Nafsu Atau Cinta

Nafsu Atau Cinta
Vid Call


__ADS_3

Happy reading


Tak terasa hari sudah malam, Arthur yang tadi menonton TV kini. ikut tertidur di samping Gloria hingga mereka tidur disatu sofa.


"Eughh kok gelap sin," gumam Gloria memaksakan membuka matanya tapi tak bisa karena ruangan itu terlalu gelap.


"Ar kamu dimana," pekik Gloria tak tahu jika Arthur ada di sebelahnya.


"Apa sih teriak-terik aku masih ngantuk," ucap Arthur memeluk perut Gloria dengan nyaman.


"AAAAA..."


"Shhuutt ini aku Ria, kamu teriak-teriak mulu dari tadi. Sini tidur lagi," ujar Arthur membaringkan Gloria hingga wanita itu kembali tertidur.


"Ini udah malam Ar, aku harus pulang," ucap Gloria yang merasa hembusan nafas Arthur menerpa wajahnya.


"Nanti aja Ria, aku masih mau kamu di sini," ucapnya dengan parau tangan Arthur masuk ke dalam kaos oblong untuk mencari kehangatan di sana.


"Ini sudah malam, ibu pasti khawatir karena anaknya belum pulang," ujar Gloria pada Arthur.


"Hufftt bentar ya Ria, aku masih di PW," ucap Arthur yang sudah mengelus perut lembut itu.


"Apaan tuh PW?" tanya Gloria bingung.


"Posisi Wenak," jawabnya dengan terkekeh geli ia sendiri bingung mendapat singkatan itu darimana.


Dua puluh menit kemudian, mau tak mau Arthur harus kehilangan kehangatannya karena harus mengantarkan sang pacar pulang.


"Yakin gak mau nginep? Aku kedinginan loh Ria. Emang kamu gak kasihan sama aku?" tanya Arthur saat mereka sudah berada di mobil.


"Enggak, karena aku masih tanggung jawab ibu," ujarnya pada Arthur.


"Hmm"


"Nanti aku VC, harus kamu angkat."


"Iya," jawab.


Mobil sport itu berjalan membelah jalan kota itu menuju rumah Ibu Gloria. Suasana sangat ramai saat yang paling pas untuk kencan dengan kekasih. Duduk di pinggir jalan berdua yang dikira pengemis. Makan bateng, jalan bareng. Kadang Gloria iri dengan semua itu.


Arthur menatap Gloria yang menatap luar mobil, ia pun ikut melihat ke arah luar dan banyak sekali muda mudi yang sedang berpacaran.


"Kenapa pengen?" tanya Arthur. Gloria menatap Arthur dan menggeleng sangat beda dengan hatinya.


"Lagian ini bukan malam minggu kenapa banyak orang kencan?"


"Besokkan tanggal merah!! Wajar kalau mereka kencan," ujar Gloria sedikit ketus. Ia sedang tak mood untuk bicara sekarang entah penyebabnya ia juga tak tahu.


"Kok aku gak tahu kalau tanggal merah?"


"Kamu gak punya calendar kali," jawabnya tak peduli.


Arthur diam sepertinya suasana hati Gloria sedang tak baik baik saja. Sampailah mereka di rumah Gloria pukul 20.48 menit, Ibu Gloria sudah berdiri di depan pintu.

__ADS_1


"Loh sayang, seragammu mana?" tanya Ibu Rista pada putri semata wayangnya.


"Ada di tas bu, dan ini kaosnya Arthur," jawabnya dengan senyum.


"Makasih ya nak Arthur sudah antarin Gloria pulang," ucap Bu Rista sengan senyumnya.


"Sama-sama tante, sudah kewajiban saja juga sebagai pacar antarin Gloria pulang dengan selamat tanpa lecet sedikitpun, paling cuma lelah," ujar Arthur yang terselip pesan tersembunyi tapi tak diketahui oleh Ibu Rista.


"Hahaha iya makasih nak, masuk dulu yuk. Makam malam bersama di sini," tawar Bu Rista pada Arthur.


"Maaf tan lain kali saya pasti makan malam di sini," tolak Arthur halus walau ia belum makan tapi ia bisa pesan lewat online.


"Ar kamu tadikan belum makan selain mie tadi, sekalian aja yuk," ajak Gloria apalagi di apartemennya Arthur tadi tidak ada bahan makanan.


