
..."Kamu sudah terlalu kesepian selama ini. Aku tidak akan meninggalkanmu lagi. Aku akan membuktikan bahwa kamu tidak sendirian,"...
...Farel...
Jauh di antara jaraknya dan Indonesia, di sebuah bandara besar, ramai dengan orang-orang asing, di situlah Farel berada. Berdiri menatap langit sore Korea Selatan. Yap, saat ini Farel menginjakkan kakinya di negeri yang terkenal dengan julukan Negeri Ginseng itu, negara yang juga beberapa waktu lalu Farel singgahi.
Farel menatap langit sore dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Sirat matanya hanya ada kekosongan.
"Hwan-yeonghabnida, Seonsaengnim," seorang pria menghampiri Farel dan mengucapkan selamat datang dengan menunduk hormat.
"Hm, Ae Ri neun eottae?"
"Agassineun gwaenchanh-a," Farel hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan, diikuti oleh pria berwajah korea itu, panggil saja dia Lee Jong, dia akan menjadi pengganti Tiam untuk saat ini.
Jong dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Farel. Setelah memastikan Tuannya duduk nyaman, barulah Jong melajukan mobilnya yang tentu saja menuju kediaman Nona mudanya.
"Umma, Farel baik-baik aja. Umma jangan khawatir. Umma harus baik-baik aja sama calon adik Farel. Farel secepatnya akan kembali, Bah, Ma," Farel membatin dengan tatapan ke luar kaca mobil.
Hal yang dilakukan Farel pun tak luput dari pandangan Jong. Sebagai orang yang juga termasuk dekat dengan Farel, Jong juga merasakan sedihnya Farel. Sedikit banyaknya, Jong tahu bagaimana kehidupan Tuannya itu.
"Tuan ingin makan dulu?" Kali ini Jong bertanya dengan bahasa indonesia. Pria tampan itu memang mahir berbahasa indonesia. Tak hanya bahasa indonesia, ia juga menguasai bahasa inggris dan mandarin.
"Tidak, antarkan saja aku dengan segera,"
"Baik," setelahnya semua kembali dalam keheningan.
Butuh waktu hampir satu jam untuk sampai ke tujuan Farel. Bahkan Farel pun sampai tertidur di perjalanan hingga tak terbangun saat mereka sudah sampai tujuan.
"Tuan, kita sudah sampai," ucap Jong berbalik menghadap Farel.
Untung saja Farel kali ini tidak susah dibangunkan. Tentu saja, saat kita mengingat tujuan kita, kita akan menjadi lebih semangat dan ingin segera.
"Ae Ri tau aku datang?" Tanya Farel di sela-sela ia mengumpulkan nyawanya yang sempat berkeliaran di alam mimpi.
"Tau, Tuan. Tapi Nona tidak tau kapan Tuan akan tiba," Jong menjawab lugas lalu keluar mobil untuk membukakan pintu Farel.
"Siapkan ponsel baru untukku dan beri tau Tiam aku sudah sampai,"
"Baik, Tuan,"
"Terima kasih," Farel berujar acuh dan melangkahkan kakinya memasuki sebuah rumah besar yang sangat mewah. Pengawal dan beberapa pekerja pun nampak berkeliaran di sekitar.
"Hwan-yeonghabnida, Seonsaengnim," seorang pelayan menghampiri Farel. Pelayan ini bukan sembarang pelayan. Dia adalah pelayan khusus yang Farel punya.
"Hm, di mana Ae Ri?"
"Nona sedang memilih fashion untuk acara pameran nanti malam,"
"Di ruang pakaiannya?"
__ADS_1
"Iya, Tuan," Farel hanya merespon dengan anggukan dan berjalan menyusuri rumah besar itu.
Farel memasuki sebuah ruangan besar yang isinya banyak dengan pakaian, tas, sepatu, perhiasan dan segala kebutuhan wanita.
Netranya dapat melihat seorang perempuan cantik dengan rambut bergelombang sedang mengoceh semangat kepada tiga perempuan lainnya. Hal itu tanpa sadar membuat senyum tipis hadir di bibir Farel.
"Seonsaengnim," ketiga wanita yang menjadi lawan bicara gadis rambut bergelombang itu ternyata menyadari kehadiran Farel, Farel yang ditegur pun hanya mengangguk dan melangkah masuk.
Gadis berambut cokelat bergelombang itu berbalik dengan wajah girang. Reaksi tubuhnya pun menunjukkan betapa bahagianya dia, terbukti dengan tubuhnya yang kini sudah berada di gendongan Farel.
"Oppa," ucapnya manja dalam gendongan Farel.
