
Happy reading
"Oh hai Le, ngapain disini?" tanya Gloria pada laki-laki itu.
"Biasalah. No Le tapi Lea," jawabnya mulai mendekat kearah Gloria.
"Btw siapa yang ada disamping lu itu? Cakep banget sumpah," tanyanya dengan bisik. Arthur yang melihat laki-laki itu mendekat ke arah tunangannya membuat Arthur meradang dibuatnya apalagi Gloria tak menolak.
"Glo"
"Awas aja sampai tunangan gue jadi target, habis lu ditangan gue," ancam Gloria menatap tajam laki-laki itu.
Arthur menarik tangan Gloria hingga wanita itu terduduk di samping Arthur. Gloria menatap Arthur yang sudah memerah itu.
"Gue buat salah ya?" tanyanya dalam hati.
"Posesif banget say, tenang aja gue gak doyan ama cewek modelan gorila ini. Mendi cari yang bertato say lebih seksoy. Oh ya say lu siapa nama?" tanya Laki-laki itu.
Arthur yang mendengar nada gemulai itu membuatnya seketika ingin muntah, lihat saja badannya yang kekar dan menunjukkan berberapa tato.
Arthur menatap tunangannya yang hanya tersenyum dan mengangguk seakan mengetahui apa yang dipikirkan Arthur.
"Jadi dia cemburu toh?" batin Gloria dengan tawa geli.
"Gue Arthur," balasnya.
"Oh sih ganteng ini namanya Arthur toh, hati hati ya say sama ni cewek dia galak kalau lagi marah," hasutnya yang membuat Gloria melotot kearah Leo.
"Hm."
"Dah ya say, gue gak betah lama lama disini. Yang satu kek Gorila yang satunya kek kutub," cibir Leo pergi begitu saja.
"Temen kamu honey?" tanya Arthur merapatkan tubuhnya dengan Gloria.
"Heem dulu aku pernah ditolong sama dia saat ada preman yang mau perkosa aku. Untung ada dia kalau enggak mungkin kamu akan mendapat bekas," ujarnya menatap Arthur.
__ADS_1
"Oo jadi aku harus berterima kasih sama dia ya? Sebab karena dia aku yang menjadi pertama milikmu," tanyanya.
"Harusnya begitu, tapi sedih deh lihat hidupnya," ujarnya.
"Memang kenapa?" tanya Arthur penasaran.
"Dia penyuka sesama jenis Ar. Dia korban broken home hingga membuatnya salah pergaulan dan menjadi seperti itu."
"Dia gay?" tanya Arthur dan dianggukkan oleh Gloria.
"Tapi aku bangga deh jadi temennya, dia bisa sukses dengan usahanya sendiri walau dengan kelainan itu," ujarnya yang membuat Arthur mengangguk.
"Tetap saja, aku gak suka kamu dekat dekat laki-laki lain. Walau dia seorang gay,"
Tak lama pesanan sate mereka datang, aroma bumbu kacang itu menusuk indra pencium mereka.
"Mau tambah nasi?" tanya Gloria yang dijawab gelengan oleh Arthur.
"Oke! Selamat makan," ucao Gloria mengambil satu tusuk sate itu dan memakannya.
"Pelan-pelan honey, nanti kalau habis bisa pesen lagi," ujar Arthur menghapus noda sambal disudut bibir Gloria dan mengemut jempolnya.
"Jorok kamu mah, inikan ada tisu," ujarnya pada Arthur.
"Enakan dari bibir kamu," ucapnya dengan senyum. Ia juga mengambil satu tusuk sate dan memakannya. Benar apa kata Gloria jika sate itu memang enak.
Saat sedang menikmati sate yang ada didepan mereka, tiba-tiba Gloria memekik dan meletakkan satenya ke piring.
"Aaahhhhh sakit."
"Kenapa honey?" tanya Arthur ikut khawatir.
"Ketusuk," ujarnya seraya meminum air putih yang ada disana.
"Astaga kenapa bisa ketusuk sih hmm? Hati-hati dong kalau makan," ujarnya mengelus punggung tunangannya.
__ADS_1
Gloria mengangguk dan mengambil satenya lagi, sedangkan Arthur melepaskan sate sate itu dari tusuknya agar Gloria lebih mudah memakannya.
"Makasih."
"Apapun untuk kamu," jawabnya dengan senyum.
"Biar aku suapi kamu ya."
Tanpa menunggu jawaban Gloria, Arthur mengambil alih tusuk sate itu dan mulai menyuapkannya satu persatu.
"Enak kalau disuapin hmn?" tanya Arthur dan diangguki oleh Gloria. Gloria juga mengambil tusuk itu dan menusukkan sate itu.
"Buka mulutnya."
Dengan senang hati Arthur membuka mulutnya dan mengunyah sate itu.
Siapapun yang melihat adegan itu pasti sangat iri akan keromantisan pasangan ini. Termasuk tukang sate yang melihat pelanggannya ini. Andai istrinya ikut tadi ia bisa ikut bermesraan seperti Gloria dan Arthur.
Setelah selesai makan, Arthur membayar sate itu. Dan pulang karena hari sudah mulai malam. Tapi belum juga 10 langkah Gloria berhenti dan..
"Beli pentol yuk! Uangnya masih kan?" tanya Gloria.
"Masih kok," ucapnya memperlihatkan uang yang ia bawa.
Gloria mengangguk dan mencari tukang pentol yang ada disana. Setelah mencari diberberapa stand akhirnya mereka menemukannya. Gloria membeli 10 ribu pentol. Arthur hanya diam karena ia memang tak tahu apa itu pentol.
Setelah membeli pentol Gloria dan Arthur berlalu menuju kursi yang sudah disiapkan disana. Mereka memakan pentol itu lebih tepatnya karena paksaan Gloria yang tak mampu menghabiskan pentol itu.
Bersambung
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!
📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur
Mampir ke novel temen uthor yang ini juga ya!
__ADS_1