
Suasana di lapangan outdoor begitu ramai. Cahaya lampu yang menyorot mereka dan suara ramai yang begitu bersemangat untuk menyambut idol mereka.
Acara pembukaan formal telah berakhir. Hingga waktunya yang ditunggu-tunggu tiba, yaitu acara puncak.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,," seru Dylan sebagai pembawa acara malam ini. Pria remaja itu menggunakan celana jeans hitam, kaos putih dibalut jaket jeans berwarna hitam yang digulung sampai siku. Tak lupa pula topi putih kebanggaan RANDA Squad.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,"
"GOOD MALAM TEMAN-TEMAN YANG GUE CINTAI TAPI GUE LEBIH CINTA MILEA!"
"HUUUUU!!!!!" Semua menyoraki tingkah pria bobrok itu.
"Gue bener. Gue cinta Milea. Gak percaya? Belah dada gue, pasti ada nama Milea,"
"WOY!! INI NIH MILEANYA!!" Sorak salah satu dari mereka menunjuk Milea, gadis yang mengikuti pertukaran pelajar.
"Maju!!"
"Maju!!"
"Maju!!"
Mereka semua bersorak agar Milea naik ke atas panggung menemani Dylan.
"Ya, maju sana! Udah disorakin itu," suruh Fisha.
"Aku malu, Sha,"
"Malu apa? Udah sana!"
"Neng Lea mau A'a jemput?" Seru Dylan dari atas panggung.
"JEMPUT WOY JEMPUT!!"
"JEMPUT!!"
"JEMPUT!!"
"JEMPUT!!"
Dylan terkekeh dan turun dari panggung untuk menjemput Milea membuat sorak-sorai semakin ramai.
"Ayo!" Ajak Dylan pada Milea dengan senyum manisnya.
"Malu,"
"Malu apa? Ada aku. Aku temenin. Ayo! Kamu jalan duluan, gih!" Ucap Dylan yang membuat Milea mau tak mau harus maju.
"HUUU!!! COUPLE-NYA SEKOLAH!!"
"HUU!!!"
"PEJENYA JANGAN LUPA YAH!!"
"Doakan saja," jawab Dylan yang lagi-lagi semakin membuat ramai.
"Gue mau pantun nih, guys. Dengerin, yah?!"
"ASHIAP PANTOON!!"
"Minum sekoteng hangat rasanya,"
"CHAKEP!!"
"Minum segelas ada yang minta,"
"LANJOT BOSS QU!!"
"Neng cantik siapa yang punya?"
"EAAAK,,"
"Bolehkah A'a jatuh cinta?"
"HUUU BALES! BALES! BALES!!"
"JANGAN OY!! GUE DEG-DEGAN INI," Teriak Dylan.
"Milea bales," jawab Milea tersenyum manis dan mulai memikirkan balasan pantun Dylan.
"Jalanan lagi lancar,"
"GAS KEUN!!"
"Itu adalah sebuah berkah,"
"ALHAMDULILLAH!!"
"Neng gak nyari pacar,"
"TERUSS?"
"Tapi nyari yang ngajak nikah,"
"EAAAKKK TITITUIT!!! CINTA BERSEMI WOYY!!"
"Langit biru terlihat sendu,"
"CHAKEP!!"
"Warna hijau biru dan semu,"
"ASHIAP!!"
"Jarak jauh tumbuhkan rindu,"
"KASIAAAN!!"
"Ingin selalu A'a dekat denganmu,"
"ANJIRR LAH SI DYLAN KENCANG GOMBALNYA!!"
"GUE IRI WOYYY!!
"Ayam goreng setengah mateng,"
"DI BALES LAGI WOYY!!"
"Belinya di depan Tugu,"
"LANCARRR!!"
"Tenang lah A'a sayang, A'a ganteng,"
"SAYANG WOOYY!!"
"Neng di sini tetap setia menunggu,"
"ASEEEEKKKKK!!!"
"ALHAMDULILLAH!! ADA YANG MAU SAMA SAHABAT GUE!!" Sorak Yusuf membuat Dylan mendelik.
