Nafsu Atau Cinta

Nafsu Atau Cinta
Gara-gara pedas


__ADS_3

Happy reading


Setelah makan siang menjeleng sore yang sangat menguras emosi Arthur dimana Gloria memesan kembali bakso yang pedasnya tak tanggung-tangung.


"Hahhhhh pedas bat dah. Tapi enak," ujarnya disela minumnya. Arthur yang melihat berapa gelas yang sudah diminum Gloria itu mencegah untuk memesan lagi.


"Kenapa Ar aku masih kepedasan ini," ujarnya saat ia akan memesan jus lagi.


"Nanti kamu kembung Honey, lihat berapa gelas yang suah kamu minum!"


"Tapi ini pedas huhhh."


"Bentar kamu tunggu sini," ucapnya.


Arthur membayar makanan mereka dan mengajak Gloria menuju mobil, Gloria yang masuh kepedasan itu hanya mengikuti pacarnya. Untung belanjaan mereka tak ketinggalan.


Saat didalam mobil, Arthur menghidupkan AC mobil itu dan meraih tengkuk leher Gloria.


Arthur mencium bibir Gloria yang terasa panas itu. Gloria yang dicium itu membuka mulutnya karena pedas itu masih saja menggerogoti bibir seksihnya.


"Eughh."


Arthur memperdalam ciuman itu hingga Gloria yang menikmati itu ikut mengalungkan tangannya dileher Arthur.


"Euhhh Arrmmmmm."


Arthur yang merasa nafas Gloria sedikit tercekat itu melepasnya dengan pelan, ditatapnya mata indah itu gairah yang sudah diubun ubun. Maklum saja Arthur yang belum terlepas dari gelar casanova itu tentu menginginkan lebih.


"Aku gak tahan," gumamnya.


Arthur melajukan mobilnya menuju apartemennya dengan kecepatan penuh, Gloria hanya merasa bibirnya bengkak itu mengambil cerminnya dan benar saja. Bekas gigitan Arthur itu terlihat jelas.


Sampailah mereka di apartemen, Gloria yang bingung itu bertanya dengan pacarnya.


"Kenapa bukan kerumah?"


"Makan kamu dulu baru pulang ke rumah " ujarnya menggendong tubuh Gloria menuju kamar apartemennya.


"Tapi kita," ucapnya terputus saat Arthur membekap bibirnya dengan bibir tebal pria itu.


Ceklek

__ADS_1


Arthur membuka pintu kamarnya dan membawa tubuh Gloria kedalam kamar tak lupa untuk menguncinya lagi.


"Aku gak akan buat kamu hamil sekarang," selanya membaringkan tubuh Gloria keatad kasur.


"Tapi..."


"Udah ya ini juga gara-gara kamu honey, aku mohon."


Tanpa menghiraukan penolakan dari Gloria, pria itu membuka baju atasnya dan naik keatas tubuh Gloria.Arthur membuka baju Gloria dengan paksa tak lupa juga bra yang dipakai wanita itu.


"Gak sabaran banget sih," cemberut Gloria.


Arthur yang mendengar itu hanya tersenyum mesum, Arthur juga melepas dalaman Gloria sedangkan roknya dibiarkan begitu saja.


Arthur mengecup bibir bengkak Gloria hingga membuat Gloria terbuai. Tangan wanita itu melepas ikat pinggang Arthur dan melepasnya celananya begitu saja.


"Eugghh Ar jangan digit dong," ucapnya.


"Kepleset honey," jawabnya.


Arthur meneruskan kegiatannya hingga sampailah ia diintinya, terlihat Gloria sangat merawat apemnya itu.


Arthur mengecup paha pacarnya itu, sedangkan Gloria membuka lebar pahanya agar Arthur bebas mengakses miliknya. Dosa? Iya ia masih mengingatnya tapi bagaimana lagi.


Arthur melepas celana terakhirnys hingga nampaklah terong kebanggaan sudah tegap berdiri itu.


Gloria yang melihat itu sedikit takut walau ini bukan yang pertama untuknya tapi melihatnya suah membuat ngeri.


"Pelan-pelan ya Ar, besar loh itu," ucapnya menutup matanya takut.


"Aku akan pelan-pelan kok honey."


Arthur memajukan terongnya keapem milik sang pacar dengan lembut dan.


Bless


"Akhhh."


Terong itu masuk sempurna kedalam milik Gloria, wanita itu sontak membuka matanya dan menatap kebawah astaga bagaimana bisa benda sebesar itu masuk kedalam miliknya.


Belum sempat Gloria bertanya, Arthur sudah memacu terongnya hingga membuat Gloria mende sah nikmat.

__ADS_1


Mereka terus melakukan hal terlarang itu hingga terong Arthur berkedut seolah ada yang ingin keluar. Dengan cepat Arthur melepas terongnya dan memuntahkan lava putih itu diatas dada pacarnya.


"Hahh hahh hahh."


"Sesuai janjiku aku tak akan membuatmu hamil terlebih dahulu," ujar Arthur mengambil tisu dan mengelap dada, dan apem pacarnya tak lupa juga terongnya.


Arthur menggulung tisu itu dan membuangnya begitu saja letempat sampah.


"Capek hmm?" tanya Arthur melihat Gloria yang sudah berkeringat itu.


"Hmm. Kamu mah gak kira-kira. Benda gede gitu dimasukin," cemberut Gloria menarik tubuh Arthur dan memeluknya.


"Tapi kamu juga keenakan," jawabnya dengan senyum. Sangat terasa dada sintal Gloria menempel pada dadanya.


"Hmm, boleh istirahat bentar gak Ar sebelum pulang?" tanya Gloria.


Arthur menatap jam dinakas sudah menunjukkan pukul setengah empat sore.


"Setengah jam aja ya, ini sudah jam setengah empat nanti ibu nyariin lagi," ujarnya dan dianggukkan oleh Gloria.


Arthur memakai baju dan celanaya, dan juga memakaikan baju pacarnya. Bisa khilaf terus kalau Gloria gak pakai baju.


Arthur ikut naik keatas kasur dan memeluk tubuh pacarnya sesekali ia mencium kening Gloria.


"Makasih honey," bisiknya seraya mengecup lama bibir Gloria.


"Hmm."


Berbeda jika di apartemen kedua manusia itu sedang enak tertidur. Di rumah ibu Riska dibuat tak enak dengan orang orang asing yang datang kerumahnya itu. Ia menduga jika itu suruhan Arthur, sang calon mantu.


"Kemana lagi mereka belum pulang?" gumamnya menunggu anak dan calon mantunya.


Merasayang ditunggu tidak ada Bu Riska masuk kedalam rumah untuk membantu orang orang itu didapur.


Bersambung


Maafin uthor πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!


πŸ“ŒStuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur

__ADS_1


__ADS_2