Nafsu Atau Cinta

Nafsu Atau Cinta
Akting


__ADS_3

Happy reading


Matahari yang tadinya malu-malu kini mulai berani menunjukkan cahaya indahnya diufuk timur. Sama seperti kedua anak manusia yang sedang berpelukan ini, tak ada rasa malu di dalam diri mereka.


Arthur yang sudah bangun itu enggan membangunkan sang istri, pria berusia 19 tahun itu masih asik menatap wajah teduh sang istri.


Cups


"Emhhh," geliatnya kembali menelusuplan kepalanya di dada bidang Arthur.


Cups


Cups


Cups


Arthur tak berhenti mengecupi wajah Gloria yang masih tertidur itu.


"Emmmhhhh." Dengan perlahan mata indah itu terbuka.


"Pagi Honey."


Suara serak khas bangun tidur Arthur membuat Gloria tersenyum, apalagi ambut acak acakan yang membuat siapapun tergoda melihatnya.


"Pagi," jawabnya dengan senyum. Tapi seketika senyum itu hilang saat ia mengingat kejadian aneh tadi malam.


"Kenapa?" tanya Arthur yang menyadari raut wajah sang istri.


"Kamu gak marah kan Ay?" tanya Gloria menatap suaminya yang sedang mengelus rambut cokelatnya.


"Kenapa aku harus marah hmm?"


"Karena tadi malam," cicit Gloria kini malah menghadap dada suaminya.


"Enggak Honey, kenapa juga aku harus marah saat kamu dengan suka rela menyerahkan dirimu padaku?"


"Aku takut dimasuki laki-laki lain," ujarnya.


"Emm honey, ada yang ingin aku katakan. Tapi janji kamu jangan marah," ujarnya menatap sang istri.

__ADS_1


"Apa?"


"Emm janji jangan marah," ujarnya dengan lirih.


"Iya iya, apa sih ay kok kamu bikin aku takut ya," ujarnya.


"Sebenarnya yang masukin kamu saat tidur adalah aku honey," ungkapnya.


"APA!!!"


Arthur yang mendengar pekikan sang istri itu hanya bisa menutup telinganya.


"KOK BISA!!"


"Janji gak marah loh tadi, dosa loh sama suami," ujarnya menggelus punggung istrinya yang masih polos.


"Kenapa?"


"Karena terong butuh rumahnya honey, aku terpaksa lakuin itu saat kamu tidur. Kalau kamu bangun pasti gak boleh dan akhirnya aku tuntasin sendiri," ujarnya dengan suara yang dibuat semelas melas.


"Tapi kenapa kamu bisa masuk?"


"Aku ambil kunci cadangan," jawabnya jujur.


"Aku takut kamu marah dan tambah hukuman aku, kamu tahu sendiri aku tak bisa tanpa kamu," jawabnya melas.


"Gimana nih kalau hukumanku ditambah?" tanya Arthur dalam hati.


"Berarti Arthur tadi malam menang banyak dong?" batin Gloria menatap suaminya.


"Kallau kamu minta pasti aku akan kasih, tapi kamu sudah mencuri saat aku lagi tidur, dan bodohnya kenapa aku menikmatinya," ujarnya dengan suara kecil diakhir kalimat.


"Yakin kalau aku minta kamu kasih? Aku tadi malam harus menahan bengkakan itu 1 jam karena tak mau ke kamar mandi, rasanya sakit honey hikss."


Gloria yang melihat suaminya menangis itu hanya bingung. Apa sebegitu pentingnya ia sampai Arthur tak bisa tanpanya.


"Kenapa nangis sih?" tanya Gloria menghapus air mata diujung mata suaminya.


"Jangan hukum lagi, aku gak bisa," ujarnya dengan sendu.

__ADS_1


Arthur sedikit menurunkan badannya dan menyandarkan kepalanya di dada Gloria. Akting yang bangus ya Ar.


"Udah jangan nangis lagian aku belum bilang hukum kan? Kenapa kamu jadi cengeng gini?" tanyanya dengan mengelus kening Arthur.


"Takut kamu hukum hiks," cicitnya dengan isak.


"Oke oke aku gak akan hukum kamu tapi jangan nangis," ujarnya dan dianggukkan oleh Arthur.


Setelah drama tadi, akhirnya Arthur tak mendapat tambahan hukuman tentu karena aktingnya tadi. Dan kenapa juga Gloria menjadi bodoh hanya karena air mata suaminya.


Keduanya turun dari kasur dan menuju kamar mandi, Gloria yang masih polos itu membalutkan selimut agar tubuh indahnya tak terekspos dimata Arthur yang bagai singa jika melihat tubuhnya.


"Kenapa ditutupin sih? Akuaudah lihat semuanya," ujar Arthur pada Gloria.


"Nanti kamu khilaf," jawabnya.


"Kamu mandi dishower aku di bath tup," perintah Gloria dan diangguki pasrah oleh Arthur.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Astaga apa itu aku yang membuat?" tanya Gloria dalam hati. Ia dapat melihat bekas merah dileher dan dada sang suami.


"Honey ayo pulang, mama sudah muring-muring di rumah karena mantunya semalam gak pulang," ajak Arthur memakai kaosnya simple.


"Kita belum sarapan loh ay," ujar Gloria.


"Sarapan di jalan nanti, kamu gak tahu mama kalau marah ngalah ngalahin papa," ujarnya dan dijawab gelengan oleh sang istri.


Arthur menggandeng sang istri yang sudah cantik itu keliar dari kamar.


Gloria mengambil roti dan mengoleskan selai kacang itu dan menaruhnya di kotak makan.


"Belanjaan kamu gak kamu bawa hmm?" tanya Arthur memeluk tubuh ramping istrinya.


"Ggak usah, aku taruh sini aja," ujarnya dengan senyum. Tentu ia tak mau membuat Arthur semakin bernafsu padanya.


Setelah keluar dari lift, Arthur dan Gloria langsung masuk kedalam mobil. Dalam perjalanan Gloria menyuapkan roti yang ia bawa pada Arthur.


Bersambung

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!


📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur


__ADS_2