Nafsu Atau Cinta

Nafsu Atau Cinta
Curhat


__ADS_3

Happy reading


Sesampainya di rumah sakit, Arthur menggendong Gloria menuju ruang perawatan agar ditangani oleh dokter.


Arthur hanya bisa melihat Gloria yang berada diruangan itu dengan infus yang ada ditangannya.


Tak lama dokter yang menangani Gloria keluar dari ruangan itu. Arthur langsung memborong pertanyaan kepada fokter itu.


"Maaf tuan muda, wanita tadi siapa ya?" tanya sang dokter pada Arthur.


"Pacarku. Sekarang jawab bagaimana keadaan pacarku? Apa keadaannya mengkhawatirkan? Apa perlu dirawat untuk berberapa hari?" tanyanya tak tenang.


"Nona tidak apa-apa tuan muda, asam lambungnya naik. Mungkin karena makanan yang ia makan," jawab dokter itu pada Arthur.


"Apa dia hamil?" tanya Arthur.


"Tidak ada tanda-tanda hamil tuan, rahimnya juga kosong," jawab dokter. Arthur berbafas lega ternyata apa yang mereka khawatirkan tadi tidak terjadi.


"Kapan dia bisa pulang?" tanya Arthur.


"Hari ini kalau sudah membaik nona boleh pulang."


"Kalau begitu saya permisi tuan muda," pamit dokter itu pada anak pemilik rumah sakit.


Ceklek


Arthur masuk kedalam ruangan itu dan melihat Gloria masih setia menutup matanya.


"Honey."


"Hmm," dehem Gloria yang masih menutup matanya.


"Kamu sudah bangun?" tanya Arthur bahagia.


"Udah dari tadi, tapi males aja buka mata," jawabnya lemas dan masih stay menutup mata.

__ADS_1


"Jadi gimana? Aku sakit apa? Aku gak hamil kan?" tanya Gloria perlahan membuka matanya.


"Kamu belum hamil, kata dokter asam lambung kamu naik. Pasti gara-gara semalam makan bakso itu kan?"


"Ihh baksonya gak salah, yang salah aku. Malam tadi aku gak makan nasi karena masih kenyang," jawabnya seraya mengekus perutnya.


"Seneng nih pasti karena kamu gak hamil, " ujar Arthur dan diangguki oleh Gloria.


Bukannya ia tidak mau memiliki anak tapi mengingat dirinya masih sekolah dan apa kata orang nanti jika ia mengandung tanpa suami. Amit amit jabang bayi.


"Aku mau pulang Ar, di sini gak enal bau obat."


"Tunggu sampai kamu baikan honey, infus ditangan kamu aja masih basah," balas Arthur duduk dikursi seraya mengupas jeruk yang ada di sana.


"Tapi aku gak suka bau obat Ar, bikin mual," rengeknya.


Arthur tak peduli, ia berlalu menuju sang pacar dan menyuapkan jeruk yang sudah ia kupas.


"Sekolahku gimana?" tanya Gloria.


"Kuliah kamu?" tanya Gloria.


"Izin juga, aku mau jaga kamu Ria. Aku merasa bersalah saja sama tante Riska karena membuat kamu masuk rumah sakit," jawab Arthur mengelus rambut Gloria.


"Hari ini ada ulangan harian Ar, nilaiku bisa kosong kalau aku gak masuk. Kamu juga kuliahmu juga pentingkan?"


"Gak ada yang lebih penting dari kamu," jawabnya.


Gloria tak berhenti disitu saat Arthur tak mau menuruti keinginannya untuk pulang.


"Pokoknya aku mau pulang dari sini aku mau di rumah aja."


"Eh tunggu, kok kamu bisa izinin aku?" tanya Gloria menatap curiga Arthur.


"Ya bisa dong. Secara seorang Arthur Bara apa sih yang gak bisa!!" sombong Arthur membanggakan dirinya.

__ADS_1


"Lu belum bisa luluhin hati gue," cebiknya dengan tak peduli akan tatapan Arthur.


"Hati gue masih tersimpan nama Zain sampai sekarang, ealau cowok itu hak pernah lirik gue," gumamnya yang dapat didengar oleh Arthur.


"Zain Delta?" tanya Arthur dan diangguki oleh Gloria.


"Yah, dia satu-satunya cowok yang berani nolak gue. Gue kurang apa coba? Cantik iya, seksih apalagi, gue juga gak pendek-pendek amat," lanjutnya menatap datar langit langit ruangan itu masih saja berceloteh.


"Kalau aja saat itu Zain gak tolak gue. Gue juga gak bakal masuk bar dan gue juga gak bakal tidur sama lu," curhat Gloria tanp menyadari bahwa Arthur sudah tak baik baik saja


BTW ya uthor yang pendek begini ikut kesindir sama tulisan sendiri.


"Kadang gue mikir nih, kenapa tu cowok gak lirik gue."


"Ar," panggil Gloria dan dijawab deheman oleh Arthur.


"Menurut lu gue kurang apa?" tanya Gloria pada Arthur yang membuang wajahnya. Menahan geram dalam hatinya.


"Huffttt lu gak kurang apa-apa kalau menurut gue, lu cantik, apa adanya, lu juga sangat memuaskan honey," jawabnya dengan senyum.


"Tapi kenapa Zain gak lirik gue?" tanyanya.


"Dalam hati seseorang itu ada cinta Ria. Pria itu memiliki kriteria dalam memilih pasangan. Kadang ada seseorang yang menginginkan wanita yang bisa membuat jantungnya berdetak, yang bisa menggetarkan hati seseorang. Sekuat apapun kamu kejar Zain jika kamu bukan wanita kriterianya juga gak bakal mempan," jawab Arthur.


"Tapi kata orang, cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu kan?" tanya Gloria menatap Arthur. Mungkin itu yang terjadi pada mereka saat ini.


"Mungkin suatu saat kamu juga bakal cinta sama aku," ujar Gloria.


"Kita lihat saja nanti."


Bersambung


📌Stuck Marriage (On going) Kisah Anak Gloria dan Arthur.


Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊

__ADS_1


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏


__ADS_2