Nafsu Atau Cinta

Nafsu Atau Cinta
Ucapan Terima Kasih


__ADS_3

Happy reading


"Ayang bangun......."


Gloria yang sudah selesai mandi itu membangunkan sang suami yang masih bergelut dengan selimutnya.


Bukannya bangun Arthur malah semakin mengeratkan selimutnya. Gloria yang melihat itu langsung menarik selimut itu hingga tubuh polos Arthur tampak jelas di mata Gloria


"Dingin honey," lirihnya mencari guling yang ada disampingnya itu untuk menutupi terongnya.


"Bangun ayang, udah pagi."


Dengan perlahan Arthur membuka matanya dan menatap istrinya dengan senyum.


"Kiss me please honey."


"Kamu belum mandi, aku gak mau cium kamu."


"Honeyyy......"


Gloria menggelengkan kepalanya pertanda tak mau, sedangkan Arthur yang mendapat gelengan dari sang istri itu hanya bisa menahan kesal.


Dengan langkah gontai Arthur menuju kamar mandi dengan terong yang melambai ke kanan dan ke kiri.


"Untung suami gue lu," gumamnya merapikan tempat tidur itu. Dan mengganti seprainya.


Tak lama bergelut dengan peralatan mandi, Arthur keluar dari dan melihat sang istri sedang mengeringkan rambutnya itu.


Arthur memakai pakaian yang sudah disiapkan Gloria untuknya, setelah selesai berganti Arthur berlalu menuju meja rias dan memeluk istrinya dari belakang.


"Kiss," manjanya.


Gloria yang mendengar itu membalikkan badannya dan mengecup bibir tebal suaminya seraya melu matnya singkat.


"Parfum aku mana honey?" tanya Arthur mencari parfumnya yang biasa ia pakai.


Gloria mengambilkan parfum beraroma mint yang berharga jutaan itu pada suaminya.


"Makasih," ujarnya seraya mengecup kening sang istri.


Setelah selesai semuanya, Gloria dan Arthur mengambil tas masing-masing. Mereka keluar dari kamar menuju ruang makan.


Makanan yang sudah dimasak Gloria tadi masih cukup hangat untuk mereka makan.

__ADS_1


"Hari ini aku ada kelas sampai sore kamu mau dijemput Nabila atau naik taksi?" tanya Arthur seraya menyuapkan makanannya.


"Naik taksi aja, kasian sama kak Bila kalau suruh njemput. Emang aku majikannya!"


"Ya kan bisa aku minta tolong, atau kamu mau minta pak basri aja buat jemput?" tanya Arthur dan dijawab gelengan oleh Gloria.


"Kasihan kalau disuruh bolak balik, mending aku pulang pakai taksi Ay," jawabnya.


"Gak apa-apa kan?" tanya Arthur dan dianggukkan oleh Gloria.


"Aku udah biasa kok."


Mereka melanjutkan sarapannya hingga habis. Setelah itu mereka menuju mobil.


Mobil Arthur melaju menuju sekolah Gloria dengan kecepatan sedang. Pria itu menggengam tangan sang istri dan mengecupnya.


"Ingat ya honey, jangan mau kalau dideketin sama laki-laki. Ingat kamy udah punya suami, ganteng, kaya, dan tentunya bisa membuatmu merem melek dibawahku," ujar Arthur saat mobilnya sudah sampai dideoan Gerbang sekolah Gloria.


"Kamu juga ya," ujarnya meraih tangan suaminya dan mengecup punggung tangan sang suami.


"Awas kalau sampai aku tahu kamu balik kayak dulu."


"Enggak kok honey, cukup kamu aja udah cukup," ujarnya dengan senyum mengembang.


Cups


"Aku juga," balas Gloria.


Wanita itu keluar dari mobil dan masuk ke dalam kesekolahan.


"Ketemu lagi kita," ujar Leon yang baru datang. Masih terlihat berberapa plaster dan juga jalannya masuh sedikit pincang.


"Syukur deh kalau lu udah baikan," ujarnya tak peduli.


"Gue cuma mau bilang makasih, dan yah nanti lu ada waktu gak? Gue mau ajak lu ke rumah. Orang tua gue mau lihat orang yang udah nolong anaknya," ujar Leon.


"Sorry gue gak bisa, anggap aja pertolongan kemarin itu cuma kebetulan. Gue gak perlu ucapan terima kasih dari orang tua lu," ujarnya datar.


"Kenapa sih lu? Gak seperti cewek-cewek lain yang ngejar-ngejar gue?" tanya Leon yang tak habis pikir dengan sifat Gloria yang tak ada respek dengannya.


"Karena gue gak seperti cewek lain, dan yah gue udah punya cowok yang lebih dari lu," jawabnya menohok hati Leon.


Gloria berlalu menuju kelasnya tanpa memperhatikan Leon yang masih ada dibelakang.

__ADS_1


"Jadi bener kalau dia udah punya pacar!"


"Tapi selama janur kuning belum melengkung cewek orang masih bisa kita tikung," ujarnya.


"Kalau janur keningnya sudah melengkung?" tanya Niken yang baru sampai dengan pacarnya.


"Tinggal dipatahin apa susahnya," jawabnya berlalu meninggalkan kedua orang ini.


"Dia siapa by?" tanya Dito.


"Anak baru, dan dia mungkin suka sama Gloria. Kelihatan banget dari sorot matanya," jawab Niken menggandeng tangan pacarnya menuju kantin.


"Kalau kamu suka sama dia gak?" tanya Dito pada pacarnya ini.


"Dih, ngapain suka sama cowok kek gitu. Kalau aku sudah ada kamu. Lagian kenapa kamu gak tinggal kelas aja biar kita sama-sama terus?" tanyanya dengan manja.


"Eamng kamu mau pacar kamu gak lulus hmm? Gak banget, apalagi aku udah minta kamu sama orang tua kamu," jawabnya dengan mencubit hidung sang pacar.


"Gak sabar pengen di halalin," ujarnya membayangkan nanti jika mereka menikah.


"Masih kecil udah mikir yang enggak-enggak. Sekolah dulu yang bener baru aku pinang kamu dengan serius," ujarnya.


"Bener ya, lulus SMA kamu nikahin aku," ucapnya dan diangguki oleh Dito.


"Kenapa kamu ngrbet nikah hmmm?"


"Hehehe, gak apa-apa. Aku lihat Gloria udah nikah jadi pengen nikah juga. Apalagi saat kita MP pasti romantis," ujarnya dengan ngelantur.


"Astaga sayang kamu sudah berfikir sampai sana? Apa selama ini kamu juga berharap aku nyentuh kamu hmm?"


"Pernah, tapi gak jadi. Langsung ingat pesen Papa. Takut ih kalau dicoret dari KK," ujarnya.


Yah, pernah sekali Niken dan Dito hampir kelepasan, untung Niken langsung ingat.


"Aku yang salah, maaf ya," ucap Dito memeluk tubuh sang pacar.


"Aku juga salah, menikmatinya."


"Untung saat itu belum jadi curi start," batun keduanya.


Mungkin kalau iya mereka sudah tak bersama sampai sekarang.


Bersambung

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!


📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur


__ADS_2