Nafsu Atau Cinta

Nafsu Atau Cinta
Tertunda


__ADS_3

Happy reading


Setelah acara yang melelahkan tadi siang, Gloria dan Arthur sedang berada dikamar pengantin mereka. Bersalaman dengan banyak orang membuat mereka capek dibuatnya.


Tahu begini mereka meminta pernikahan yang paling sederhana tanpa mengubdang siapapun.


"Capek hmm?" tanya Arthur pada sang istri yang tidur dipahanya itu.


Gloria sudah melepas riasan yang ada pada dirinya tapi belum dengan gaunnya. Rasa capek itu lebih dominan sekarang.


"Hmm."


"Ya sudah kamu tidur aja, masih ada hari esok untuk menggarapmu," ujarnya memposisikan Gloria agar nyaman tertidur.


Cups


"Terima kasih sudah menjadi istriku," ucaonya seelah mengecup kening Gloria.


Arthur berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sebenarnya ia ingin malam ini menjadi malam yang indah tapi melihat kondisi Gloris yang sangat lelah membuatnya tak tega.


Tak sampai 15 menit Arthur keluar dari kamar mandi dan menuju walk closednya. Arthur membawakan baju ganti untuk istrinya yang tampak nyenyak itu.


"Oke lu harus kuat, masa istri capek mau lu garap juga," gumamnya mulai membuka pengait gaun itu.


Dengan segala usaha dan melawan diri, Akhirnya setelah 20 menit Arthur selesai memakaikan baju istrinya.


Arthur yang memang capek itu ikut berbaring disamping sang istri dan memeluknya.


"Boleh gak sih aku curi buahnya?"


"Boleh kok udah halal, tapi aku gak balas ya. Capek banget rasanya, ingat jangan kebablasan," jawab Gloria yang masih menutup matanya.


"Iya honey, aku hanya haus," jawabnya seraya membuka kancing baju istrinya.

__ADS_1


Arthur memang sengaja tak memakaikan bra pada istrinya selain ia tak bisa, Arthur juga ingin merasakan benda kenyal itu menempel di dadanya saat tidur.


Arthur mere mas satu buah dan saatunya ia masukkan kedalam mulutnya. Bagai bayi yang sedang kehausan Arthur menyesap dan memainkan biji kacang itu.


"Ahhhh."


Des ahan itu keluar dari bibir masih Gloria, mata wanita itu masih tertutup tapi masih bisa merasakan kenikmatan yang diberikan oleh Arthur di dadanya.


Tok! Tok! Tok!


"Siapa ay?" tanya Gloria membuka pelan matanya. Arthur menggeleng dan kembali melakukan aktivitasnya dan menghiraukan ketukan pintu itu.


"Mungkin mereka sudah sampai tahap itu," ujar Bu Riska pada besannya.


"Ouhh manis sekali, padahal aku ingin memberikan ini. Tapi ya sudahlah semoga cucu kita segera jadi."


Mama Kirana memperlihatkan gaun malam menerawang itu pada besannya. Bu Riska yang melihat itu menjadi bersemu, ia kembali ingat saat ia diberi gaun malam itu pada mertuanya dulu. Hingga sang suami menggarapnya hingga menjelang pagi.


Kedua wanita itu pergi dari kamar itu menuju kamar mereka masing-masing. Sedangkan Arthur yang kelelahan itu malah tertidur dengan mulut yang masih mengemut buah dada itu.


Tangannya terulur untuk menyentuh rambut hitam Arthur dengan lembut ia mengelusnya.


"Semoga aku bisa menjadi istri yang baik untukmu Ar, aku takut kau pergi saat aku salah, " lirihnya.


Gloria melepaskan pung utan itu tapi tangan Arthur lebih kuat untuk menahannya. Seakan ingin kehilangan mainannya Arthur mulai menyesap kembali dada Gloria dalam tidurnya.


"Dan semoga anakku nanti tak menurun dari sikapmu," lanjutnya membiarkan apa yang dilakukan Arthur.


Gloria kembali menatap langit-langit kamar itu. Ia masih tak menyangka diusianya yang masih 17 tahun ia sudah menjadi seorang istri. Apalagi istri dari pewaris tunggal Bara yang kekayaannya tak perlu diragukan lagi.


"Gelar baru ini, semoga aku bisa menjalankannya," batinnya menutup mata dengan tangan masih mengelus rambut Arthur.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Pagi harinya kedua manusia yang semalam tak melakukan adegan enak enak itu mulai mengerijabkan mata mereka pelan.


"Ay.." panggil Gloria pada Arthur yang masih menyusu itu. Dada seakan mau lepas karena ini.


"Ayang bangun, pegel ih," ucap Gloria membangunkan suaminya.


Arthur yang masih enak dengan apa yang ia lakukan itu terpaksa membuka matanya.


Plup


"Apa sih honey," dengan suara serak Arthur melepas pung utan itu.


"Pegel Ay, aku juga laper," ujarnya dengan wajah imutnya. Arthur yang mendengar itu langsung duduk.


Benar dari kemarin mereka memang belum makan apapun selain satu buah kue basah yang diberikan Mama Kirana.


"Mandi dulu habis itu, makan ya!"


Gloria mengangguk dan berlalu menuju kamar mandi, sedangkan Arthur menelepon pelayan untuk membawakan sarapan ke kamarnya.


Arthurpun ikut masuk ke kamar mandi, dan ia melihat Gloria sedang menuangkan aroma terapi pada bathtup itu


"Kok masuk sih?" tanya Gloria, untung ia belu membuka bajunya.


"Lakuin di bath tup kayaknya lebih menantang deh, Honey," ujarnya dengan membuka pakaiannya dan berjalan menuju tempat istrinya.


"Kita belum sarapan, masa kamu tega lihat aku lemes?" Tanya Gloria melas. Ia tahu isi dari pikiran mesum suaminys itu.


"Kamu cukup menikmatinya," ujarnya. Membuka pakaian sang istri dan menggendongnya untuk masuk kedalam bath tup.


Bersambung


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!

__ADS_1


📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur


__ADS_2