
Happy reading
Seminggu sudah Gloria dan Arthur berlibur di vilanya, dalam seminggu pula Arthur tak bisa masuk kedalam sarangnya karena halangan dari sang istri.
"Ayang lepasin aku mau bikin puding."
Dengan kesal Gloria berusaha menepis tangan suaminya yang memeluknya dari belakang hingga membuatnya tak bisa konsen apalagi ia merasa sesuatu itu sudah menusuknya.
"Gak bisa honey," jawabnya masih saja memeluk tubuh Gloria.
"Asshhh jangan gini nanti ada yang lihat," ujarnya dengan pelan.
"Kenapa kalau ada yang lihat? Toh kita juga suami-istri," jawab Arthur dengan senyumnya.
Mau tak mau Gloria hanya bisa pasrah, ia menerima apa yang dilakukan oleh sang suami walau itu sangat mengganggunya.
Setelah beberapa menit berkutat dengan kompor, Gloria memasukkan puding yang sudah bercampur dengan buah itu kedalam kulkas.
Sangat bosan jika begini terus, Gloria membalikkan badannya dan menatap suaminya.
Arthur yang sudah tak betah di dapur itu menggendong istrinya menuju ruang tamu. Disana ada sofa besar yang cocok untuk mereka bersantai apalagi bermanja.
"Ay."
"Hmm."
Arthur masih sibuk mengecupi leher istrinya dengan tangan yang sudah ada didalam dress yang dipakai Gloria.
"Bosen pengen keluar, jalan-jalan yuk," ajaknya Gloria menghentikan aktivitasnya.
Yah seminggu ini mereka hanya di vilanya, keluar juga satu hari kala itu.
"Memang kamu mau keluar kemana?" tanya Arthur menatap lembut istrinya.
"Gak tahu, Gloria bosen di Vila terus," rengeknya seraya menyadarkan kepalanya di dada sang suami. Tangannya diletakkan diatas dada sang suami itu agar hangat.
__ADS_1
"Ya sudah kalau gitu kita keluar cari angin mau?"
"Mau."
"Ya sudah kalau begitu, aku ambil kunci mobil dulu ya," ujarnya dan dijawab gelengan oleh Gloria.
"Kita jalan kaki aja Ay, masih sore juga kansekali kali jalan-jalan," ujar Gloria yang membuat Arthur menghela nafasnya halus.
Istrinya ini memang beda, disaat wanita lain ingin jalan jalan naik mobil mewah tapi istrinya meminta jalan kaki.
"Ya sudah, aku ambil dompet dulu ya," ujarnya dan di anggukan oleh Gloria.
Tak lama akhirnya Arthur keluar membawa jaketnya dan jaket milik istrinya.
Arthur memakaikan jaket bulu itu ke tubuh istrinya. Gloria manusia dengan apa yang dilakukan sang suami.
"Yuk," ajaknya.
Gloria menggandeng lengan suaminya dan keluar dari vila. Dinginnya sore membuat Arthur memeluk tubuh istrinya dari samping.
"Nanti kalau di kamar kamu malah gituin aku," jawabnya dengan santai.
"Oh, jadi kamu gak mau layani aku lagi iya?" tanya Arthur dengan kesal.
"Enggak gitu ayang."
"Gak tahulah aku ngambek," ujarnya berlalu meninggalkan istrinya. Kebalik gak sih? Kenapa bukan Gloria yang ngambek?
"Dasar bocah," gumamnya menggeleng melihat tingkah suaminya.
Gloria mengejar suaminya dan membujuknya agar tak ngambek lagi. Walau bagaimanapun Gloria paling tidak bisa didiami oleh suaminya begitupun sebaliknya.
"Ayang mau mi ayam boleh, itu loh yang rame kayaknya enak," rengek Gloria menunjuk warung mie ayam yang sangat ramai.
"Itu rame banget loh honey, kita ganti makan apa gitu ya," ujarnya dan dijawab gelengan oleh Gloria.
__ADS_1
"Maunya itu titik!!"
"Tapi makannya jangan disana ya," ujarnya dan di anggukan oleh Gloria.
Arthur berlalu menuju warung itu dan membeli mie ayam dua porsi dengan pedas. Karena disana banyak pembeli jadi Arthur harus sedikit bersabar untuk mendapatkan mie ayam itu demi sang istri.
Setelah mendapat pesanannya, Arthur membawa dua mangkuk bakso itu dan mengajak istrinya untuk makan di bangku yang ada disana.
"Enak," ujar Gloria menikmati mie ayamnya. Begitupun dengan Arthur. Sesekali ia membersihkan noda kuah di bibir sang istri.
"Habis ini pulang ya," ujarnya dan di anggukan oleh Gloria
Bersambung
Hai kak mampir ke novel teman uthor ya!!
Judul : Tuan Mafia
Karya : selvi_19
Alex hanya seorang anak jalanan, untuk memenuhi hidupnya Alex terpaksa mencuri hingga suatu hari Alex bertemu dengan mafia dan di besarkan di lingkungan mafia, hingga di umurnya yang ke 30 tahun Alex di angkat untuk mengantikan ayah angkatnya sebagai ketua mafia.
Suatu hari Alex mengetahui siapa kedua orang tuanya dan penyebab kematiannya, ternyata Alex adalah keturuna dari D’devil, D’devil adalah
anggota mafia yang sudah berdiri puluhan tahun. Sehingga Alex berniat membalas dendam atas kematian kedua orang tuanya dengan menikahi putri dari pembunuh tersebut.
Laura gadis yang kurang beruntung karena hidup sebagai anak angkat dari keluarga Gunawan dan lebih menyedihkan lagi ia harus mau menikah dengan Alex sebagai balas budi karena telah menyelamatkan gunawan.
Apakah Alex akan berhasil membalas kematian kedua orang tuanya?
Apakah akan ada cinta di antara Alex dan Laura?
Bagaimana reaksi Alex jika tau Laura bukan putri dari Gunawan?
__ADS_1