
Happy reading
Ting
Nabila
Gue tunggu kafe biasa!
Tanpa menjawab pesan Nabila, Arthur kembali memasukkan ponselnya kedalam tasnya dan berjalan menuju mobil.
Arthur melakukan mobilnya ke kafe Victoria, kafe yang biasanya dibuat kumpul para anak kampus.
Tapi Arthur sudah jarang ke kafe ini, karena ini juga salah satu anak cabang dari kafe utamanya. Tentu hal itu tidak diketahui oleh pihak kampus. Mereka hanya tahu Arthur adalah seorang playboy dan casanova tanpa tahu jika Arthur adalah orang berada.
Sampailah ia di kafe yang dikatakaan Nabila. Arthur keluar dari mobil dan masuk kedalam kafe.
"Ar," teriak Nabila memanggil Arthur seraya mengangkat satu tangannya. Arthur yang melihat itu langsung mendatangi Nabila.
"Cepet aja kalau mau ngomong, gue banyak urusan."
"Lu mau pesen apa biar gue yang traktir," ujar Nabila dengan senyum tak menanggapi ucapan Arthur.
"Jus jeruk," jawabnya singkat.
Nabila memesankan jus jeruk untuk Arthur yang hanya diam seraya mengambil ponselnya.
"Cepet kalau mau ngomong," ujar Arthur yang tak betah lama-lama dikafe ini bersama Nabila kalau sama Gloria sih iya iya aja.
"Gue mau lu jadi cowok gue." Dengan segala keberaniannya Nabila menembak Arthur.
"Gue gak bisa," jawabnya mantap.
"Kenapa? Apa karena cewek lu itu? Gue bisa bayar lu lebih dari dia bahkan dengan tubuh gue Ar. Tolong terima gue," ucap Nabila menatap manik mata Arthur.
"Gak punya malu," batin Arthur.
"Gue gak mau Bil, lu udah gue anggap sebagai saudara gue sendiri. Dan maaf gue bukan barang yang bisa ditukar atau dibeli," balasnya.
"Tapi gue cinta sama lu Ar, gue mohon terima gue," ucap Nabila yang membuat Arthur muak akan ini.
"Sekali gue bilang gak ya enggak," bentaknya. Nabila yang sudah sangat kesal dan sedih atas penolakan itu bangun dan duduk dipangkuan Arthur lalu mencium bibir Arthur dengan paksa.
__ADS_1
Sedangkan disisi lain, Gloria, Keyra, dan Niken yang sudah selesai belanja ini mampir kesebuah kafe.
"Seperti mobilnya Arthur, kenapa ada disini?" batin Gloria menatap mobil hitam yang terparkir.
"Bengong aja yuk masuk gue laper mau makan," ajak Niken menarik tangan Gloria yang hanya mengangguk.
"Kita ke sana aja yuk," ajak Keyra menunjuk satu meja yang masih kosong itu hingga tatapan Gloria mengarah ke meja dan betapa terkejutnya saat melihat pria yang sangat ia kenal sedang berciuman dengan seorang cewek cantik itu.
"Arthur brengsek," batinnya menggeram.
"Gue kenyang, kalian aja ya yang makan. Nih uangnya kalian bisa pakai. Gue pulang dulu."
Gloria memberikan berberapa lembar uang berwarna biru itu pada sahabatnya dan keluar dari kafe itu dengan kecewa.
"Ria," teriak Niken memanggil Gloria yang sudah masuk kedalam taksi.
"Kenapa tu anak, tadi aja dia yang maksa mau makan disini," ucap Keyra menatap uang ditangannya.
"Gak tahu juga," jawab Niken.
Akhirnya mereka menuju meja kosong itu dan memesan makanan.
Bruk
"Tapi gue cinta sama lu Ar, gue udah lakuin segala cara supaya lu suka sama gue. Apa yang kurang dari gue Ar, apa?"
"Karena hati gak bisa dibohongi Bil, gue udah terlanjur cinta sama pacar gue. Dan lu cuma sepupu sahabat gue gak lebih," jawabnya berlalu keluar dari kafe dengan kesal meninggalkan Nabila yang sudah menangis disana.
"Gila sih tu cowok, gak ada manis-manisnya sama cewek " ucap Keyra melihat live streaming tadi.
"Tapi gue salut sih sama tu cowok, rela nolak mbak mbak seksih itu demi ceweknya," ujar Niken.
"Bener, tapi cowok tu tadi gantrng bingits tahu gak sih. Bagas aja kalah jauh," ujar Keyra dan diangguki oleh Niken.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Gloria yang sudah berada di dalam taksi itu menggeram kesal. Bisa bisanya Arthur membohonginya dan berciuman panas di kafe tadi. Sungguh gak punya malu.
"Pake alesan mata kuliah sampai sore pula, tapi nyatanya malah arhhh," ucap Gloria yang kesal sendiri hal itu cukup membuat sopir taksi itu geleng kepala.
"Arthur brengsekkkk." Segala umpatan semua ia sebut.
__ADS_1
"Mbak lagi putus ya sama pacarnya?" tanya pak sopir itu.
"Gak sih pak, cuma lagi kesel aja. Coba bayangin ya pak seumpamanya istri bapak bohong sama bapak terus istri bapak malah selingkuh sama cowok lain gimana perasaan bapak?"
"Biasa aja mbak," jawabnya.
"Loh bapak nerima gitu aja kalau istri bapak selingkuh?" tanya Gloria yang tak habis pikir dengan bapak ini.
"La wong saya belum nikah mbak, umur saya aja baru 37 tahun. Masih terlalu muda untuk nikah," jawabnya yang membuat Gloria melongo mendengar jawaban pak sopir ini.
"Buset dah umur 37 dibilang masih muda. Gila sih ni bapak," batin Gloria.
"Umur 37 tahun itu harusnya udah punya anak seumuran saya loh pak. Ibu saya aja udah 36 tahun, bapak udah tua kenapa gak nikah?" tanya Gloria.
"Calonnya belum lahir kali," jawabnya santai.
"Aaa terserah bapak lah, pusing saya."
"Saran saya sih mbak, mbak dengerin dulu penjelasan dari pacarnya. Siapa tahu salah paham?" saran pak sopir.
"Mana ada salah paham pak, saya lihat dengan sepasang mata cantik saya ini. Cowok brengsek itu lagi ciuman sama cewek lain. Gimana gak kesel coba, sakit tahu pak," lirihnya dikalimat terakhir.
Gloria masih bingung kenapa ia kesal dan marah saat melihat penampakan dua setan tadi. Bikin mood hancur aja.
"Saya cuma mau bilang satu mbak."
"Apa pak?" tanya Gloria penasaran.
"Yang sabar ya mbak," ucapnya.
"Sabar saya mah tumpah-tumpah pak. Tapi makasih sudah bikin saya senyum lagi. Sedikit berkurang sih kesal saya sama setan tadi setelah ngobrol sama bapak," ujar Gloria dan dianggukkan oleh pak sopir itu.
"Santai aja mbak, saya tahu rasanya di khianati kok. Makanya sampai sekarang saya gak mau nikah," balas pak sopir itu. Gloria mengangguk paham.
Tak terasa taksi yang ditumpangi Gloria sampai dideoan rumah, Gloria memberi sedikit kelebihan ongkos untuk pak sopir yang sudah menghiburnya.
Walau masih terbesit rasa kesal, Gloria tetap tersenyum untuk masuk kedalam rumah karena ada ibunya di rumah.
Bersambung
📌Stuck Marriage (On going) Kisah Anak Gloria dan Arthur.
__ADS_1
Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊
Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