
Happy reading
Pergulatan panas mereka pun tak terelakkan, suasana yang tadinya dingin kini menjadi panas. Keringat dari tubuh mereka menandakan Pergulatan mereka semakin kuat.
"Ay ang akuhh capek ahh ahh," rengek Gloria saat tubuhnya terus dipacu oleh sang suami.
"Ahh aku belum honey, aku masih kedinginan," jawabnya.
Arthur masih saja bergerak diatas Gloria dengan tangan dan mulut yang sesekali menyesap dua buah itu bergantian.
Bukan apa-apa Gloria bilang capek, karena ini sudah 2 jam lebih mereka bermain kuda kuda. Gloria capek untuk ngan*kan* terus. Rasanya se******annya ingin patah jika terus begini.
"Tapi akhhhh."
Gloria tak bisa terus terusan dikuasai oleh Arthur begini, dengan kekuatan penuh Gloria membalik posisi mereka hingga Gloria berada di atas Arthur.
Bugh
"Aku capek kamu tahu gak sih?" tanya Gloria mere mas terong besar itu dengan kesal.
"Tapi aku masih belum honey akhhhh jangan kasar sama pusaka aku," ujar Arthur menahan sakit sekaligus nikmat saat terong nya di rem as oleh Gloria.
Arthur yang melihat istrinya memancing terus hasratnya itu kembali mengarahkan terongnya yang masih tegak itu ke dalam milik istrinya.
"AYANG," pekik Gloria menatap tajam suaminya.
"Apa sih hmmm? Udah jalan aja, aku masih pengen. Nolak keinginan suami itu dosa loh Honey, kamu mau banyak dosa hmm?" tanya Arthur sedikit mengangkat tubuh Gloria.
"Tapi aku capek Ay ahh."
Arthur tak menghiraukan rengekan sang istri ia masih saja memacu tubuhnya dan mengangkat pinggul istrinya.
Setelah setengah jam berlalu akhirnya mereka menyudahi Pergulatan pagi itu, dengan nafas yang memburu Gloria berbaring diatas tubuh Arthur.
"Aku mau bobo."
"Ya sudah, bobo saja. Aku juga sedikit lelah karena pergulatan kita pagi ini," jawabnya sedikit terbata.
"What!!! Sedikit? Astaga terbuat dari apa tubuh suamiku ini?" batinnya teriak.
"Jangan masukin lagi ya," melasnya yang membuat Arthur tak tega.
__ADS_1
Ia mengangguk dengan senyum di wajahnya, walau ia masih ingin tapi ia tak bisa terus menggempur istrinya seperti ini. Istrinya juga manusia yang memiliki rasa capek.
Arthur membiarkan apa yang akan dilakukan sang istri, tangannya menarik selimut putih itu untuk menutupi tubuh mereka.
Cups
"Aku mencintaimu honey, jangan tinggalkan aku hmm!"
"Hmm."
Akhirnya setelah beberapa menit kemudian akhirnya keduanya terlelap dalam keadaan polos dengan selimut yang menutupi tubuh mereka.
Sedangkan ditempat lain ada seorang wanita dengan rambut berantakan kini sedang memikirkan bagaimana cara menjebak pemilik vila ini agar bisa tidur dengannya.
"Arthur bagaimana ini? Apa aku harus mencari dukun? Ih ogah aku masing ingat dimana tetanggaku dulu malah kena batunya."
"Bagaimana Ayolah kau akan kaya dengan memiliki pria itu tapi pikirkan caranya!!"
"Bagaimana ini? Oh ayolah otak pintar, bekerjalah."
Hingga sebuah ide terbesit dalam otak udang wanita itu. Ia menyinggungkan senyum liciknya.
"Aku akan menjadi nyonya di vila ini hahahaha," tawanya jahat.
Gloria terbangun dari tidurnya, dan jam sudah menunjukkan pukul 3 sore. Oh, astaga mereka melewatkan makan siangnya.
Deg
"Aku masih diatas tubuh Arthur? Dan lihatlah suamimu ini Gloria. Bukankah kau sangat beruntung memilikinya hmmm? Lihat hidungnya yang mancung semoga anakku nanti nurun kamu hmmm. Rambutnya boleh murung dari aku," ucapnya mengecup hidung dan bibir Arthur.
Gloria tak tahu saja jika Arthur sudah bangun dari tidurnya dan mulai mengerahkan pelukannya .
"Honey dingin, peluk," ucap Arthur dengan manja.
"Udah sore loh, kita juga belum mandi. Bangun yuk," ucapnya seraya mencubit hidung suaminya agar bangun.
"Dingin honey."
"Bangun ayang."
Dengan sangat terpaksa Arthur membuka matanya, hal pertama yang ia lihat adalah wajah istrinya yang sedang menatapnya bahkan hidung keduanya hampir bersentuhan.
__ADS_1
Cups
"Mau goda aku hmm?" tanya Arthur dengan suara seraknya.
"Kamunya gak bangun bangun sih," ujarnya dengan senyum manis ia membalas ciuman sang suami.
Hingga ciuman itu semakin dalam dan menuntut.
"Udah cukup ya, aku mau bangun. Mandi dan makan. Aku laper juga," ujarnya manja.
"Cium dulu honey, baru boleh bangun," pintunya saya memejamkan matanya.
Gloria yang tak mau memperpanjang urusan itu mulai mengecup bibir suaminya. Setelah mendapat apa yang ia inginkan Arthur melepaskan pelukannya dan membiarkan sang istri berlalu menuju kamar mandi.
30 menit berlalu Gloria keluar dari kamar mandi dan melihat sudah ada makanan di nafas dekat tempat tidurnya.
"Ini kamu yang ambil?"
"Enggak. Pelayan tadi yang kirim kesini," ujarnya dengan senyum. Ia hanya memakai boxer hitam polos yang menutupi asetnya itu didepan istrinya.
Glora mengangguk dan berlalu untuk mengeringkan rambutnya. Sedangkan Arthur berlalu menuju kamar mandi untuk mandi.
Tak lama Arthur keluar dari kamar mandi hanya dengan jubah berwarna hitam itu. Ia berlalu menuju tempat sang istri yang sudah membawa nampan itu di balkon.
"Gantengnya siapa ini hmm?" tanyanya mengelus rahang suaminya.
"Gantengnya kamu, emang mau Gantengnya cewe lain hmm?"
Gloria menggeleng dengan cepat awas saja jika ada cewek yang merebut Arthur darinya. Biarkan dia dianggap egois karena inilah dirinya yang penuh akan tahanan.
"Awas aja kalau sampai kamu kepincut cewek lain," ujarnya dengan garang.
"Enggak kok, cukup kamu."
"Gak tahu nanti," ujarnya dengan ketus.
Setelah perdebatan singkat tadi, Arthur lebih memilih mengalah bukan ia tak mampu tapi bagi Arthur kebahagiaan istrinya sekarang satu satunya.
"Besok pagi kita ke sana ya ayang," ujar Gloria menujukan kebun teh yang sangat luas itu.
"Iya honey, siap."
__ADS_1
Keduanya menikmati makan sore mereka diatas balkon kamar dengan romantis dimana Gloria duduk dipangkuan Arthur dengan disiapin oleh pria itu.
Bersambung