"Gue ganteng, gue baik, sudahilah ini semua, karena kasian mereka yang tak punya,"
__ADS_1
"Huuuu!!"
"Kita next aja. Ini dia acara yang kita tunggu-tunggu!! Penampilan dari IU!! SELAMAT MENIKMATI!!"
Suara sorakan semakin menggema di lapangan itu saat idol mereka mulai bernyanyi.
"Modu gusnais!!" Sapa IU yang membuat mereka bersorak ria.
Alunan musik pun mulai menggema meramaikan suasana malam itu. Bahkan sebagian dari mereka banyak yang mengikuti nyanyian IU. Mulai dari Above The Time dan lagu menyentuh My Old Story.
...
...
Suara tepuk tangan semangat dari semuanya begitu meriah.
"Gamsahabnida," ucap Dylan bersama Milea.
"Cheonman-eyo. Yeogie oge doeeo gippeubnida. Neohuideul neomu heungbun,"
"Dangsin-i waseo ulileul jeulgeobge hal su issgi ttaemun-e ulineun deo haengboghabnida," balas Dylan yang membuat IU terkekeh sembari mengangguk.
"WOY, DIA NGOMONG APA, WOY?!!"
"Eh, lupa gue ada kalian," kekeh Dylan yang membuat mereka bersorak tak terima.
"IU bilang, dia senang bisa hadir di sini. Kalian sangat bersemangat,"
"HUUU!!!"
"IU SARANGHAE!!"
"Nado saranghae," balas IU dan tak lupa dengan fingers love-nya.
"Oke, guys. Kita bakal kasih kesempatan buat kalian nyanyi dan foto bareng IU,"
"GAAAS KEUUN!!"
"Dangsin-eun geudeulgwa hamkke nolaeleul buleugo sajin-eul jjig-eul geos-ibnida. Hal su-issda?"
"Of course,"
"Sip. Kita bakal undian. Akan ada dua orang yang akan nyanyi dan foto bareng IU,"
"GUE!! HARUS GUE POKOKNYA!!"
"BURUAN WOY!! GUE UDAH GAK SABAR INI!"
"Sabar elah! Dangsin-eun du gaeui seolyuleul chwihal su issseubnida," Dylan mempersilahkan IU untuk mengambil dua gulungan kertas yang berisi nama-nama siswa.
IU pun mengambilnya dan memberikannya pada Dylan. Mendadak suasana di lapangan itu sepi. Harap-harap cemas menanti siapa yang beruntung.
"Gue deg-degan, euy. Apalagi ada Milea di samping gue,"
"ELAAH!! BURUAN WOY!! NGEBUCIN MULU LO!!"
"Iya iya. Sirik amat lo. Nih, Neng, bantuin buka satunya,"
Dylan memberikan satu gulungan kertas pada Milea. Milea pun membukanya dan memperlihatkannya pada Dylan.
"UWU!!" Seru Dylan lalu membuka gulungan kertas yang ada di tangannya.
"ASTAGHFIRULLAH!! CANDAAN MACAM APA INI?!" Jerit Dylan.
"KENAPA WOY?! SIAPA?"
"Bacain sama-sama ya, Neng?!"
"Iya,"
"DYLAN KAMPRET!! CEPETAN WOY, SIAPA?!"
"BURUAN ELAH!!"
"AFNAN DAN ZIRA!!!" Seru Dylan dan Milea.
"Lo, Nan," ucap Yusuf pada Afnan.
"Buset dah. Sama Zira pula. Pantes tuh bocah kaget," komentar Adam.
"Maju!" Suruh Farel.
"Males gue. Mau ngapain?"
"Ya, nyanyi sama fotolah! Sana lo! Sama Zira noh, pujaan hati lo," balas Adam lalu mendorong pelan bahu Afnan.
"Bang Afnan, ayo maju! Zira mau nyanyi sama idol kesukaan Zira," girang Zira menghampiri Afnan.
"Gak bisa nyanyi, males," bohong Afnan membuat Zira lesu.
"Ya udah, sama Abang Yusuf aja mau?" Tawar Yusuf.
