Nafsu Atau Cinta

Nafsu Atau Cinta
Bar


__ADS_3

Happy rending


Setelah seharian berkutat dengan buku, akhirnya jam yang ditunggu-tunggu para siswapun akhirnya datang yaitu jam pulang.


Gloria yang sudah ditunggu oleh suaminya didepan gerbang itu segera pergi dari kelas. Gloria tentu tak mau kejadian dimana aksi merajuk suaminya kala itu terulang lagi.


Gloria langsung masuk kedalam mobil dan ternyata suaminya tak ada didalam.


"Kemana dia?" tanyanya dalam hati.


Tak lama akhirnya Arthur datang dengan plastik ditangannya.


"Honey, aku gak tahu kamu udah masuk," ujarnya seraya mengecup kening Arthur.


"Darimana ay?"


"Beli ini, aku lihat tadi ada yang jual jadi aku beli," ujarnya memperlihatkan martabak dwngan toping melimpah itu.


"Ayang mau ya," pintanya langsung ngiler melihat itu.


"Aku beliin juga buat kamu honey, dan satu lagi buat Mama dia juga pesen tadi tapi topingnya gak sebanyak ini," ujarnya menujuk toping martabaknya.


"Makasih ayang," ucapnya seraya mengecup pipi suaminya.


Gloria membuka box martabak itu dan menyuapkannya kemulut Arthur.


"Ayang buka mulutnya," ucap Gloria dan dengan senang hati Arthur menerima suapan dari tangan sang istri.


"Enak," ucapnya.


"Heem, dulu tempat itu jadi langganan aku setiap pulang sekolah. Tapi lama-lama bosen dan ini kali pertama setelah vakum berberapa saat aku gak makan."


"Rasanya masih sama, enak."


Mereka memakan martabak itu hingga habis, Arthur menghentikan mobilnya dan membuang bungkus martabak itu.


"Tadi belajar biologi tentang alat reproduksi kan?"


"Kok tahu?"


Arthur hanya tersenyum dengan manis, ia masih ingat saat istrinya belajar kemarin dan tertera bab alat repro*uksi.


"Eh ay," panggil Gloria.


"Apa?"


"Kamu gak pernah ada tugas ya dikampus?" tanya Gloria.


"Kenapa?"


"Karena aku gak pernah lihat kamu nugas ay, aku gak mau kamu gak lulus cuma gara gara tugas," ujar Gloria menyandarkan kepalanya dipundak Arthur.


"Aku selalu kerjain tugas aku kok honey, setiap kelas selesai aku selalu kerjain tugas, lagian kelasku gak sampai jam 12 jadi aku bisa ke perpus sebentar buat ngerjain tugas sebelum jemput kamu," ujarnya dengan senyum. Ia senang setidaknya sang istri mengkhawatirkan pendidikannya.


"Oh gitu, syukurlah kamu masih menjalankan kewajibanmu," ujar Gloria.


"Kamu besok senin juga ujian kan?" tanya Arthur seraya mengelus surai lembut sang istri.


"Heem."

__ADS_1


"Kamu harus belajar yang rajin supaya nilai kamu juga bagus," ujar Arthur dengan lembut.


"Kalau nilaiku jelek gimana? Mengingat berberapa bulan ini aku tak belajar dengan baik?"


"Minimal kamu gak ada di rengking bawah honey, aku uah cukup senang dengan kamu belajar yang giat," ujarnya dengan senyum.


"Aku akan berusaha untuk tak membuat keluarga Papa malu karena mantunya yang tak pintar ini," batinnya.


Drttt


"Ponsel kamu bunyi," ucap Gloria seraya memejamkan matanya.


Arthur mengangkat ponselnya tak lupa ia memasang earphone agar istrinya tak terganggu.


"Hmm?"


"Maaf tuan, tapi ada perusahaan asing yang ingin membeli bar kita yang ada di kota ini."


"Siapa itu?"


"PT Burhana Crop pak."


"Dia lagi?"


"Pak dia ingin melakukan negosiasi dengan Anda nanti malam di bar pak."


"Siapkan semuanya, aku mau melihat seberapa jauh dia melakukan itu," jawabnya.


Setelah mendapat balasan dari seberang Arthur langsung mematikan panggilan itu.


"Siapa ay?"


"Kenapa gak kamu jual saja?" tanya Gloria.


Arthur mengelus rambut sang istri seakan. memberikan pengertian.


"Bar itu adalah tempat pertama kita bertemu honey, dimana kamu mabuk dan memanggilku sangat tampan. Dimana kamu juga menyebut Zain brengsek karena sudah menolak cintamu hmm? Aku tak akan pernah melupakan itu semua honey, dan dengan seenak jidat orang itu ingin membeli bar yang sudah menyatukan kita? Big no!!"