"Aku bisa pesen honey. Aku pulang dulu ya tan, honey aku pulang jangan kangen ya," ucap Arthur mengecup kening Gloria seraya berbisik.


"Jangan pengen ya, aku gak disini kalau kamu lagi mau," bisik Arthur menggoda Gloria.


Mereka mengangguk dan Arthur masuk kedalam mobil lalu melajukan mobilnya keluar dari perkarangan rumah Gloria.


"Arthur itu siapa sih sayang?" tanya Bu Riska melangkahkan kakinya bersama Gloria.


"Siapa siapa?" tanya Gloria bingung.


"Dia anaknya siapa? Sopan gitu orangnya."


"Ibu gak tahu aja, dia yang udah buat aku gak suci lagi bu," batin Gloris ingin berteriak.


"Udah berapa bulan pacaran? Kenapa kamu gak bilang kalau udah punya pacar?" tanya Ibu pada Gloria.


"Hemm. Kamu boleh kok pacaran tapi jangan sampai melewati batas ya nak. Mama gak mau kamu jadi gunjingan orang-orang karena dikira wanita gak bener, apalagi status ibu yang janda."


Deg


Ucapan ibu bagai tamparan telak dihatinya, bagaimana jika ibu tahu jika ia sudah bukan gadis lagi.


"Iya bu," jawabnya.


Mereka makan berdua sesekali bercanda bagai anak dan ibu yang harmonis walau tanpa ada ayah disisi mereka.


"Gloria ke kamar ya bu, malam ibu cantik."


Cups.


Satu kecupan dilayangkan Gloria di pipi kanan ibunya dan berlalu menuju kamarnya.


"Ayah.... Anak kita sudah besar yah, ibu akan berusaha untuk membahagiakan anak kita apapun yang terjadi," ucapnya pada dirinya sendiri.


Gloria masuk ke dalam kamar dan melempar tasnya begitu saja. Ia berjalan ke arah lemari, mengambil tanktop dan celana pendek beserta dalaman dan berlalu ke kamar mandi.


30 menit kemudian Gloria sudah keluar dengan segar tak lupa handuk yang ada di kepalanya.


Brug

__ADS_1


"Nyamannya," gumam Gloria membaringkan tubuhnya di kasur.


Drrrttt


"Sial, siapa sih ganggu aja," kesal Gloria membuka tasnya dan ia dalat melihat 15 panggilan tak terjawab tertera nama Singa Gila


"Apa?"


"Kenapa lama angkat vid callnya?" tanya Arthur.


"Baru mandi," jawabnya meletakkan ponselnya digulung sedangkan ia menarik selimutnya.


"Padahal aku mau ngajak kamu mandi," ujarnya.


"Mesummu gak ketulungan ya," ujar Gloria.


"Gak apa-apa kalau sama kamu mah," jawabnya.


"Aku ini siapa kamu sih?" tanya Gloria.


Entahlah ia juga tak paham kenapa Arthur bersikap bukan seperti orang jahat kepadanya tapi juga dia sangat ganas di ranjang.


"Kamu pacar aku sekaligus pemuas aku," jawabnya.


"Tapi aku ada hak untuk menolak kan?"


"Ada saat kamu datang bulan," jawabnya santai.


"...."


Entah apa yang ada dipikiran mereka hingga terdiam begitu saja.


"Udah makan?" tanya Gloria pada Arthur. Arthur mengangguk seraya tersenyum dan memperlihatkan bungkus makanan yang baru ia makan.


"Berhubung besok libur, jalan yuk. Aku juga mau kali jalan-jalan sama pacar sendiri, walau belum ada cinta diantara kita," ajak Arthur pada Gloria.


"Jam berapa?" tanya Gloria.


"Jam 9 aja, aku jemput."


"Oke, emang mau kemana?" tanya Gloria.


"Kemana aja yang penting sama kamu, tapi jangan pakai rok," ujarnya.


"Kenapa?" tanya Gloria.


"Pokoknya gak boleh, oke."


Mereka terus berbincang hingga Gloria tertidur dengan posisi menghadap ke arah ponsel.


"Entah ini perasaan apa tapi aku sudah terbiasa dengan kamu Ri," batin Arthur menatap layar ponsel.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏


__ADS_2