Nafsu Atau Cinta

Nafsu Atau Cinta
Arthur Sang Casanova


__ADS_3

Happy reading


"Sayang," teriak seorang wanita yang langsung masuk ke dalam ruangan itu tanpa mengetuk pintu


Deg


"Sayang," batin Gloria.


Arthur menggeram kesal, dengan terpaksa ia melepas tautannya dari bibir Gloria dengan kesal.


"Sayang aku kangen sama kamu."


"Aku dengar kamu ke sini jadi aku samperin kamu," lanjut wanita itu.


Sedangkan Gloria menatap sendu Arthur ia pikir Arthur sudah tak punya wanita lain selain dirinya.


"Dia bukan siapa-siapa aku," ujar Arthur menatap Gloria.


"Aku harap begitu," lirih Gloria menyandarkan kepalanya didada Arthur.


"Sayang..."


"Hmm?"


Arthur membalikan kursi itu dan betapa terkejutnya wanita itu saat melihat Arthur sedang memangku Gloria dengan posisi sangat intim apalagi Arthur tak menolak untuk memangku Gloria. Padahal selama ini ia tak diperbolehkan untuk duduk dipangkuan Arthur.


"Dia siapa?" tanya wanita berbaju ketat itu.


"Pacar gue," jawabnya santai tak lupa tangannya mengelus rambut Gloria dengan lembut.


"Tapi aku..."


"Lu cuma wanita satu malam gue, jadi jangan berharap lebih dari itu," tegas Arthur pada wanita itu.


"Tapi gue cinta sama lu, dan lu juga yang udah ambil kesucian gue," ucap wanita itu yang membuat Gloria sakit hati.


"Ternyata bukan cuma gue yang lu rusak ya Ar!!!" batin Gloria dengan sakit.


"Hah... Lu sudah gak suci lagi saat gue jamah, lu pikir gue bodoh bisa lu bohongi?" tanya Arthur yang masih mengelus rambut Gloria.


"Tapi lu lihat kalau saat itu gue masih berdarah," elak wanita itu.


"Hahaha lu pikir gue gak tahu saat itu lu menggigit jari tangan lu sendiri. Dan satu lagi gue bukan pemain amatir yang gak tahu mana yang masih bersegel dan yang udah longgar bekas orang," sinis Arthur pada wanita itu.


"Tapi kamu gak bisa semudah itu kamu campakin aku, dan pasti semua ini gara-gara kamu perempuan ini kan?" tanya wanita itu hendak menarik rambut Gloria tapi langsung ditahan oleh Arthur dan menghempaskannya begitu saja.


"Jangan lancang Klarisa!!" bentak Arthur pada wanita yang di ketahui namanya Klarisa itu.


"Keluar kamu dari sini," usir Arthur pada Klarisa.


"Dasar cewek pelakor, urusan kita belum selesai ya!!" teriak Klarisa menutup pintu ruangan itu dengan kasar yang membuat Gloria kaget dipelukan Arthur.

__ADS_1


"Honey...."


"Dia siapa?" tanya Gloria tanpa memandang Arthur.


"Dia Klarisa," jawabnya.


"Klarisa siapa?" tanya Gloria.


"Hufftt kamu gak akan marah kan kalau aku jujur siapa aku sebenarnya?" tanya Arthur.


"Heem."


"Kamu tahu namaku Arthur Bara, aku seorang pemain wanita. Aku adalah seorang casanova," ujarnya tanpa ditutupi karena itu memang benar.


"Sejak kapan?" tanya Gloria yang tak terkejut akan hal ini.


"Sejak aku kuliah semester 1," jawabnya jujur.


"Aku tahu aku pria nakal, tapi aku tak pernah merenggut keperawanan perempuan yang pernah aku tiduri hanya kamu saja sampai sekarang," lanjutnya.


"Apa karena aku masih virgin kamu mengikatku dengan hubungan ini Ar?" tanya Gloria dan diangguki oleh Arthur.


"Aku nyaman denganmu, walau kita masih berberapa hari bersama aku sudah terbiasa denganmu. Sikapmu, cara bicaramu, dan pedangku langsung merangsang saat menyentuh kamu. Tak seperti wanita sebelumnya," jawabnya.


