
...⚠️⚠️Warning⚠️⚠...
...Bab ini mengandung adegan kekerasan dan adegan +21. Buat yang masih -17 mending skip dulu sampai usianya matang untuk membacanya....
Happy reading
"Eughhhh."
Malam harinya Gloria terbangun karena ulang suaminya yang terlihat gelisah dalam tidurnya.
Gloria yang melihat itu langsung mengecek keadaan suaminya mana tau demam. Tapi saat tangannya sudah ada di kening Arthur ia tak merasakan panas di kening suaminya.
"Gak demam kok tapi kenapa dia gelisah seperti ini? Apa pengaruh obatnya belum hilang?" tanya Gloria menatap suaminya.
"Ayang bangun," ucap Gloria membangunkan sang suami.
Perlahan Arthur membuka matanya yang masih sayu, ia menatap sang istri dengan nafs*. Arthur belum mengingat apa yang terjadi dengannya tapi yang pasti saat ini ia menginginkan istrinya.
"I want you," lirihnya.
Gloria yang sadar akan pengaruh dari obat itu hanya bisa menerima apa yang suaminya lakukan dan dimalam itu mereka kembali melakukannya hingga sampai dimana Arthur kembali mengeluarkan cairan itu di rahim Gloria.
"Semoga pengaruh itu sudah hilang," ujar Gloria melepaskan penyatuan mereka dan kembali menyelimuti tubuh mereka berdua.
Ting
Ponsel suaminya berbunyi dan berisi pesan masuk dari seseorang yang ia kirimi pesan tadi.
+62 8177****
Semua sudah siap Nona.
Anda
Besok pagi aku akan kesana. Kalian istirahatlah dulu.
+62 8177****
Baik Nona.
Gloria kembali meletakkan ponselnya di nafas dan memeluk kembali tubuh suaminya
...----------------...
Pagi harinya, Gloria terbangun terlebih dahulu saat suaminya masih memeluknya erat.
"Untunglah kamu gak jadi masuk gua lain ay, kalau sampai itu terjadi entah apa yang akan terjadi dengan pernikahan kita," ujar Gloria mengecup kening suaminya.
Dengan pelan Gloria mengalihkan tangan suaminya dan turun dari kasur menuju kamar mandi.
__ADS_1
"Astaga kenapa kembali perih," gumamnya saat merasa intinya perih dan sedikit ngilu dibuatnya.
Dengan langkah tertatih Gloria masuk kedalam kamar mandi dan mengisi bath tup tak lupa sabun beraroma mawar yang ada disana.
Ia masuk dan merilekskan badannya yang rasanya ingin patah karena pergulatannya semalam dengan sang suami.
Setelah beberapa menit, Gloria rasa sudah rileks dan membasuh busa yang ada ditubuhnya dengan air hangat.
Ceklek
Pintu kamar mandi dibuka, Gloria sudah selesai mandi. Wanita itu sudah cukup fresh saat ini. Di pandangnya wajah damai suaminya dan ia mengambil foto suaminya yang masih polos dengan selimut sebatas pusar.
"Dia tampan," gumamnya menatap hasil jepretannya.
Gloria yang mengingat sesuatu itu langsung keluar dari kamar dan menanyakan dimana Airin pada Ina dan Iren.
"Dimana dia?" tanya Gloria.
"Ada di gudang bawah tanah nyonya, mari kami tunjukkan," jawab Iren tapi ditahan oleh Ina.
"Nyonya gak mau sarapan dulu? Nyonya terlihat sangat pucat," ujar Ina dan dijawab gelengan oleh Gloria.
"aAku nanti saja, menunggu suamiku bangun."
Mereka berlalu menuju gudang bawah tanah yang bahkan Gloria baru mengetahuinya. Mungkin suaminya juga tahu tentang itu.
Sampainya digudang bawah tanah Gloria melihat pelayan yang sudah berani mencampurkan obat perangsang pada suaminya itu. Tangan dan kaki wanita itu terikat kuat hingga menimbulkan bekas merah dibebaskan ikatan.
"Kalian berdua keluar dari sini," perintah Gloria pada Ina dan Iren.
Kini hanya tinggal Gloria dan Airin di ruangan itu.
"Tolong nyonya maafkan aku, aku tak akan mengulangi kesalahan yang sama nyonya aku mohon lepaskan aku," pinta Airin dengan air mata yang mengalir.
