
Happy reading
Tak terasa hari sudah mulai sore, Arthur dan Gloria juga sudah kembali segar walau tadi Arthur sempat menambah ronde di kamar mandi yang membuat Gloria kesal bukan main.
"Jangan marah honey tadi kamu juga menikmatinya," ujarnya berusaha menggoda Gloria yang sedari tadi mengetusinya.
"Aku capek Ar, kamu tahu unur aku masih 17 tahun kenapa kamu gembur berkali-kali. Kalau ada salah satu cebong kamu yang jadi gimana?" panjang Gloria yang takut jika semua ini terjadi.
"Gak kok honey, kamu tenang aja," balas Arthur mengecup cuping Gloria.
"Gak tahu," ketusnya berlalu keluar dari kamar yang masih acak-acakan itu. Sebelum Arthur mengejar Gloria ia menatap kamar yang berantakan itu dengan senyum.
"Cuma kamu yang aku izinin masuk ke dalam kamar ini honey," batin Arthur menutup pintu kamar itu.
"Kemana dia?" tanya Arthur pada dirinya sendiri saat tak mendapati Gloria di ruang tamu. Hingga ia mencium sesuatu yang sangat tidak asing di hidungnya.
Dan dugaannya benar Gloria sedang membuat mie cup di dapurnya, karena di apartemen ini hanya ada mie saja di dalam lemari.
"Buatin satu buat aku," pinta Arthur yang sudah ada di belakang Gloria.
"Buat aja sendiri," ketusnya seraya memberikan potongan cabai diatas mi itu.
"Buatin Honey, nanti aku kasih hadiah," bisiknya dengan sensual di telinga Gloria.
"Hadiah apa?" tanya Gloria berlalu menuju lemari kaca itu.
"Ada deh hadiahnya, nanti setelah kamu selesai bikin mie buat aku," ucapnya dengan senyum. Tangan Arthur membelit perut ramping Gloria. Entah kenapa ia lakukan ini tapi yang pasti Gloria adalah wanita kedua yang ia peluk dari belakang dan yang pertama adalah mamanya.
Gloria hanya pasrah di peluk dari belakang oleh Arthur, lagian jikapun ia memberontak Arthur akan tetap memeluknya.
__ADS_1
Selama Gloria membuat mie, Arthur hanya sibuk mengecupi leher Gloria yang hanya memakai kaos oblong miliknya dengan bawahan rok abu abu seragamnya
"Nih, sekarang apa hadiahnya?" tanya Gloria menyerahkan mie cup itu di depan Arthur.
Dengan senyum tipis, Arthur mengecup bibir Gloria dan menekan tengkuk leher Gloria.
"Kamu ya, kenapa malah cium aku?" tanya Gloria dengan kesal.
"Itu hadiahnya honey, ciuman manis dari seorang Arthur," jawab Arthur santai mengambil mie itu dan memakannya.
"Modus," ketus Gloria mengambil mie yang pertama ia buat dengan tambahan cabai diatasnya.
"Kok ada merahnya itu apa Ri?" tanya Arthur pada Gloria.
"Cabai," jawabnya singkat.
"Kayaknya enak," Arthur merebut mie milik Gloria.
"Tapi aku mau Ri," ujar Arthur tak terima mie yang ada cabainya itu terlihat lebih enak daripada miliknya.
"Hufftt tinggal kasih cabai apa susahnya," ujar Gloria mau tak mau membagi mienya pada Arthur.
"Enak!! Kenapa punyaku gak kamu kasih cabai tadi?" tanya Arthur yang ikut mengambil mie Gloria.
"Kamu gak bilang suruh ngasih cabai," dengan santai Gloria menjawab.
Mereka menghabiskan dua cup mie itu bersama.
"Kenapa kamu gak sedia sayuran stau buah? Apa gunanya kulkas kalau gak ada isinya?" tanya Gloria karena tadi yang ia lihat hanya minuman bersoda dan minum beralkohol saja.
__ADS_1
"Ada kok isinya, gak lihat apa dibagian bawah tadi ada minuman."
"Minuman yang ada di kulkas itu gak baik buat kesehatan Ar, kamu tahu efek dari minuman beralkohol hah?" tanya Gloria dengan nada ketus.
"Heem..." Arthur tampak berfikir.
"Minuman beralkohol bisa menyebabkan hipertensi, irama jantung yang ireguler, jantung kesulitan memompa darah ke seluruh tubuh, serangan jantung, hingga gagal jantung. Kamu mau hah?" Gloria menjelaskan apa dampak minuman beralkohol. Entah jiwa ke-MIPA annya timbul begitu saja.
"Iya iya yang anak MIPA semua penyakit di sebutin. Kamu gak ingat kalau kamu pernah mabuk gara-gara minum bir. Hingga kita melakukan malam panas itu, uhh kalau membayangkan lagi rasanya aku pengen Ri."
"Mesummmm," pekiknya berlalau meninggalkan Arthur yang tersenyum geli melihatnya.
"Shitt!!! Membayangkan saja dia sudah bangun," batinnya kesal. Kenapa imannya lemah sekali.
"Honey," teriaknya berlari menuju ruang tamu karena sang pacar yang sedang menonton tv itu.
Gloria hanya terdiam saat Arthur sudah berada di depannya.
"Gimana rasanya tadi?" tanya Arthur menggoda Gloria.
"Gak enak," jawabnya ketus.
"Aku lelah, nanti kalau udah waktunya pulang kamu bangunin aja," ucap Gloria merebahkan tubuhnya di sofa empuk itu dan terlelap. Arthur yang melihat itu hanya tersenyum seraya memakai celananya.
"Maaf membuat masa mudamu hancur, tapi tubuhmu membuatku candu hingga aku tak bisa untuk tidak mengulanginya," bisik Arthur mengecup kening Gloria.
Bersambung
Jangan lupa Like + Komen + Vote dan masukkan ke daftar favorit kalian. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊
__ADS_1
Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