Gloria tak menyangka jika suaminya masih mengingat hal dimana ia mabuk dan terjadilah malam panas itu dengan Arthur.


"Terima kasih masih mengingatnya ayang."


"Hmm."


"Terus rencana kamu gimana?" tanya Gloria.


"Aku akan menemuinya malam ini dibar," jawabnya jujur diantara mereka memang tak boleh ada yang namanya rahasia.


" Aku ikut ya."


"Jangan honey, bar hukan tempat kamu. Biar aku yang menyelesaikannya sendiri. Kamu tunggu saja dirumah oke," ujarnya dan diangguki oleh Gloria.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam harinya, Arthur sudah siap dengan pakaian santainya. Walau sedikit susah membujuk istrinya tadi, tapi akhirnya dibolehkan dengan syarat jam 9 sudah ada di rumah.


"Hati-hati ya ay, awas aja kalau sampai kegida sama cewek di bar. Aku potong terong kamu agar gak bisa lagi dipake," ancamnya dengan suara tak main main.


Sontak saja Arthur langsung memegang asetnya dengan cepat tak bisa dibayangkan jika terongnya dipotong nanti tinggal pangkal dong.

__ADS_1


"Iya honey, janji jam 9 udah di rumah."


"Janji ya."


"Iya honey, aku usahain."


Arthur memeluk tubuh mungil sang istri dan mengecup keningnya.


Arthur yang sudah mendapat izin langdung prgi menuju bar. Bar dimana tempat pertama pertemuannya dengan sang istri.


Setelah sampai di bar, ternyata asistennya sudah ada disana dan menunggunya.


"Dimana dia?"


"Ada diruang VIP tuan," jawabnya sopan.


Mereka berdua berlalu menuju ruang VIP yang ada dilantai 2 bar itu. Sampainya di lantai atas Arthur melihat seorang laki-laki dengan dua wanita seksi disampingnya.


"Dasar tua bangka, masih aja suka main," batin Arthur.


"Maaf menunggu lama tuan Burhan," ucap Arthur dengan datar.


"Oh tuan Arthur, senang bertemu dengan Anda. Silahkan duduk, tuan. Laila layani yuan Arthur," ucap Burhan sang orang tua berusia 52 tahun.


"Maaf tapi saya yidak seperti Anda yang mengkhianati istrinya hanya untuk bersenang senang. Waktu saya sangat berharga, bisa langsung to the poin saja?"


"Oh ternyata Anda sudah menikah tuan, selamat kalau begitu," ucapnya dengan santai.


"Anda pasti tahu jika kedatangan saya ke sini ingin membeli bar ini. Saya merasa tertarik dengan interior dan nuansa dalam bar ini, saya bisa membayar berapapun yang kamu mau asal kamu menjual bar ini," jawabnya.


"Maaf saya tidak bisa menjuL bar ini. Saya mohon Anda mengerti tuan, bar ini adalah tempat paling bersejarah buat saja."


"Oh begitu, tapi saua sudah terlanjur tertarik," jawabnya.


"Anda bisa membeli bar milik orang lain yang memiliki konsep hampir sama dengan punya saya tuan. Mereka akan memberikan harga murah untuk Anda."


Tuan Burhan sedikit berfikir, benar juga apa yang diomongkan Arthur kan dia bisa mengubah suasana bar itu.


"Maaf tuan."


"Tak apa tuan Arthur, saya paham. Oke saya akan membatalkan rencana saya untuk membeli bar ini."


Setelah berbincang lama akhirnya mereka sampai dipenghujung percakapan.


"Maaf tuan, saya tidak bisa lama karena istri saya menunggu saya dirumah," ujar Arthur.


"Oh, rupanya Anda adalah suami takut istri ya tuan."


"Ya begitulah, takut lagi jika tak diberi jatah. Saya juga sangat mencintainya tuan," ujarnya degan senyum


Arthur keluar dari bar itu dengan perasaan senang, ternyata cukup mudah menolak tuan Burhan.


Arthur mengendarai mobilnya menuju mansion dengan kecepatan penuh, ia tak sabar untuk bertemu istrinya.


Tapi ditengah perjalanan ia harus mengalami musibah dimana ada truk yang melaju dari arah berlawanan hingga membuat Arthur yang mengendarai mobil itu membanting stirnya ke kanan hingga menabrak pembatas jalan.


Bersambung


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!

__ADS_1


📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur


__ADS_2