"Apa maaf? Setelah kau memberi obat sialan itu pada suamiku. Seenak jidat kau meminta maaf dan minta di lepas?"
"Tak semudah itu sayang, kamu harus merasakan apa yang aku rasakan tadi malam. Untung Arthur suamiku sendiri," lanjut Gloria.
"Merasakan apa yang dia rasakan? Apa dia ingin memberikan Tuan Muda padaku?" tanyanya dalam hati dengan bangga.
Tak lama ada empat orang laki-laki yang masuk ke ruangan itu. Mereka menghampiri Gloria yang berdiri disana.
"Berikan itu pada wanita ini," perintah Gloria pada salah satu dari mereka.
"Nona apa ini target kita?" tanya laki-laki itu menatap tubuh Airin.
"Yah, kalian harus memuaskannya oke. Awas kalau tidak siap-siap suamiku yang turun tangan," ujarnya dengan senyum sinis menatap Airin.
Seorang ketua dari mereka menegukkan obat perangsang itu pada Airin hingga dalam waktu singkat wanita itu bagai cacing kepanasan ingin dipuaskan.
__ADS_1
"Kalian bertiga puaskan mereka, buat dia puas tapi jangan biarkan dia sampai meninggal," ujar Gloria pada ketiga orang itu.
Gloria meninggalkan tempat itu, karena bisa bisa suaminya itu murka saat tahu istrinya melihat tubuh laki-laki lain.
Hingga di dalam gudang itu kini hanya tertinggal mereka berempat. Ketua dari mereka duduk di kursi usang disana menikmati adegan life yang akan tayang sebentar lagi.
"Harusnya ku ajak Talita kesini tadi," batin ketua dari mereka.
"Arghhhh panas tolong aku ahhhh."
Salah satu dari mereka melepaskan ikatan tangan dan kaki Airin. Hingga membuat wanita itu lepas dan ingin mencium bibir laki laki disana.
"Etss ciumanku sangat mahal nona," ujar laki laki itu menjauh dari Airin.
Mereka melepas pakaian mereka dan langsung menerjang Airin dari berbagai sudut. Ada yang memasukkan dari belakang, depan, dan satunya mulut Airin hingga tubuh wanita itu habis dijajaki oleh mereka bertiga.
"Ahhhh emma ahhh faster ku mohon," pinta nya melas.
Entahlah urat malunya sudah hilang atau bagaimana, tapi bagi Airin ia hanya ingin kepuasan saja dari mereka.
Obat yang ada ditubuhnya sangat kuat hingga membuat wanita itu langsung basah melihat laki laki yang tak berpakaian, itu.
1 jam
2 jam
3 jam
Tak terasa sudah tiga jam mereka disana tapi tak ada tanda tanda kepuasan untuk Airin. Berbeda dengan ketiga dari mereka yang sudah pegal. Pasalnya bukan hanya mereka yang bekerja tapi wanita ini.
"Aku nyerah, gak sudi aku layani dia," ujar laki laki itu mencabut paksa miliknya dari milik Airin hingga wanita yang masih menginginkan itu tak rela.
"Ahhhh jangan ku mohon aku butuh kalian, Aku akan melakukan apapun untuk itu," ujarnya dengan lantang.
Tangannya masih memaju mundurkan milik laki laki itu seraya memasukkan kedalam mulut.
"Oke sekali lagi."
Mereka melakukannya sekali lagi, hingga Airin merasa intinya perih bercampur nikmat hingga dihiraukan begitu saja oleh Airin.
Setelah satu jam kemudian mereka tak kuat dan memutuskan untuk membersihkan diri meninggalkan Airin disana yang belum menuntaskan hasratnya.
"Arghhhh brengsek!!!"
"Ahhhh aku butuh sesuatuhh," gumamnya.
Ia mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk menyalurkan hasratnya tapi nihil gudang itu kosong hanya ada kursi usang saja hingga ia melakukan itu dengan jarinya sendiri. Merasa sudah tak kuat Airin mulai pusing dan pingsan disana.
Bersambung
__ADS_1
Maafin Tya yang khilaf. Maaf tapi dalam sebulan kedepan udah gak ada adegan gini kok paling cuma kissing aja. Tapi tenang gak sampai seditail ini kok. Dan mohon bacanya pas malam oke. Habis tarawih gitu gak apa-apa ditempatinya baca.