"Mau, ayok!" Semangat Zira hendak menarik Yusuf, namun dicegah oleh Afnan.
"Sama aku," cegah Afnan lalu menarik lengan baju Zira menuju panggung.
"Yeu tu bocah cemburuan,"
"Gak nyangka gue, kalian yang kepilih," kekeh Dylan.
"Ya udah, kalian mau nyanyi apa?"
"Nyanyi lagu Perfect. Bisa?" Tanya Zira begitu semangat.
"Of course. Geudeul-eun "Perfect" nolaeleul buleugo sip-eo?"
"Neè," balas IU tersenyum ramah.
"Okey, kalian bisa ambil posisi. Bang Afnan nyanyi atau main musik?" Tanya Milea.
"Gitar," jawab Afnan dan mengambil gitar.
Mereka bertiga pun mulai bernyanyi bersama dengan petikan gitar dari Afnan yang begitu sedap di dengar.
"I am one of your fans. I really like all your songs," ucap Zira setelah mereka selesai bernyanyi dan berfoto.
"OMO!! Thank you so much,"
"You are welcome. Keep working. I always support you,"
Terlihat dari wajah IU, idol kesukaan Zira itu sangat senang. Bahkan sampai memeluk Zira. Begitu pula dengan Zira yang juga sangat bahagia.
Farel dari ujung lapangan tersenyum tipis melihat adiknya itu bahagia. Dia senang bisa mengabulkan keinginan Zira untuk bertemu IU.
Mata Farel memicing guna menajamkan penglihatannya saat melihat seseorang yang tak asing baginya. Farel sangat yakin, bahwa ia tak salah orang, membuat tangannya mengepal marah hingga wajahnya memerah. Untungnya tak ada yang melihat ia seperti itu.
"HUU!!ZICOOOO!! Aku padamu!!" Sorakan ramai itu menyadarkan Farel dari amarahnya.
Melihat ke atas panggung. Ternyata penyanyi solo Zico sudah berada di sana menyapa mereka.
Tak lama kemudian, mereka memulai penampilannya dengan membawa beberapa lagu.
"Nia, itu beneran Zico? Zico idol aku?!" Di sisi lain ada Fisha yang tak menyangka idol kesukaannya di undang.
__ADS_1
"Beneran Sha. Bang Farel bener-bener undang Zico,"
"AAAA ZICOOOO!!" Jerit Fisha dengan perasaan senang yang tak bisa ditutupi.
Terlebih lagi saat Zico membawakan lagu kesukaannya, Any Song dan diiringi dance.
"Selanjutnya nih, gue gak tau kenapa, tapi Farel mau nyampein sesuatu ke Zico. So, buat Farel, gue persilakan naik!"
"FAREL GAK KALAH GANTENG DARI ZICO!!"
"AKU TETEP PILIH KAMU KOK, REL, DIBANDING ZICO!!"
Teriakan-teriakan itu terus saling menyahut saat Farel berjalan menaiki panggung.
"Annyeonghaseyo. Annyeonghi jumuseyo," sapa Farel sebagai bentuk formalitas.
"Annyeonghaseyo. Neodo jalja,"
"My name is Farel,"
"Yeah, I still remember you. You invited me directly,"
"Ooh, jadi Bang Farel langsung yang undang Zico,"
"Kok Farel inisiatif ngundang Zico secara pribadi?"
"Sha, Bang Farel undang Zico buat lo, deh, kayaknya,"
Bisikan-bisikan mulai terdengar samar. Semua yang hadir mulai berspekulasi sendiri.
"Yes, it's me. I wanna say, Anyone wants to say hello to you," Farel bersuara, membuat suasana kembali fokus.
"Really?"
"Hm. Nafisha boleh maju," panggil Farel membuat para gadis menjerit histeris iri pada Fisha karena diperhatikan oleh Prince School.
"Aku? Aku yang dipanggil Gus Farel?" Tanya Fisha tak menyangka.
"Waah,, ada apa tuh sama Abang gue? Maju lo sana, Sha! Keburu Bang Farel berubah pikiran," balas Nia yang diangguki Fisha.