Farel terkekeh kecil, "Kamu tambah berat, hm,"
Gadis yang sering dipanggil Ae Ri oleh Farel itu justru tertawa, tidak seperti gadis pada umumnya yang biasanya akan marah jika bersangkutan dengan berat badan.
"Aku diurus dengan baik oleh Nyonya Oh. Setiap hari dibuatkan makanan dan cemilan yang lezat,"
"Bagus kalau begitu. Senang mendengarnya. Kamu harus tumbuh sehat,"
"Tentu saja, kalau aku sehat, Oppa pasti juga senang,"
"Gadis pintar. Apa yang kamu lakukan bersama mereka?"
Ae Ri Karaya, panggil saja dia Ae Ri. Gadis itu turun dari gendongan Farel dan menggandeng Farel untuk mendekati tiga wanita lainnya.
"Aku meminta mereka untuk menyiapkan gaunku. Kata Nyonya Oh, Oppa yang menyuruh Nyonya Oh untuk mencari designerku,"
"Sudah, aku juga sudah menyiapkan pakaian untuk Oppa,"
"Baiklah, terserah Ae Ri saja. Sudah selesai kan? Bagaimana kalau kita berkeliling rumah?"
"Tentu saja," Ae Ri sungguh bersemangat dengan hadirnya Farel. Saking semangatnya, gadis itu menyeret Farel untuk keluar. Farel yang diperlakukan seperti itu hanya terkekeh pasrah.
"Aku sangat merindukan Oppa," ujar Ae Ri saat mereka duduk manis di pinggir kolam renang.
"Oppa juga merindukanmu, Ae Ri," Farel memeluk tubuh yang lebih kecil darinya itu dengan penuh kehangatan dan kerinduan.
"Oppa tidak akan meninggalkanmu lagi,"
"Maksud Oppa?" Ae Ri bertanya dengan wajah tak percaya.
"Hm, Oppa akan bersamamu. Kita akan bersama selamanya. Mulai sekarang, ke manapun Oppa pergi, kamu akan selalu dekat dalam jangkauan Oppa,"
"Jinjjayo?"
"Iya,"
"Aaaa aku sangat bahagia! Akhirnya aku tidak perlu terpisah lagi dari Oppa!" Teriak Ae Ri girang dan kembali memeluk Farel.
__ADS_1
"Kita akan pindah dan menikmati waktu kita,"
"Pindah? Ke mana? Apakah Oppa akan membawaku ke Indonesia? Bertemu Papa?"
Farel berusaha menguatkan diri untuk pertanyaan terakhir dari Ae Ri, "Tidak, Ae Ri, Papa belum bisa menemuimu. Kita juga tidak akan ke Indonesia. Kamu akan tau nanti,"
"Oppa bermain rahasia denganku!"
Farel terkekeh ringan, "Kedepannya akan lebih banyak rahasia dan kejutan untukmu,"
"Sesulit apa pun, selagi ada Oppa bersamaku, aku tidak keberatan," Ae Ri memang bermulut manis, bahkan Farel tak bisa lagi berkata-kata.
"Biasanya perempuan itu sangat lama untuk berdandan. Lebih baik kamu bergegas. Oppa akan sholat dulu,"
"Baiklah, nanti aku akan meminta Nyonya Oh mengantarkan pakaian Oppa,"
"Hm,"
***
Farel sudah siap dengan outfit yang dipilih oleh Ae Ri. Pria yang sudah tampan itu terlihat semakin tampan dengan pakaiannya yang tentunya sangat berkelas.
Celana bahan hitam, kaos putih dibalut jas cream, ada kalung yang menggantung di lehernya. Kakinya pun dibalut sneakers putih. Rambutnya tak lupa ditata rapi.
...
...
"DAEBAK! Oppa ganteng banget," suara melengking itu berasa dari Ae Ri. Ternyata gadis itu juga sudah siap berdandan cantik.
"Tentu, kamu yang memilihnya. Kamu juga terlihat cantik,"
Ae Ri malam ini mengenakan mini dress dengan warna cream, rambut indahnya pun ia biarkan tergerai.
...
...
"Tentu saja, aku selalu cantik," sombong Ae Ri yang hanya dibalas kekehan oleh Farel.
"Berangkat sekarang?"
"Ya, lebih cepat lebih baik,"
Farel tersenyum, tangannya terulur pada Ae Ri untuk digandeng, Ae Ri pun dengan senang hati menyambut tangan Farel. Keduanya tampak seperti pasangan serasi sebenarnya.
"Oppa tidak sabar melihat lukisanmu,"
"Aku juga tidak sabar mendengar pujian Oppa,"
__ADS_1
Tbc...
^^^#as.zey^^^