Nafsu Atau Cinta

Nafsu Atau Cinta
Dari Calon Besan


__ADS_3

Happy reading


"Kalian lama banget. Ngapain aja?" tanya Bu Riska pada anak dan pacar anaknya itu.


"Gak ngapa ngapain kok tan," jawab Arthur duduk dikursi ruang makan itu. Bu Riska mengangguk.


"Ambilin pacar kamu nasi sayang," ucap Bu Riska pada Gloria yang sudah terlebih dahulu mengambil nasi itu.


"Loh kok aku sih bu?"


"Gak usah tan, aku bisa sendiri kok," ujar Arthur tak enak walau di dalam hatinya ia sangat mengiyakan ucapan Bu Riska.


"Gak apa-apa kok nak Arthur," ujar Bu Riska menatap Gloria seakan memberi isyarat untuk mengambilkan Arthur makanan.


"Iya bu, gak usah gitu juga natapnua. Aku takut."


Dengan malas, Gloria mengambilkan nasi dan lauk yang ada disana untuk Arthur yang tersenyum dengan senang hati pria 19 tahun itu menerimanya.


"Makasih honey," ucapnya dengan lembut.


"Hm, sama-sama."


"Yang ikhlas sayang," ucap Bu Riska pada anaknya.


"Iya bu. Sama-sama Arthur," ucapnya dengan senyum paksa.


Bu Riska hanya tersenyum, sungguh ia merasa flashback dengan suaminya dulu saat disuruh untuk mrngambilkan makanan.


Mereka bertiga makan bersama di sana, walau dengan lauk yang sederhana tapi cukup untuk membuat mereka kenyang apalagi masakan Bu Riska tak perlu diragukan lagi kelezatannya.


Gloria yang melihat lauknya habis itu mrlihat masih ada satu paha ayam. Ia mengambilnya tapi Gloria keduluan karenaa tangan Arthur terlebih dahulu mengambilnya.


"Aku dulu Ar, punyaku dah habis," ucap Gloria.


"Tapi aku yang ambil dulu Ria," ujarnya dengan mempertahankan paha ayam itu.


Gloria dan Arthur tak ada yang mau mengalah hingga Bu Riska membagi paha itu menjadi dua.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Tan, aku pulang dulu ya," pamit Arthur.


"Eh nak Arthur, ini ibu sama Gloria tadi membuat kue. Sebagai ucapan terima kasih," ucap Bu Riska memberikan paper bag.


"Makasih tan, tapi ini banyak banget," ucap Arthur melihat isi paper bag itu.


"Kan bisa untuk nak Arthur dan orang tua nak Arthur," jawab Bu Riska.


"Apa mama dan papa ada di mansion?" tanyanya dalam hati.


"Iya tan, makasih ya."

__ADS_1


Setelah berpamitan pada Bu Riska kini Gloria mengantar Arthur sampai depan rumah. Itupun atas desakan dari Bu Riska.


"Hati-hati dijalan Ar."


"Iya, kamu juga. Jangan makan pedes lagi, kalau ada apa-apa telepon aku aja," ucapnya mengelus rambut Gloria.


"Iya Ar. Lagian aku sudah sembuh Ar, gak usah khawatir," ujar Gloria.


"Aku pulang, jangan cepet kangen ya. Aku gak punya pintu kemana saja kayak doraemon yang bisa cepet sampai sini."


"Gak bakal kangen," jawabnya dengan santai. Lain lagi dihati yang sudah jedak jeduk jeder.


Arthur mengecup kening Gloria singkat dan berlalu menuju mobilnya.


"Huhhh."


Setelah melihat mobil Arthur hilang dari pandangannya Gloria masuk ke dalam rumah.


Sedangkan Arthur yang berada di dalam mobil itu tersenyum akan setengah hari yang ia lalui bersama Gloria. Bahkan ia rela membolos hanya untuk sang pacar.


"Gila," gumamnya.


Arthur melajukan mobilnya menuju mansion utama keluarga Bara. Lagian ia sudah berberapa minggu tak pulang. Arthur lebih sering menginap di apartemen karena jika di mansion orang tuanya juga tak selalu ada.


Tin! Tin!


