Nafsu Atau Cinta

Nafsu Atau Cinta
Rencana Liburan


__ADS_3

Happy reading


Tak terasa hari sudah pagi, Arthur yang memang selalu bangun pagi itu mulai mengerijabkan matanya dan hal pertama yang ia lihat adalah wajah Gloria yang menghadap kearahnya. Tangan wanita itu memeluk perut Arthur dengan posesif.


Tubuh mereka masih polos karena penyatuan tadi malam, apalagi Arthur sempat meminta tambah malam mereka. Hingga mau tak mau Gloria yang belum sepenuhnya tidur itu hanya bisa mengiyakan.


Kini Arthur menatap wajah sang istri dari dekat, ia sudah merasakan kembali tubuh istrinya walau belum seperti dulu. Karena kakinya juga belum sepenuhnya sembuh.


"Eughh," geliat Gloria saat ada sesuatu yang memegang pipinya itu.


Perlahan Gloria membuka matanya dan ia melihat dada bidang suaminya disana.


Gloria mendongakkan kepalanya dan benar saja pipinya diusap oleh sang suami tampannya.


"Pagi..."


Cups


Bukannya menjawab Arthur malam mengecup bibir Gloria dengan lembut. Gloria yang mendapat kecupan itu menutup mulutnya.


"Bau ih, belum sikat gigi," ujar Gloria dengan malu.


"Manis honey. Muka bantal kamu juga bikin aku gemas," ujarnya dengan senyum, tangannya tak lepas dari pipi sang istri.


Setelah bercanda ria di atas kasur, Arthur dan Gloria berlalu menuju kamar mandi.


Tak sampai 30 menit, mereka keluar dengan keadaan segar. Jangan lupakan rambut basah mereka.


"Ayang hair dryer milikku dimana?" tanya Gloria yang tak mendapati dimana hair dryernya.


"Kamu taruh dimana hmmm? "


"Kemarin aku taruh laci, sekarang kok gak ada. Apa ada maling masuk ya ay?" tanya Gloria yang mulai mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Gak mungkin ada maling Honey, diluar banyak CCTV jadi gak mungkin maling masuk," jawabnya.


Gloria hanya mengangguk, tapi yang menjadi pertanyaannya dimana hair dryer miliknya?


Setelah rambut mereka kering, keduanya keluar dari kamar menuju ruang makan. Di sana sudah ada Mama Kiranya dan Papa Emanuel yang menunggu keduanya.

__ADS_1


"Pagi Ma, Pa," sapa mereka berdua dan duduk diskusi masing-masing.


"Pagi sayang, tumben muka kamu berseri gitu Nak ada apa?" tanya Mama Kirana pada anak laki-lakinya.


"Habis dapat undian mah, maklum kalau seneng," jawab Papa Emanuel menatap leher sang putra ternyata menantunya ini ganas juga.


Mama Kirana mengikuti arah pandang suaminya yang iapun tersenyum malu melihat itu.


"Astaga menantuku ganas sekali, lihat itu ada berapa?" batin Mama Kirana.


Merasa kepo dengan mamanya yang langsung tersenyum, Gloria ikut menoleh kearah suaminya dan betapa terkejutnya ia melihat tanda merah di leher suaminya.


Dengan cepat Gloria menutup leher Arthur yang membuat kedua orang tuanya tersenyum geli.


"Kenapa sih honey?"


"Leher kamu!" bisikan.


Arthur yang paham itu menarik tangan sang istri dari lehernya dan membiarkan tanda dilehernya itu terpampang jelas.


"Ayang malu," bisiknya.


"Gak apa-apa honey, kita udah sah jadi gak perlu malu hanya karena tanda seperti ini. Ini hal wajar, mama dan papa pasti paham," ujar Arthur yang membuat Gloria bertambah malu.


"Tapi Gloria gak sadar kalau buat tanda itu Mah, Gloria gak tahu," jawab Gloria dengan polos.


Saat Arthur ingin menjawab suara Papa Emanuel menghentikan perdebatan mereka dan menyuruh mereka sarapan. Daripada berdebat tak guna hanya karena kiss mark dilahirkan Arthur.


"Sayang kalian gak ada rencana buat honeymoon?" tanya Mama Kirana pada kedua anaknya.


"Huffttt buat apa honeymoon mah kalau dirumah aja sama," jawab Gloria seraya menyiapkan nasi itu ke mulutnya.


"Hahahaha, ya ya kamu benar, bahkan Arthur tak akan pernah lelah untuk menggempur jika honeymoon," timpal sang Papa dengan tertawa.


Mama Kirana yang tak suka dengan ucapan sang istri itu mulai menyikut perut suaminya hingga membuat Papa Emanuel berhenti.


"Maaf sayang."


"Jadi gimana?" tanya Mama Kirana.

__ADS_1


Arthur berfikir sejenak, mungkin ia tak mau honeymoon tapi ia memikirkan hal yang lebih baik.


"Kita liburan aja ya honey. Suatu saat jika kakiku benar benar sembuh aku akan mengajakmu honeymoon ketempat yang kamu sukai," ujar Arthur.


"Aku ikut kamu," jawab Gloria.


Sebenarnya Gloria juga diajak oleh sahabatnya untuk liburan tapi ia menolak karena tak mungkin ia berlibur sedangkan suaminya sakit di sini.


"Kapan berangkatnya?" tanya Mama Kirana.


"Mungkin besok, lagian kakiku juga sudah mendingan nanti bisa gantian sama Gloria bawa mobilnya," ujar Arthur dan dianggap oleh sang istri.


Gloria memang sudah pandai mengendarai mobil dan semua itu berkat Arthur yang mengajarinya. Gloria yang merengek ingin diajari mobil hingga Arthur pun hanya mengiyakan, walau sempat beberapa kali mobilnya harus lecet karena Gloria.


Tapi bagi Arthur semua itu tak masalah walau ia harus mengeluarkan uang jutaan untuk memperbaiki mobil kesayangannya itu.


"Kenapa gak bawa sopir saja?" tanya Papa Emanuel pada anaknya.


"Gak mau, nanti malah gak enak juga liburannya gara-gara ada pak sam," ujar Arthur.


"Iya mah, lagian Gloria udah bisa bawa mobil kok. Jadi tenang aja," ujar Gloria.


Merekapun menggangguk akan apa yang diucapkan anak anaknya itu. Walau mereka juga menginginkan liburan tapi mengingat pekerjaan dikantor banyak yah tunda saja dulu.


Setelah selesai makan Arthur dan Gloria berlalu menuju gazebo mansion, mereka memang tak ada agenda mau kemana dan Gloria juga malas untuk keluar.


"Bosen ayang."


"Kamu mau gimana caranya biar gak bosen?" tanya Arthur mengelus pipi sang istri.


"Apa?"


"Mengulang kegiatan kita malam tadi," jawabnya dengan senyum yang tak bisa disembunyikan.


"Isshh masih pagi juga kamu udah mesum aja," ujar Gloria.


"Tapi kamu juga mau kan? Bahkan kamu terus meracau saat terungkap masuk dan ahh."


Gloria menutup mulut sang suami yang mengeluarkan desa han itu. Ia hanya takut ada yang dengar dan pengen, apalagi di mansion ini banyak sekali pelayan wanita.

__ADS_1


Bersambung


Hai hai Stuck Marriage Season 2 udah ada ya. Kepoin yuk kisah Albian Ivander Bara.


__ADS_2