
Happy reading
"Honey, susu kamu belum habis loh."
"Aku udah besar gak mau minum susu lagi," jawab Gloria dengan cemberut.
Pasalnya sejak pertama menikah, Gloria selalu disuruh untuk minum susu sebelum tidur. Padahal Gloria bukan tipe orang yang suka dengan susu.
Arthur yang mendengar itu menggeleng dan membawa susu cokelat itu ke tempat istrinya yang duduk di kursi balkon.
Bukan apa-apa Arthur selalu menyuruh istrinya minum susu, karena susu memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Apalagi akhir akhir ini Gloria tak selera untuk makan banyak.
"Minum Honey," perintahnya dan dijawab gelengan oleh Gloria.
"Mau minum sendiri atau diminumin?" tanya Arthur pada sang istri yang masih enggan meminum susu yang ia bawa.
Arthur yang tak kunjung mendapat jawaban dari sang istri itu mulai meminum susu itu dan menarik tengkuk leher sang istri.
Gloria membulatkan matanya saat susu itu mulai masuk ketenggorokannya dengan bertahap belum juga ia protes akan apa yang dilakukan sang suami, Arthur kembali meminumkan susu itu lewat ciumannya.
"Udah sekarang masuk dan kita tidur," ujar Arthur menghapus sisa susu disudut bibir Gloria.
Mereka masuk tak lupa mengunci pintu itu agar tak dingin, tapi walaupun dingin mereka bisa menghangatkan badan masing masing.
Arthur dan Gloria naik keatas kasur dan siap untuk tidur, tapi tidak dengan tangan Arthur yang aktif di dada sang istri.
"Kenapa sih Ay?"
"Lagi pengen banget tapi kamu masih sakit," jawabnya dengan sendu.
"Kan ini juga gara-gara kamu," ujar Gloria dengan lembut.
Bukan ia tak mau melayani suaminya tapi intinya masih perih walau sudah diberi salep.
__ADS_1
"Maafkan aku hmm. Harusnya aku tak bodoh dengan mudahnya meminum minuman itu," ujar Arthur merasa bersalah dengan istrinya.
Gloria yang mendengar itu mengangguk, ia juga tak bisa menyalahkan suaminya atas apa yang terjadi dengannya. Suaminya terpengaruh obat hingga tak sadar akan apa yang dilakuka Arthur padanya.
"Sudahlah jangan dibahas lagi, aku tak apa."
"Kamu tak apa tapi aku yang kenapa - napa!!"
Gloria menaikkan alisnya bingung, kenapa suaminya kenapa napa?
"Kamu kenapa?" tanya Gloria.
"Kehausan."
Mendengar jawaban singkat dari suaminya membuat Gloria paham dan membuka tiga kancing atas bajunya.
"Minum gih, aku juga gak mau bayi besarkan ini dehidrasi gara-gara haus," ujarnya dengan senyum.
Arthur yang mendengar itu langsung bersorak senang dalam hati. Istrinya ini sangar mengerti apa yang ia inginkan.
"Honey, gak kuat," ujar Arthur. Pria itu menggesekkan miliknya yang sudah tegap berdiri itu diinti sang istri.
"Emm ay, aku belum bisa. Masih sakit nanti kalau lebih lecet lagi gimana? Nanti kalau gak bisa digunakan lagi gimana?" tanya Gloria menatap sayu suaminya.
"Tapi ini gimana?" tanya Arthur dengan sedih. Ia menatap celananya yang sudah sesak karena tonjolan itu.
"Aku bantu mau?" tawar Gloria pada suaminya.
"Jangan bilang pakai bibir lagi?" tanya Arthur dan dianggukkan oleh Gloria.
"Jangan pakai bibir ya, kamu bukan jalan* yang harus memuaskan aku dengan bibir seksimu itu," ujarnya dengan nada serak.
"Ya sudah kalau pakai tangan?" tanya Gloria dan diangguki oleh sang suami.
__ADS_1
Akhirnya malam ini Arthur tidak bisa merasakan lembah kenikmatan istrinya tapi ia masih bisa merasakan kepuasan karena tangan lincah sang istri.
Setelah puluhan menit akhirnya Arthur mengalami pelepasanya.
"I love you honey," bisiknya pada sang istri yang sudah tertidur diatas dadanya itu.
Karena lelah, Arthur ikut berbayar ke lautan mimpi masing masing. Berharap ia bisa dipertemukan dengan sang istri disana.
Berbeda dengan pasangan yang dengan enaknya tidur, disebuah gubuk kecil. Airin meringis sakit diperut nya entah kenapa ia juga tak tahu.
Hingga merasa tak tahan ia ke rumah sakit, dan dokter mengatakan jika rahim Airin rusak karena terlalu keras dalam berhubungan badan. Rahimnya harus diangkat.
"Apa ini balasan yang harus kuterima?" tanyanya dengan tangis yang tak kunjung mereda.
Yah karma masih berlaku hingga saat ini, dan sekarang Airin mendapatkannya. Usaha yang ia lakukan gagal dan kini harus menanggung apa yang ia lakukan.
Bersambung
Hai kak mampir ke novel teman uthor ya!
Napen: isti shaburu
Karya: Romansa Dokter Ganteng dan Pelayan Cafe
Niat hati membantu Veronica sang pelayanan cafe cantik dan pendiam yang sedang kesulitan untuk biaya rumah sakit sang ibu dengan cara menikah secara siri.
Agam Arsenio sang dokter ganteng pujaan hati para dokter dan perawat serta pasien wanita malah jatuh cinta kepada Veronica.
Bagaimana kisah cinta mereka?
Apakah mereka akan menikah secara resmi?
Natikan kisah gaje segaje-gajenya.
__ADS_1