Tak mau membuang waktu, Fisha pun segera naik ke atas panggung dengan senyum yang mengembang. Tentu ia tak mau melewatkan kesempatan untuk bersapa ria gratis bersama idolnya.
"Ooh, ternyata Farel undang Zico buat Fisha. Tapi kenapa sampe sebegitunya?"
"Bang Farel sama tu murid ada hubungan apaan?"
"Mengiri deh, baru juga jadi warga sekolah, udah langsung dapet perhatian Farel,"
"Hello!" Sapa Fisha malu, ia tak lagi peduli dengan ghibahan para murid yang penuh rasa iri.
"Hai. What is your name?" Zico tersenyum ramah pada Fisha.
"Nafisha. My name is Nafisha,"
"Oh. Nice to meet you, Nafisha,"
"Me too. I adore you so much," ucap Fisha lagi-lagi dengan senyum malunya. Sedangkan Zico terkekeh melihat fansnya itu.
"Thank you so much. Do you want to take a picture with me?"
Fisha membulatkan matanya tak percaya saat bias-nya mengajak berfoto lebih dulu.
"Of course!"
Mereka berdua pun mulai berfoto bersama dengan Dylan sebagai fotografernya. Ingin menolak, tapi sudah ditatap tajam duluan oleh Farel.
"Farel, come here! Let's take a photo together!" Ajak Zico pada Farel yang membuat Farel mau tak mau harus ikut berfoto. Jadilah mereka berfoto bertiga.
Senyum Fisha tak henti-hentinya mengembang tanda ia sangat bahagia. Impiannya terwujud dengan begitu mudah karena bantuan dari Gus misteriusnya itu.
"Thank you so much. I'm so so happy!!"
"Mee too,"
***
Acara Zico telah berakhir. Tibalah penampilan RANDA Squad. Tak jauh-jauh, mereka juga menampilkan dance.
Mereka semua bersorak senang. Bagaimanapun, mereka berlima adalah pria idaman di SMA Khatulistiwa.
Mereka berlima dance diiringi lagu Closer. Dibantu para dance cowok dan cewek dari pihak kelas untuk meramaikan.
Suara tepuk tangan kembali terdengar dari para murid. Banyak yang bersorak senang.
"FAREL!! GUE JATUH CINTA TERLALU DALAM SAMA LO!! TANGGUNG JAWAB!!"
"AFNAN!! BAWA GUEE!!"
"DYLAN GUE SIAP JADI PELAKOR!!"
"YUSUF GUE!!"
"ADAAM JEMPUT GUE KE SANA!!"
"FAREL MUKANYA DATAR TAPI LOVE YOU POREPER!!"
Tiba-tiba suasana hening saat lampu yang menyorot di atas panggung mati.
"WOY KENAPA TUH WOY?!!"
"JANGAN BUAT GUE JANTUNGAN WOY!!"
Suara musik terdengar. Lampu kembali hidup menyorot sosok pria yang berdiri di atas panggung.
"WOY ITU FAREL WOY!!"
"GILA!! FAREL BANYAK KEJUTANNYA!!"
"KAK FAREL HALALIN AKU SEKARANG!!"
"FAREL TUMBEN BANGET MAU SOLO DANCE!! BIASANYA JUGA OGAHAN!"
Suara musik semakin terdengar jelas. Farel pun mulai melakukan gerakannya.
Suara sorak sorai semakin menggema saat tau Farel dance dengan beberapa lagu yang di collab.
***
Acara telah selesai tepat saat pukul dua belas malam, pergantian hari. Semua bubar untuk kembali ke rumah masing-masing. Termasuk Farel dan teman-temannya.
"Gue duluan," ucap Farel memakai helm nya.
"Kemana lo? Gak bareng? Gak ke markas?"
"Urusan. Ntar nyusul,"
"Serah deh. Ya udah, sono!"
"Hm. Assalamu'alaikum," ucap Farel dan langsung membawa laju motornya menelusuri jalan raya di malam yang gelap gulita.
Tbc...
Apa saja memang bisa terjadi di dunia fiksi😭🤣
__ADS_1
^^^#as.zey^^^