin OSIS?"


"Hm," jawab Farel dan kembali ke lapangan membantu para OSIS.


"Siapa dia? Kenapa wajahnya gak asing? Dan apa maksud dia?" Batin Farel bertanya-tanya dan tetap tidak menemukan jawabannya.


Tbc...

__ADS_1


__ADS_2