
...Jangan kaget jika sewaktu waktu Novel ini tamat ya kakak kakak....
Happy rading
"Kamu kenapa sih hmm?"
Sadari tadi pagi istrinya ini selalu nempel dengannya, bahkan saat ia ingin pergi ke kampus Gloria merengek ingin ikut tapi dengan kesabaran Arthur akhirnya Gloria mau ditinggal.
Gloria seperti anak kecil selama hamil, yang sering menangis, kadang galak, manjanya nambah, untung Arthur sudah dibekali ilmu sabar oleh sang Mama jika ibu hamil itu sangat sensitif. Apalagi tentang berat badan.
Dan malam ini setelah makan malam, disaat Arthur ingin mengerjakan tugas kampus Gloria ikut duduk dipangkuannya dengan manja.
Lagi lagi Arthur harus menghela nafasnya pelan, ia harus sabar sabar menghadapi istri cantiknya ini.
"Gak apa-apa lagi pengen dimanja kamu," jawab Gloria dengan manja, Gloria menarik tangan Arthur agar mengelus perutnya.
"Apa ini maunya Baby ya?" tanya Arthur dalam hati.
Dengan sabar Arthur mengelus perut istrinya dengan satu tangan berada diatas keyboard laptop itu.
"Ay."
"Ada apa?" tanya Arthur mengecup kening istrinya.
"Kamu udah gak mau aku lagi ya?" tanya Gloria dengan pelan.
Arthur menatap istrinya dengan bingung, kenapa istrinya bertanya seperti itu.
"Maksud kamu apa hmm?"
"Kamu gak mau gituan lagi sama aku?" tanya Gloria dengan malu.
Arthur yang mendengar itu membulatkan matanya. Bagaimana bisa istrinya bertanya seperti itu.
Sebenarnya Arthur juga sangat menginginkan tubuh istrinya lagi tapi berhubung istrinya masih hamil jadi ia takut untuk melakukan hal lebih.
"Kenapa kamu tanya seperti itu? Tentu aku mau honey," tanya Arthur berusaha tak terpancing atas apa yang diucapkan sang istri.
"Aku takut kamu cari cewek diluar, aku pikir kamu udah bosen dengan aku karena sekarang aku tak seseksi dulu lagi," ujarnya dengan mata mengembun.
__ADS_1
Bayangan drama yang tadi pagi ia tonton membuat Gloria insecure karena badannya yang hampir melar.
"Hei honey, jangan nangis hmm. Aku gak akan cari cewek lain kok honey. Cewek aku cuma kamu gak ada yang lain," ujarnya dengan senyum, Arthur mengecup kening istrinya.
"Tapi kamu gak pernah sentuh aku hiks," tangis Gloria.
Arthur yang tak tahan akan tangisan sang istri itu mulai mengecup bibir Gloria dan mel****nya dengan lembut.
Gloria menerima tapi air matanya belum juga reda, walau membalas tapi isakan itu masih terdengar ditelinga Arthur.
Cups
Arthur menghapus sisa air mata yang masih tertinggal di pipi bulat sang istri.
"Bukannya aku gak mau sentuh kamu honey, aku hanya takut perlakuanku akan menyakiti anak kita. Kamu tahu sendiri kalau aku gak bisa berhenti kalau udah buka puasa!"
"Tapi kata dokter gak apa-apa kok hubungan," cicitnya.
"Hmm, emang aku boleh masukin kamu hmm? Apalagi kamu lagi hamil," tanyanya dengan senyum.
"Boleh."
Jawabnya dengan semangat, tapi sedetik kemudian Gloria malu akan apa yang baru saja ia lakukan.
Gloria mengangguk dan menikmati elusnya suaminya di perutnya yang mulai menonjol.
"Baby bakal ketemu Papi," batinnya Gloria dengan senyum. Entahlah ia sangat ingin tapi malu ingin berucap.
Setelah beberapa menit akhirnya tugas kuliah Arthur selesai, Arthur yang sudah tak sabar itu langsung menggendong Gloria menuju kasur empuk itu.
"Kamu yakin?" tanya Arthur dan dianggukan oleh Gloria.
Arthur hanya tersenyum mendengar itu, tatapan mengarah ke perut buncit istrinya. Arthur mengecup perut itu dan membisikkan sesuatu diatas perut Gloria.
"Papi datang Baby," bisikan.
Arthur mulai menjalankan aktivitasnya yang tentu saja membuat Gloria mendesah tak karuan dibawahnya. Apalagi tangan makalah Arthur yang bermain dibawah sana.
(Skip woy belum buka puasa)
__ADS_1
"Ahh," akhirnya keduanya mengalami pelepasannya.
Arthur ambruk disamping istrinya. Permainan yang cukup menyita waktu karena Arthur belajar puasa selama 5 bulan ini karena istrinya hamil.
Gloria kini sudah tenang apalagi ia sudah tak merengek aneh aneh lagi sekarang. Ia percaya jika suaminya ini hanya mencintai dirinya terbukti saat berhubungan tadi Arthur selalu mengucapkan cinta disetiap pelepasannya.
"Puas honey?" tanya Arthur mendekap tubuh polos istrinya.
Kenapa Arthur bertanya seperti itu? Karena disetiap permainannya tadi Gloria selalu minta lagi, lagi, dan lagi. Hingga jam sudah menunjukkan pukul 1 malam.
"Ayang," rengeknya dengan malu.
Gloria menyembunyikan wajahnya di dada polos suaminya, nafasnya masih terengap karena pergulatannya tadi.
"Baby gak apa-apa kan?" tanya Arthur mengelus perut sang istri.
"Gak apa-apa, Baby malah seneng dikunjungi papanya," jawab Gloria.
"Baby, apa Mami hmm?"
"Ayang Baby yang mau," rengeknya dengan manja.
"Iya iya Baby yang mau tapi lebih besar Mami kan?" tanya Arthur dengan senyumnya.
Gloria tak menjawab tapi malah mengeratkan pelukannya pada suaminya. Sedangkan Arthur malah mengambil tisu yang ada di nakas dan membersihkan cairan yang ia tinggalkan di milik istrinya.
Setelah membersihkannya, Arthur menarik selimut itu dan memeluk tubuh berisi sang istri.
"Papi mencintai kalian," bisikan ya dan berlalu menuju alam mimpi.
Bersambung
Hai kak mampir ke novel teman aku ya!
Judul: Pacarku seorang Merman Tampan
Karya: Syochan
Vanya Apride tiba-tiba didorong ke laut oleh kekasih baru mantan pacarnya saat bekerja paruh waktu di kapal pesiar. Dari kedalaman lautan terlihat ada yang menyelamatkannya seperti seorang merman yang berparas sangat tampan. Ketika Vanya kembali melanjutkan pekerjaannya, ia melihat orang yang menyelamatkannya sangat mirip dengan superstar terkenal bernama James Haolin.
__ADS_1
Apakah benar orang yang menyelamatkannya saat dia tenggelam adalah James Haolin? Namun, mengapa James Haolin berkaki seperti ikan ketika didalam lautan???