
Sekarang sudah jamnya istirahat. Bel istirahat pun sudah berbunyi sejak lima menit yang lalu. Di sinilah sekarang RANDA Squad. Kantik di pojokan tempat biasa mereka duduk.
"Senangnya dalam hati, oy!!" Nyanyi Dylan sambil memukul-mukul meja.
"Punya bini dua, eey!!" Sambung Yusuf yang langsung mendapat jitakan di kepalanya dari Dylan.
"Apa, sih?!"
"Liriknya salah, Dugong!"
"Seterah gue dong,"
"Terserah bukan seterah. KBBI lo minus," koreksi Dylan lagi. Dylan itu memang ahli dalam bahasa.
"Komen aja lo! Hidup, hidup gue juga,"
"Gue tuh se--"
"Den, ini makanannya. Kalau mau tambah pangggil Mpok aja, ya?!" Ucap pedagang yang biasa menjadi langganan mereka.
"Siyap, Mpok Mimi. Makasih ya," jawab Adam. Setelah mereka makan dengan khidmat dengan sesekali Dylan yang usil pada Afnan.
"Bakso gue Dylan!" Murka Afnan.
"Gwa bwoleh pewlit! Kubwurannya sempwit," jawab Dylan dengan mulut penuh.
Farel memasukkan sebiji bakso ke mulut Farel secara paksa, "Gak berkah!"
Dylan mengunyah habis makanannya dan menyengir, "Maap maap,"
"Bang, dipanggil Pak Jarwo, disuruh ke ruang OSIS," ucap Nia datang bersama Fisha dan dengan santainya menyerobot bakso Farel yang sisa setengah.
Satu sekolah tidak tahu hubungan mereka. Saat mereka ditanya tentang hubungannya, mereka lebih memilih diam dan tak peduli.
"Ngapain?" Tanya Adam.
Nia menggeleng, "Gak tau,"
"Belum makan?" Tanya Farel mengusap bibir Nia, adiknya yang makan dengan belepotan itu.
"Sarapan tadi. Nia baru keluar kelas. Ditahan guru," jawab Nia. Segalak-galaknya dan sekasar-kasarnya Nia, dia akan menjadi sosok yang manja dan lembut pada Farel.
"Mau tambah?" Tanya Farel lagi.
Nia menggeleng. "Lupa bawa uang. Kecuali kalo Abang bayarin, baru Nia mau,"
Farel mengangguk dan mengeluarkan uang merah dua lembar dan satu lembar uang biru.
"Sekalian bayar," ucap Farel yang diangguki Nia.
Tanpa kata lagi Farel langsung berlalu setelah mengusap kepala Nia diikuti oleh sahabat-sahabatnya.
"Giliran sama Farel aja lembutnya udah kek pantat bayi. Tapi kalo sama gue, nauzubilah kek setan," ucap Dylan dan langsung berlari sambil tertawa keras.
"DYLAN SETAN!! DYLAN BRENGSEK!! LIAT AJA LO BAKAL GUE ADUIN! DASAR SETAN!" Teriak Nia yang semakin membuat dirinya menjadi pusat perhatian.
"Ya, jangan teriak!" Nasihat Fisha membuat Nia menyengir.
"Lagian tuh orang buat darah tinggi aja,"
"Kamu harus bisa menahan emosi kamu. Orang yang gampang marah itu temannya setan,"
__ADS_1
"Lo kok jadi kayak Bang Dylan, sih?!" Kesal Nia membuat Fisha terkekeh.
"Ingat firman Allah, Ya. Yaitu orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan emosi marahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Qur'an surah Ali Imran ayat 134," jelas Fisha yang membuat Nia mengangguk.
"Makasih ya, Sha, udah ngingetin gue,"
Fisha tersenyum. "Sama-sama. Memang begitukan seharusnya dengan teman? Saling mengingatkan,"
Nia tersenyum smirk, "Bolehlah buat kandidat jadi Kakak ipar,"
***
Di sisi lain, kini RANDA berada di ruang OSIS. Duduk berhadapan dengan Pak Jarwo selaku guru WAKASIS.
"Bapak minta tolong sama kalian. Tolong bantu anak OSIS untuk mempersiapkan acara sekolah," ucap Pak Jarwo.
"Kenapa kita, Pak? Biasanya juga enggak. Apa kita baru diakui sebagai murid?" Tanya Dylan sok dramatis.
"Kamu itu aneh-aneh saja. Tentu saja tidak. Ini karena perayaan ulang tahun sekolah tahun ini lebih mewah. Ketua yayasan alias Pak Hutama alias Abah Farel berniat mengundang penyanyi papan atas,"
"Biasanya kan emang ngundang artis,"
"Iya. Tapi kali ini kita juga akan mengundang penyanyi asal korea,"
"APA?!" Teriak Dylan dan Yusuf heboh.
"Makanya itu, kami butuh kalian. Bapak ingin Farel, Afnan dan Denta pergi langsung ke korea untuk mengundang mereka,"
"Dalam waktu seminggu?" Tanya Afnan.
"Iya, Bapak yakin kalian bisa. Terlebih dengan kekuasaan yang orang tua kalian miliki,"
"Kalau Farel sama Afnan tugasnya itu. Kita yang lain?"
"Yang diundang?" Lagi-lagi Afnan bertanya mewakili Farel yang hanya diam membisu itu.
"Nah itu tugas kalian juga. Kalian yang pilih. Yaa, minimal 2 atau 3 orang lah,"
"Ada lagi?" Tanya Farel malas.
"Tidak. Kalian berangkat hari ini setelah zuhur,"
"KOK MENDADAK?!"
"Bukan mendadak. Lebih tepatnya saat itu kalian tidak masuk sekolah dan saya baru ingat untuk memberi tau hari ini. Kalian saja yang sering bolos,"
"Ih, Bapak mah,"
"Assalamu'alaikum," ucap Farel lebih memilih untuk menghentikan perdebatan itu.
"Wa'alaikumussalam. Bapak harap kalian melalukan yang terbaik,"
"Siyap, Pak! Bapak bisa ngandelin kita," dan setelah itu RANDA benar-benar hilang dari penglihatan Pak Jarwo.
"Buset dah dadakan amat," gerutu Dylan.
"Kita mau ngundang siapa? Gue gak tau artis korea," tanya Afnan.
"Nia dan Zira," jawab Farel bermaksud agar meminta rekomendasi artis dari kedua adiknya yang gila korea itu.
"Gue ke kelas Zira," ucap Afnan dan langsung berlari menuju kelas gadis pujaan hatinya itu.
__ADS_1
"WOY! JANGAN MACEM-MACEM LO! ENTAR DISUNAT SAMA PAWANGNYA!" Teriak Adam yang hanya diacungi jari tengah oleh Afnan.
"Kita ke kelas aja minta rekomendasinya. Lo sendiri ke kelas Nia?" Tanya Adam yang hanya diangguki Farel dan langsung memisahkan diri.
"Kak Farel ngapain? Mau ketemu aku, ya?"
"Kak Farel senyum dong!!"
"Aaaa calon imam gue!!"
Teriakan-teriakan gila terdengar jelas di telinga tajam Farel namun dirinya memilih tetap acuh.
"Dek," panggil Farel menghampiri meja adiknya yang duduk anteng bersama Fisha tanpa memperdulikan tatapan murid di kelas.
"Kenapa Bang?"
"Rekomendasi penyanyi Korea," jawab Farel duduk di hadapan mereka.
"Dean. Alias Hyun Kwon. Ya Allah, itu ganteng banget,"
"Zico! MasyaAllah, suami masa depan,"
Nia dan Fisha menjawab dengan begitu antusias secaraa bersamaan. Lain halnya dengan Farel yang mengerutkan keningnya. Apakah gadis polos di hadapannya ini juga pecinta Korea?
"Lo juga suka Korea, Sha?" Tanya Nia yang dijawab anggukan antusias oleh Fisha.
"Eh, tapi ini penyanyi solo atau grup?" Tanya Nia.
Farel mengangkat bahunya acuh. "Abang balik. Assalamu'alaikum,"
"Wa'alaikumussalam," tanpa mau banyak bicara lagi pun Farel langsung pergi meninggalkan kelas adiknya itu.
"Gimana?" Tanya Afnan saat mereka bertemu di koridor kelas XII.
"Dean,"
"Dean yang Hyun Kwon itu?" Tanya Afnan memastikan yang hanya diangguki Farel.
"Lo?" Tanya Farel.
"Zira cuma minta IU. Penyanyi solo, cewek," jawab Afnan yang diangguki oleh Farel.
"Jadi cuma dua, nih?" Tanya Afnan lagi.
"Nanti gue cari,"
"Gimana Rel, Nan?" Tanya Adam saat mereka sudah duduk di kelas.
"Udah. Kalian? Siapa?"
"Udah, dong! Deddy Caknan sama Via Valen. Tapi pakai DJ Dipha Barus. Gimana menurut kalian?"
"Bagus, tuh. Gue sering denger anak-anak heboh sama DJ itu," jawab Denta si KETOS.
"Gimana Rel?"
"Hm," jawab Farel tanda dia setuju.
"Farel, Afnan, Denta, kalian harus bersiap sekarang. Waktu kalian beberes tinggal sejam setengah," ucap Buk Sasi masuk ke kelas.
Mereka bertiga mengangguk dan bangkit dari duduknya. Setelah mengucapkan salam, mereka pun langsung pergi.
__ADS_1
Mereka pulang ke rumah masing-masing terlebih dahulu untuk mengambil baju. Nanti mereka akan berkumpul di rumah Farel. Karena mereka akan pergi bersama asisten pribadi Hutama agar lebih cepat menemukan idol yang mereka cari.
Tbc...