
Happy reading
"Ke Mall BarCity ya pak."
"Baik bu," jawab sang sopir.
"Ma.. Bukanya Mall BarCity itu mall besar ya mah, kenapa gak ke mall yang ada di bawahnya saja, aku hanya takut pengeluaran kita terlalu banyak," ujarnyanya pada sang mama.
"Ternyata dia belum tahu tentang keluarga barunya, aku yakin Arthur tak salah pilih," batin Mama Kirana menatap menantunya.
"Gak apa-apa kok sayang, hari ini kita akan menghabiskan uang papa kamu," jawabnya dengan senyum.
"Tapi mah...."
"Udah ya kamu ikut aja apa kata mama," selanya.
Akhirnya Gloriapun hanya bisa mengangguk, dalam perjalanan Gloria dan Mama Kirana sama sama sibuk dengan ponsel mereka.
My Husband : Udah berangkat?
Anda: Ini lagi dijalan.
My Husband :Hati-hati ya, Honey. Nanti kalau aku sudah selesai aku jemput kamu.
Anda: Oke. Tapi Mama ajak aku ke Mall BarCity Ay. Kamu tahu sendiri disana mahal-mahal.
My Husband: Gak apa-apa honey, barang disana mahal karena memang kualitasnya terjamin bagus. Gak seperti mall mall lain.
Anda: Aku takut menghabiskan uangmu dan uang papa.
My Husband: Tak apa, aku kan kaya. Bahkan jika untuk membeli seluruh isi mall itu aku sanggup.
Anda: Masa sih? Kamu sombong ya!!
My Husband: Yah, mau sombong gimana kalau emang kenyataannya aku sangat kaya.
Anda: Kekayaan itu hanya titipan Ay, jangan berbangga diri.
My Husband: Yah, kamu benar. Emm kamu mau beli apa?
Anda: Gak tahu juga, aku ikut mama Ay. Nanti kalau ada yang bagus aku beli kalau enggak ada yang buat aku tertarik ya sudah.
My Husband: Belilah apa yang kamu mau, jangan hanya melihat-lihat saja.
Anda: Oke lah. Kamu yang nyuruh jadi aku iyain.
My Husband: Uah dulu ya Honey, aku masih ada tugas dari papa nih.
Anda: Oke, semangat ayang😙
__ADS_1
Gloria terkekeh sendiri saat melihat emot yang ia kirim ke suaminya. Karena ia sangat jarang mengirimkan emot cium seperti itu pada siapapun dan ini adalah kedua kalinya ia mengirimkam emot itu pada suaminya.
Sedangkan di kantor, Arthur sedang berbunga hatinya dan terus mengembangkan senyumnya melihat pesan terakhir istrinya yang mengirim emot cium itu.
"Ohhh sayang kamu sangat menggemaskan, andai kamu disini mungkin aku sudah menghabisimu di kamar," gumamnya.
Sekretaris Lita yang melihat anak bos besarnya tersenyum itu ngeri sendiri.
"Pak Arthur gak apa-apa?" tanya Sekretaris Lita.
"Gak apa-apa," jawabnya kembali menormalkan raut bahagianya.
"Aneh deh, tapi sayang dia ganteng banget dan umurnya masih muda gak pantes buat aku yang udah 30 tahun," batin sekretaris Lita.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sampailah Mama Kirana dan Gloria di Mall BarCity. Mall dengan 9 lantai itu tampak megah dari luar.
Mama Kirana mengajak sang menantu untuk masuk kedalam mall itu. Gloria hanya mengangguk dan mengikuti mertuanya.
"Kamu mau beli apa sayang?"
"Ikut mama aja," jawabnya bingung. Pasalnya ia jarang sekali belanja seperti ini.
"Loh kok mama, emang kamu gak mau beli apa gitu?" tanya Mama Kirana pada Gloria yang hanya menggeleng.
"Hufftt ya sudah yuk ikut mama, kamu pasti suka dengan apa yang akan mama tunjukkan ke kamu," ajaknya dengan menggandeng tangan Gloria.
"Kita mau ke lantai berapa ma?" tanya Gloria menggendeng pelan tangan Mama Kirana.
"Lantai atas," jawabnya dengan senyum.
Impiannya untuk memiliki anak perempuan kini sudah terwujud, ia bisa mengajak menantunya ini untuk shopping sepuasnya karena jika sendiri itu rasanya gak enak.
Sampailah mereka dilantai atas, Mama Kirana berlalu menuju toko perhiasan yang terlihat biasa saja untuk Gloria.
"Ngapain ke sini ma?" tanya Gloria.
"Beli perhiasan dong sayang emang mau ngapain?" tanyanya.
"Kamu suka yang mana?" tanya Mama Kirana pada sang menantu.
"Gak ada mah, aku gak suka perhiasan," jawabnya santai. Gloria hanya duduk dikursi yang tersedia disana.
"Loh kok gitu?"
"Gak suka aja mah, ribet pakainya. Ni udah ada anting, kalung sama cincin. Udah cukup bimuat aku," ujarnya.
"Tapi perhiasan bisa dibuat investasi sayang, kalau kalian butuh uang kan bisa dijual."
__ADS_1
"Emang gini ya hidup orang kaya," batin Gloria yang pusing akan keadaan.
"Mama aja deh," ujarnya.
Mama Kirana hanya menghembuskan nafasnya kasar. Ia memilih perhiasan yang kiranya cocok untuk Gloria.
Setelah 4 jam mereka menelusuri mall itu, mereka berhenti disebuah restoran disana.
Mama Kirana dan Gloria meletakkan papar bag di sana dan memesan makanan.
"Papa dan suami kamu akan nyusul ke sini, mungkin mereka masih ada diperjalanan," ujarnya pada Gloria.
"Kok Arthur gak bilang kalau udah di jalan?" tanyanya dalam hati.
30 menit kemudian datanglah Papa emanuel dan Arthur di restoran itu. Manager yang tahu pemilik mall ini datang itu dengan antusias menyambutnya. Hal itu cukup mrmbuat Gloria kaget.
"Jangan kaget sayang, papa adalah pemilik mall ini. Jangan takut untuk belanja disini," ujar Mama Kirana pada sang menantu yang terlihat kaget.
"Jadi pemilik mall mewah ini adalah mertuaku sendiri? Wah kaya bener dah gue sekarang," batinnya.
Papa Emanuel dan Arthur duduk disamping pasangan masing-masing.
"Kalian udah makan?" tanya Papa Emanuel pada istri dan menantunya.
"Sudah baru saja selesai. Kalian?"
"Kami sudah sempat makan tadi," jawabnya dengan senyum kearah sang istri.
Setelah pertemuan itu, kedua pasangan itu pulang dengan mobil masing-masing.
"Tadi beli apa?" tanya Arthur menatap istrinya.
"Gak tahu mama tadi," jawabnya memalingkan wajahnya. Ia malu dengan apa yang di belikan mamanya tadi.
"Kamu gak beli hmm?"
"Gak ada yang buat tertarik Ay, semua serba wah. Dan aku gak suka itu," jawabnya.
"Kamu belum terbiasa honey, nanti juga kamu akam sama seperti mama, " ujarnya seaya mengecup punggung tangan sang istri.
"Semoga aja aku bisa ngimbangi kamu ya Ay."
"Aku gak perlu kamu ngimbangin aku tapi cukup ada disisiku dan jangan pergi," ujarnya.
Gloria yang mendengar itu tersenyum dan memeluk lengan suaminya.
Bersambung
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!
__ADS_1
📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur