
Happy reading
Tak terasa ujian PAS sudah selesai, Arthur juga sudah pulang dari rumah sakit. Kini telah diumumkan libur akhir semester selama 2 minggu.
Kaki Arthur sudah berangsur pulih, ia sudah melepas gipsnya dua hari yang lalu.
"Honey," panggil Arthur berjalan dengan tongkatnya menuju meja rias. Dimana istrinya memakai cream malamnya.
"Kenapa ay?" tanya Gloria menatap suaminya.
"Tumben kamu pakai bedak malam malam?" tanya Arthur, karena tak biasanya istrinya itu memakai cream malam.
"Ini bukan bedak sayang, aku cuma mau ngilangin mata pandaku," jawabnya dengan senyum.
Arthur menatap istrinya itu dan benar saja jika kelopak mata istrinya itu sedikit menghitam. Apa itu karena istrinya kelelahan karena menjaganya? Atau karena belajar untuk PAS ini.
"Maaf ya, pasti gara-gara jagain aku kamu jadi lelah," ujar Arthur yang di jawab gelengan oleh sang istri.
Gloria menyudahi aktivitasnya dan mengajak suaminya kearah ranjang. Arthur hanya menurut sejak kakinya sakit itu ia tak seperti biasanya hingga membuat Gloria sedikit bingung akan sikap suaminya.
"Kenapa kamu berubah?" tanya Gloria menatap suaminya yang mulai naik keatas ranjang itu.
"Aku gak berubah honey," jawabnya.
"Kamu berubah Ay, kamu gak seceria dulu. Kamu lebih banyak diam dan berucap maaf dan makasih. Kamu sering pernah berkata tidak ada kata maaf dan makasih dalam hubungan ini kan? Tapi kamu lupa semua itu," ujarnya menatap sedih suaminya.
Gloria naik keatas ranjang dah meletakkan kepala suaminya di pahanya.
Arthur yang mendengar itu ikut sedih, sungguh ini bukan tipenya. Tapi karena kejadian beberapa hari lalu yang membuat Arthur seperti ini.
Arthur melihat ada seorang istri yang tega berbuat seenaknya kepada suaminya yang lumpuh. Bahkan sang istri membawa selingkuhannya ke ruang rawat suaminya yang cacat.
Saat itu Gloria masih berada di sekolah dan dia iseng berjalan jalan di rumah sakit. Sejak saat itu dia berubah.
"Aku takut kamu pergi ninggalin aku saat aku cacat begini honey," jawabnya menyembunyikan wajahnya dibalik baju piyama yang dipakai istrinya.
__ADS_1
"Berapa kali aku bilang kalau aku gak akan pernah tinggalin kamu hmm? Tulang kaki kamu itu cuma retak ayang bukan patah, jadi gak perlu khawatir ya. Kamu ini cemaskan berlebihan banget deh, jadi gini kan."
"Pasti kamu lihat sesuatu yang buat kamu jadi gini. Bilang apa yang terjadi?" tanya Gloria dengan lembut. Gloria membuka baju piyama yang menutupi kepala suaminya itu.
"Aku kemarin lihat ada istri yang berbuat jahat dengan suaminya yang lumpuh aku takut kamu akan seperti itu. Aku takut kamu ninggalin aku dan pergi sama laki laki lain," ujarnya dengan sendu.
"Ssttt itu orang lain bukan aku. Aku kan istri kamu, kamu suami yang paling aku cintai. Jangan berfikiran yang aneh-aneh ya," ujarnya dengan lembut.
"Maaf."
"Udah ih jangan bilang maaf terus, aku kangen sama kamu ay. Aku juga butuh kepuasan, seminggu ini kamu terus bersikap aku ini bukan istrimu lagi."
"Emang kamu gak kangen sama aku hmm?" tanya Gloria menelusupkan tangannya kedalam celana pendek Arthur.
"Asshhh honey aku belum bisa selincah kemarin," ujar Arthur mencegah tangan Gloria.
"Aku yang diatas ayang, lagi pengen nih. Udah seminggu lebih kita gak main," ujar Gloria dengan nada manja.
Mereka sudah terbiasa melakukan olah raga ranjang setiap malam. Jadi jika semalam saja mereka tak melakukan itu rasanya sangat berbeda.
Gloria senang setidaknya suaminya sudah kembali seperti Arthur yang ia kenal. Arthur sang raja mesumnya.
Arthur membaringkan tubuhnya dan membuka baju atasnya, Gloria yang melihat kembali tubuh Arthur itu menahan lidahnya kasar.
"Ayang pengen gigit boleh?"
"Terserah kamu," jawabnya dengan senyum.
Gloria yang mendapat izin dari suaminya itu langsung menggigit dada Arthur hingga menimbulkan bekas gigitan disana.
Gloria membuka baju piyamanya hingga ia hanya memakai bra dan underwear saja. Arthur yang kembali melihat itu menelan lidahnya kasar. Ternyata istrinya bisa seinisiatif ini jika ia tak berdaya.
"Awas saja jika aku sudah sembuh habis kamu Honey," batin Arthur.
Gloria naik keatas tubuh Arthur dan duduk diatas sana. Gloria yang memang sangat merindukan suaminya kembali itu langsung mencium bibir Arthur dengan ganas. Arthur hanya menerima dan membalas lum**an sang istri. Tangan kanannya mer*mas dada Gloria dengan satu tangannya menahan tengkuk leher Gloria.
__ADS_1
Setelah beberapa saat ciuman Gloria turun ke leher suaminya, hingga membuat Arthur yang ada dibawahnya itu menerimanya dengan senang hati.
"Ayang kok gak bangun-bangun?" tanya Gloria mulai menggesekkan miliknya yang masih terbungkus itu ke milik suaminya yang masih terbungkus pula.
Gloria yang tak kunjung mendapat apa yang ia mau itu mulai melepas celana suaminya hingga terlihatlah terong jambo milik suaminya yang sangat wah itu.
Dengan wajah bertemu Gloria mengelus terong itu dan sesekali memajukan mundurnya tangannya.
"Assshh Honey, shhh."
"Ayang aku merindukan ini, kamu merindukan miliki tidak?" tanya Gloria dengan nada menggoda. Ia juga membuka pakaian yang masih tersisa hingga keduanya p*los.
"Aku selalu merindukannya Honey, dan aku takut tak bisa memuaskanmu saat aku masih sakit," jawabnya yang sudah terbakar ******. Tangannya mere mas dada Gloria dengan sensual.
"Aku masukin boleh?" tanya Gloria pada suaminya.
Arthur yang sudah tak kuasa untuk menolak itu mulai mengangguk. Hingga terjadilah adegan malam yang sangat memabukkan mereka berdua. Suara desa han dan era ngan di kamar itu membuat suasana makin syahdu.
"Ahh honey ini love you," bisik Arthur membalik tubuh mereka walau ia harus merasakan ngilu di lututnya.
"Love you tu ayang ahh teruskan," jawabnya dengan senyum yang mengembangkan, ia mengecup rahang Arthur yang sangat gagah dimatanya.
"Aghh."
Akhirnya mereka sampai dipelepasan masing masing, Arthur abrik diatas tubuh istrinya dengan inti yang menyatu.
"Terima kasih honey "
"Hmmm, yuk tidur aku dah ngantuk," ajak Gloria yang sudah memejamkan matanya.
Arthur melepas penyatuan itu dan membersihkan terangnya dengan tisu begitupun apem sang istri. Setelah selesai ia menarik selimut dan ikut berlayar kedalam mimpi.
Bersambung
Udah jangan banyak banyak kasihan tetangga.
__ADS_1