
Happy reading
Rasa hangat dengan busa yang melimpah itu membuat tubuh Gloria rileks seketika. Tubuhnya bertumpu pada paha suaminya.
"Capek Ay, nanti ya!"
"Tapi pengennya sekarang," rengeknya.
"Aku mau Rileksin badan dulu, capekku belum sepenuhnya hilang ay," ucapnya dengan menjatuhkan kepalanya dipundak Arthur.
"Huffttt gagal lagi dong kalau gitu?" tanyanya dengan raut tak bisa dijelaskan padahal terongnya sudah menegang sedari tadi.
Gloria yang mendengar itu tertawa dalam hatinya, bisa juga ia mengibuli sang suami ini.
Arthur yang tak tega itu hanya bisa mengelus pundak sang istri dengan lembut. Tapi bibirnya sudah mulai mengecup leher Gloria yang terekspos jelas itu.
"Aku gak bisa nahan lagi," ucapnya seraya mencium bibir Gloria dan tangan yang meremat bulatan itu hingga membuat Gloria tak berdaya dibuatnya.
"Emhhh."
Gloria yang mulai terbuai akan kenikmatan yang diberikan suaminya itu ikut membalas ciuman itu dan tangan yang mencari sesuatu yang sudah tegang dibawah sana dan merematnya.
Arthur yang tak tahan itu mulai mencari lubang kenikmatannya dan dengan sekali hentakan terongnya masuk sempurnya diapem Gloria.
"Ay, pelan-pelan," pinta Gloria memeluk leher Arthur.
"Yeahh Honey."
Gerakan mereka terus bertambah hingga membuat air dalam bath tup itu tumpah. Gloria dibuat memekik oleh suaminya yang sudah sangat ahli dalam permainan itu.
Belum juga mencapai kepuasan mereka Arthur malah melepas terongnya begitu saja dan membuat Gloria menelan kekecewaan.
"Ay," Gloria menatap Arthur yang hanya tersenyum.
"Balik badan honey, aku mau mencoba gaya lain. Dan tentunya ini akan menikmatkan kamu," ucapnya dengan suara berat.
Gloria hanya mengangguk dan mengikuti apa yang diucapkan suaminya. Ia menjadikan pinggur bath tup menjadi peganganya.
"Ready honey?" tanya Arthur yang sudah memegang gundukan itu dari belakang.
__ADS_1
"Hm."
Mendengar jawaban dari sang istri membuat Arthur tersenyum senang. Dengan perlahan ia memasukkan terongnya itu dari belakang hingga Gloria yang baru saja melakukan hal ini merasakan sedikit ngilu tapi semua itu terbayar dengan kenikmatan yang diberikan sang suami.
"Ay ahh, pelan-pelan," ujarnya disela desa hannya.
"Tapi ini sangat nikmat honey, ahhh aku baru merasakan itu hanya denganmu," ucapnya dengan nafas memburu.
Arthur terus memompa dirinya pada Gloria hingga pekikan demi pekikan terdengar jelas ditelinga Arthur yang menjadikan semangatnya.
"Ahhh"
Keduanya mencapai puncaknya bersama, Gloria lemas begi saja dibuatnya. Rasa hangat itu mengalir dirahimnya.
Cups
"Terima kasih honey," ucapnya mengecup pipi Gloria dari belakang.
Gloria mengangguk dengan senyumnya. Arthur memeluk Gloria dari belakang hingga terong itu semakin dalam tertancap.
"Akhh," ringisnya pelan.
Setelah satu jam di kamar mandi hanya dengan jubah mandi saja, Arthur keluar dengan menggendong tubuh Gloria yang sudah lemas dibuatnya. Apalagi luturnya yang serasa tak bisa di gerakkan tadi.
Cup
Cup
Cup
Dan selama itu pula Arthur mengecupi seluruh wajah Gloria tanpa sisa. Arthur membaringkan sang istri di kasur, Gloria yang kelelahan itu hanya bisa menutup matanya.
Sedari kemarin ia belum makan tapi suaminta malah mengajaknya begituan hingga membuatnya tak bisa menolak.
"Honey maafin aku yang gak bisa menahannya," ucaonya dan dianggukkan oleh Gloria yang masuh memejamkan matanya itu.
"Sarapan dulu ya Honey," ujarnya mengambil makanan yang sudah berada diatas nakas itu.
"Suapin ya ay, rasanya aku gak kuat untuk memegang sendok saja," lirihnya dan dianggukkan oleh Arthur.
__ADS_1
Ia membangunkan Gloria hingga sekarang posisinya duduk. Dengan telaten Arthur menyuapi Gloria dengan makanan itu dan juga makan untuknya sendiri. Walau terlihat kuat Arthur juga manusia yang butuh makan dan minum.
"Maaf ya bikin kamu lelah."
Arthur memberikan gelas yang berisi air putih itu. Gloria mengangguk dan tersenyum.
Gloria mengembalikan gelas itu dan kembali berbaring. Tubuhnya remuk redam karena kegiatan mereka tadi.
Arthur yang melihat itu hanya tersenyum melihat tanda merah dileher sang istri itu.
Arthur mengelus rambut Gloria dengan lembut. Sedangkan Gloria yang merasakan nyaman itu memeluk lengan kiri suaminya bagaikan guling.
Berbeda dengan Gloria dan Arthur yang istirahat. Mama Kirana dibuat kesal oleh kelakuan sang suam yang tak mau jauh darinya.
Bu Riska yang melihat itu hanya tersenyum, menurutnya pasangan ini sangat romantis diusianya yang hampir menginjak 40 tahun.
"Oh ya, Ris. Kami gak ada niatan untuk menikah lagi? Kamu masih muda dan masih kuat jika ingin memiliki anak lagi," goda Mama Kirana pada adiknya itu.
"Gak kepikiran untuk kesitu Kak, bagiku suamiku adalah cinta pertama dan terakhir. Lagian aku gak mau nambah anak kak, bagiku Gloria sudah lebih dari cukup. Apalagi aku memiliki mantu sekarang," jawabnya tak tersinggung akan ucapan kakaknya itu.
"Hmm, aku hanya kasihan padamu yang selalu sendiri jika Gloria dan Arthur tak menginap dirumahmu," ujarnya.
"Aku baik-baik saja, lagian masih ada bibi yang menemaniku," balasnya.
Disana Papa Emanuel hanya mendengarkan, walau ada rasa tak enak akan omongan istrinya. Baginya menikah itu hal yang datang dari hati.
"Oh ya, anak-anak kok belum turun ya?" tanya Bu Riska.
"Mereka lagi bikin cucu buat kita, nanti juga turun sendiri," ujar Mama Kirana.
ketiganya menikmati sarapan itu dengan tenang, setelah sarapan Bu Riska harus kembali ke rumahnya begitupun Mama Kirana dan Papa Emanuel.
Bersambung
Maaf tak sesuai harapan kalian🙏
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!
📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur
__ADS_1