Arthur keluar dari mobilnya menuju pintu utama mansion itu. Tapi sebelum itu ia terlebih dulu berhenti di bawah tangga itu.


Belum juga ia melangkahkan kakinya, suara teriakan melengking menembus telinganya.


"KEMANA AJA KAMU BARU PULANG HAH," teriak seorang wanita berkecak pinggang.


"SINI KAMU."


Mau tak mau Arthur harus menghadap kangeng ratu yang sudah mengeluarkan tanduk itu.


"Mam," ucapnya.


"Ar, kamu darimana saja hah? Kenapa kamu bolos kuliah? Dan kenapa kamu gak pulang ke rumah?"


Wanita itu adalah mama Arthur yang namanya Kirana Bara. Biasa dipanggil Kiran sedangkan papanya bernama Emanuel Bara.


Mama Kiran memborong Arthur dengan banyak pertanyaan seraya mengajak Arthur masuk kedalam mansion.


"Memang kapan kalian pulang?" tanya Arthur.


"Dua hari yang lalu, dan hari ini mama dapat telepon dari kampus kalau kamu bolos kuliah? Kenapa?" tanya mama.


"Antarin pacar Arthur ke rumah sakit mah, asam lambungnya naik," jawabnya.


"What! Kamu punya pacar? Kenapa gak kenalin ke mama dan papa?" tanya Mama Kiran pada Arthu dengan semangatnya.

__ADS_1


"Baru berberapa hari jadian, lagian dia belum cinta sama aku," jawabnya.


"Kok bisa? Kamu paksa dia?" tanya Mama Kiran dan dijawab anggukan oleh Arthur.


Arthur mulai menceritakan dari awal bagaimana ia bisa bertemu dengan Gloria yang membuat Mama Kiran terkejut bukan main kala mendengar Arthur mengambil kesucian seorang gadis.


"Assshh Ar Ar. Kapan kamu menghentikan jelajah kamu digua cewek cewek. Mama gak mau kamu kena karma atas perbuatan kamu," ujar Mama Kiran pada sang anak.


"Iya ma, aku udah berhenti main sama jala*g-jala*g itu kok, tapi aku belum bisa berhenti sama pacar aku itu," ujar Arthur pada sang mama.


"Pacar kamu!! Memang berapa usianya jangan bilang dia di atas kamu?" tanya Mama Kiran.


"17 tahun ma, baru kelas 2 SMA," jawabnya jujur.


"Kamu perawanin anak SMA!! Astaga Arthur kalau pihak sekolah gadis itu tahu gimana?"


"Gak bakal kok ma tenang aja, aku udah urus semuanya."


"Baguslah kalau begitu."


"Itu apa?" tanya Mama Kiran menatap paper bag yang dibawa Arthur.


"Kue dari calon besan," jawabnya dengan senyum.


Mama Kiran membuka paper bag itu dan melihat kue bolu yang sangat cantik diwadah. Ia menyuruh salah satu pelayan untuk memotong kue bolu itu. Tak lama pelayan datang membawa sepiring kue bolu yang sudah dipotong itu. Mereka mencicipi kue itu dan betapa terkejutnya saat merasa kue itu sangat pas dilidah keduanya.


"Enak, lembut lagi," ujar Mama Kiran. Arthur mengangguk seraya menikmati.


"Makan berdua aja papa gak dikasih?" tanya Papa Emanuel mengecup pipi kanan istrinya yang sedang mengunyah kue itu.


"Papa ih."


Papa Emanuel mengambil kue yang ada ditangan Mama Kiran dan memakannya. Jika sudah seperti ini Arthur lebih bsik pergi daripada meluhat keintiman orang taunya nanti.


"Arthur ke kamar, mah pah," pamitnya.


"Loh kenapa?"


"Gak mau jadi penonton kemesraan kalian," jawabnya.


"Makanya cari jodoh. Jadi gak kehausan lihat kita"


"Arthur udah punya jodoh kok pah, tadi juga Ar udah nyusu, jadi gak haus lagi."


Arthur meminta kue bolu yang tadi untuk diantar ke kamarnya pada pelayan. Meninggalkan kedua orang tua itu disana.


Bersambung


📌Stuck Marriage (On going) Kisah Anak Gloria dan Arthur.


Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊

__ADS_1


Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏


__ADS_2