
Happy reading
"Gak biasanya lu lemes kek gini! Napa?" tanya Nathan saat melihat raut wajah sahabatnya nampak beda dari biasanya yang selalu berseri.
"DOI gak sekolah," jawabnya seraya menjatuhkan wajahnya diatas meja.
"Lah cuma gegara gak sekolah lu gak semangat buat kuliah gini?" tanyanya tak habis fikir dengan jalan pikiran Arthur.
"Hmm, yahh gue gak bisa jemput dia dan gak bisa cium dia. Hal itu udah biasa gue lakuin dan hari ini huhhh," ucapnya dengan sedih.
"Emang bener lu udah cinta sama dia? Gue gak percaya casanova kek lu bisa tobat dan mencintai satu cewek," ujarnya meremehkan sahabatnya.
"Terserah lu mau bilang apa, tapi intinya gue udah suka sama dia sejak saat gue buka segelnya untuk pertama kalinya," jawabnya lirih.
Arthur membayangkan saat pertama mereka melakukan itu. Bagaimana sempit dan susahnya gawang pacarnya bahkan Arthur ingin menyerah tapi gairahnya melebihi apapun.
"Jadi lu udah bobol gawang dulu dan masih bersegel bukan udah bolong?" tanya Nathan sedikit terkejut karena ia belum pernah mendapat yang suci.
"Hmm.."
"Gimana rasanya Ar?" tanya Nathan pada Arthur.
"Enak bat sumpah, bahkan bikin nagih," jawabnya.
Mereka terus bercerita hingga dosen datang kekelas mereka. Pelajaran yang sangat membosankan menurut Arthur.
Arthur membuka ponselnya, ia membuka kontak pacarnya dan ternyata tertera tulisan online diatas sana. Tanpa basa basi pria itu memanggil pacarnya dan memasang earphone yang memang sengaja ia bawa.
Sedangkan Gloria yang baru selesai mandi itu menatap ponselnya yang menyala. Oh astaga imdia lupa untuk mematikan datanya.
"Singa ini lagi, gak bosen apa ya. VC mulu," gumamnya tetap mengangkat panggilan Arthur.
"Kenapa?" tanya Gloria menatap wajah pacarnya.
"Baru mandi?" tanya Arthur menatap pacarnya yang hanya memakai handuk itu. Leher mulusnya terekspos jelas.
"Iya Ar," jawabnya berlalu menuju lemari untuk mengambil pakaiannya.
"Kamu dikampus ya?" tanya Gloria.
"Iya, bosen gak disemangatin ayang," jawabnya dengan nada lesu.
"Lah emang kalau ayang nyuruh kamu gak makan, kamu turutin gitu?" tanya Gloria menyandarkan ponsel itu dinakas dan memakai bajunya.
"Honey jangan bikin aku pengen," ujarnya menatap pacarnya gelisah.
"Mau ni?" tanyanya menujukkan dadanya yang sudah terbungkus rapi itu.
"Mau honey," jawabnya.
"Nanti dikasih."
__ADS_1
"Janji ya."
"Hmm, tapi jangan masukin terongmu kemilikku, aku belum mau hamil."
"Besok kita pasang KB," ujarnya dan diangguki oleh Gloria.
"Honey," panggil Arthur.
"Hmm." Gloria sudah berpakaian rapi tapi tidak dengan rambutnya yang acak acakan.
"Mau dengar desa hanmu honey, buat penyemat pagi ini."
"Hahh aneh kamu tuh, gak mau!" tolaknya dengan tegas.
"Ayolah honey," ujarnya melas. Untung bangkunya ada dipojok belakang jadi hanya ada berberapa orang saja yang dengar.
"Gak mau Ar, malu."
"Please, habis itu kamu boleh terserah ngapain," ujarnya.
"Ihh malu aku Ar, nanti deh kalau kamu kesini."
"Gak mau pokonya aku pengen denger sekarang," desaknya.
"Perlu gue pancing nih," batin Arthur.
"Honey aku pengen uhhh," ucap Arthur sedikit lirih bisa gawat kalau ada yang dengar.