Gloria mengangkat kepalanya dan menatap mata Arthur yang tak terlihat kebohongan disana.


"Kamu mau berubah?" tanya Gloria mengelus rahang Arthur lembut.


Gloria tak bisa begitu saja menyalahkan Arthur karena kesucianya hilang. Ia juga salah kenapa bisa bisanya mabuk dan tak sadar apa yang telah dilakukan.


"Berhenti bermain perempuan, berhenti buat jelajahi gua perempuan lagi," jawab Gloria dengan serius.


"Aku gak bisa Honey, kegiatan itu sudah menjadi rutinitas buat aku," balas Arthur yang tak bisa.


"Kamu bisa Ar, cobalah dengan perlahan."


Arthur menggeleng dan menjatuhkan wajahnya di dada Gloria yang sangat empuk itu.


"Selama kamu pacaran sama aku, kamu ada pernah masukin terong kamu ke apem lain?" tanya Gloria pada Arthur yang langsung menggeleng.


"Sejak malam itu aku hanya memasuki punyamu itu gak ada yang lain," jawabnya jujur.


"Bener ya gak bohong?" tanya Gloria.


"Iya honey," jawabnya.


"Oke aku akan berusaha ajarin kamu buat berheti main gua lagi," ujar Gloria.


"Gak mau, aku sudah mulai ketagihan sama apem kamu gak bisa gitu aja kamu mau berhenti," jawab Arthur tak terima.


"Hufftt kamu belum berhenti buat masukin aku Arthur, tapi jatah kamu aku yang atur," ucap Gloria.

__ADS_1


"Caranya?"


"Dulu biasanya kamu main berapa hari sekali?" tanya Gloria pada Arthur.


"Hampir tiap hari," jawabnya.


"Gue dapat bekas dong," batin Gloria menangis.


"Gak takut kena HIV?" tanya Gloria menatap Arthur.


"Aku sudah konsultasi ke dokter 2 minggu sekali Honey dan aku sehat," jawabnya.


"Kamu buangnya dimana?" tanya Gloria sedikit vulgar.


"Di luar honey, cuma kamu yang aku masuki benih aku tapi yah belum jadi aja," jawabnya lagi. Tak ada kebohongan lagi yang harus ia sembunyikan.


"Bagus, setidaknya kamu gak tebar benuh dimana mana."


Ucapan Gloria yang membuat sudut bibir Arthur tertarik. Ternyata Gloria bisa seperti ini juga. Sangat manis.


"Oke sekarang aku jadwal kasih jatah kamu seminggu 2 kali, gak ada toleransi lagi. Biar kamu gak keluar masuk gua lagi," tegas Gloria pada Arthur.


"2 kali!! Apa gue bisa, sehari gak melakukan itu aja udah buat gue gelisah terus," batin Arthur.


"Gimana Ar, setuju gak. Gue gak mau ya cowok gue pindah-pindah sarang. Lu masih jadi cowok gue, tapi jika kita sudah putus lu udah bebas lagi. Mau jadi kuda gila juga gue udah gak peduli," ujarnya lagi.


"3 kali seminggu gimana?" tawar Arthur.


"Gak 2 kali atau kita putus?" ancam Gloria.


"Gue sebarin video panas kita," baliknya mengancam.


"Ohh udah berani mengancam hmm. Sebelum lu sebar tu video gue udah keluar dulu dari sekolah," ujarnya.


"Jangan.... Gue gak mau kita putus," lirih Arthur mendekap tubuh Gloria.


"Iya gue terima. Tapi kalau gue pengen gimana?" tanya Arthur.


"Sabun kan banyak," jawabnya mengelus rambut hitam Arthur.


"Rasanya gak enak," jawabnya.


"Ar lu tuh masih 19 tahun, masa depan lu masih panjang. Berbuatlah yang bermanfaat dulu jangan cuma cewek dan cewek terus."


"Iya."


Mau tak mau Arthur mengiyakan ucapan Gloria. Ia mengiyakan karena ia juga masih muda. Bagaimana nasibnya nanti jika terus begini, apalagi mama papanya nanti.


"Aku mau sekarang..."


Bersambun

__ADS_1


Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏


__ADS_2