"Yahh begitu aku suka dengannya, sekarang masukin jari kamu kemilikmu," perintahnya karena ia suka suara Gloria yang mende sah itu.
Gloria hanya mengikuti apa yang diucapkan Arthur walau konyol.
"Emmm ouhhh ahhhh Ar, aku keluar," ucapnya.
"Yah honey, aku akan menyusulmu. Ini sangat nikmat," ujarnya dengan naa mende sah.
"Ahhhh."
"Hais aku harus mandi lagi, gara-gara kamu sih."
"Hahaha tapi aku suka suara kamu, secepatnya aku ke rumah kamu."
"Hmm."
"Dah lah aku mau mandi, jangan ganggu," ujarnya an dianggukan oleh Arthur.
Arthur mematikan panggilan video itu dengan senang, seakan mendapat nutrisi. Ia mengikuti pelajaran dengan senang hati. Nathan saja dibuat melongo dibuatnya sebegitu dahsyatnya pengaruh pacar Arthur pacar sahabatnya ini.
Sedangkan saat ini Gloria selesai mandi dan turun kebawah dengan langkah tertatih. Kakinya masih sakit jika berjalan cepat.
Berbeda dengan Arthur dan Gloria.
__ADS_1
Zain dan Mariana yang baru saja kepergok berciuman di kamar Mariana itu hanya tersenyum manis. Keduanya tak masuk sekolah karena ada Zain sedang flu karena kehujanan kemarin. Rasa gugup dan takut itu menjadi satu hingga keduanya hanya bisa tersenyum.
"Sejak kapan," tanya Papa Ryan menatap kedua anak dan anak sahabatnya itu.
"Dua hari lalu," jawab Zain santai.
"Kalian sudah melakukan lebih dari ini?" tanya Mama Karina dengan raut kecewa.
"Enggak, cuma sebatas kissing ya kan yank?"
"Iya tan, gak lebih kok. Itu juga Kak Zain yang maksa," jawab Mariana dengan polos. Zain yang mendengar itu menepuk jidatnya.
"Kenapa Ria mau dipaksa kak Zain?" tanya Mama Karina dengan lembut. Zain yang melihat itu hanya terbengong kenapa ibunya bisa selembut itu.
"Karena Kak Zain maksa cium bibir Ria, katanya Ria harus belajar biar fasih," jawabnya. Ternyata Zain orangnya pemaksa ya bund.
"Zain.... Jangan cuci otak anak mama," geram Mama Karina pada anaknya.
"Emang aku bukan anak mama?" tanya Zain melas.
"Bukan kamu anak pungut, anak mama cuma Ria. Jadi jangan cuci anak gadis mama."
Papa Ryan yang melihat raut wajah anaknya itu tersenyum geli, Zain anak kandungnya. Buah cinta 18 tahun silam.
"Iya mah."
"Mama papa izinin aku jalin hubungan sama Mariana?"
"Boleh, Mama Papa gak larang kalian buat pacaran. Asal jangan rusak anak gadis Papa. Jika sampai itu terjadi bersiap untuk papa nikahi saat itu juga," ujarnya terdengar lembut tapi juga tegas.
"Siap!! Tapi kalau icip icip Zain gak janji," ujarnya pada orang tuanya yang menatapnya tajam.
"Mulai malam ini, Mariana tidur sama Mama. Papa biar sama Zain," ujar Mama Karina yang membuat kedua laki-laki beda umur itu mengeleng.
"Gak bisa, masa Papa tidur sama anak pungut ini?" ujar Papa Ryan tak mau.
"Iya, Zain juga udah biasa tidur sama Ria," ujar Alex menggeleng.
"Cih kalian belum halal, gak boleh tidur bareng," ujar Mama Karina.
"Dan papa gak lama kok, cuma sampai Mariana dijemput mama papanya," ujar Mama Karina pada suaminya.
Akhirnya dengan segala pertimbang, Kedua lelaki ini mau untuk pisah ranjang sementara eh salah cuma papa Ryan.
Bersambung
📌Stuck Marriage (On going) Kisah Anak Gloria dan Arthur
Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊
Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏
__ADS_1