Nafsu Atau Cinta

Nafsu Atau Cinta
Ayang


__ADS_3

Happy reading


Setelah dari pasar malam kemarin hubungan Arthur dan Gloria makin dekat. Bahkan Gloria tak ragu-ragu untuk menelepon calon suaminya itu.


"Ibu.... Gloria berangkat dulu ya," ucapnya mencium tangan ibunya.


"Ar juga pamit bu," pamit Arthur ikut mencium tangan Bu Riska.


"Iya, kalian hati-hati ya! Ibu lagi gak enak badan jadi gak masuk kerja," ujarnya dan diangguki oleh keduanya.


"Ibu dirumah aja nanti Gloria belikan ibu obat sama vitamin," ucap Gloria mecium pipi ibunya.


"Gak usah ibu sudah beli kok," tolak ibu dengan senyum.


Gloriapun hanya bisa mengangguk. Mereka berdua berjalan menuju mobil.


"Kasihan ibu, kenapa dia gak nikah lagi aja?" tanya Arthyr seraya memasang sabuk pengaman Gloria.


"Ibu gak mau, katanya cinta Ibu cuma untuk Ayah. Bagi Ibu, Ayah adalah laki-laki yang paling ia cintai dari dulu sampai nanti ia meninggal. Ayah adalah laki-laki pertama yang menerima keadaan Ibu apa adanya, bukan ada apanya. Bahkan mereka bekerja sama untuk mencapai gelar masing masing. Dan aku bangga memiliki orang tua seperti mereka," jelas Gloria dengan senyum tapi tak dapat dipungkiri jika sangat merindukan ayahnya itu.


"Ibu sangat mencintai Ayah ya Honey. Jadi apa kamu nantijuga akan selalu mencintaiku?" tanya Arthur lagi-lagi mrmbuat Gloria mati kutu jika membahas soal cinta.


"Entah juga, memang kenapa?" tanya Gloria.


"Biar sama seperti ibu dan ayah," jawabnya seraya mengecup tangan tunangannya.


"Berdo'a aja biar sama sepwrti mereka," ujar Gloria. Lagi-lagi Gloria menutup jika ia juga mencintai pria ini.


Arthur hanya menghembuskan nafasnya kasar lagi-lagi oa tak mendapatkan jawaban yang memuaskan lagian apa susahnya bilang iya aku mencintaimu.


"Kenapa raut wajah kamu berubah? Aa yang salah sama jawaban aku?" tanya Gloria pada Arthur.


"Gak!"

__ADS_1


"Huffttt serah kamu aja lah ya, aku gak tahu salah aku apa tapi kamu gini," ujarnya dengan cemberut.


"Aku cuma mau kamu bilang kamu mencintai aku! Apa itu salah?" tanya Arthur,.


"Akan ada saatnya aku mengucapkan kata-kata sakral itu Ar. Bukan sekarang, kamu tenang aja aku gak akan mendua kok," ucapnya mengelus rahang tunangannya dengan lembut.


"Hmm."


Cups


"Jangan ngambek Ar. Nanti aku cari yang baru loh," godanya mengecup rahang Arthur. Entah kenapa Gloria sangat suka mengecup rahang calon suaminya ini.


"Awas aja kalau sampai kamu cari cowok lain, siap-siap aku bikin kamu hamil saat itu juga," ancamnya menangkap tangan Gloria.


"Gimana mau cari cowok lain kalau hatiku udah sama kamu," batinnya.


"Ayang.... Jawab!"


Gloria yang melamun itu seketika tersadar dan tersentak dengan ucapan Arthur. 'Ayang' manis sekali.


"Hmm."


"Ayang," celetuk Gloria.


Arthur yang mendengar itu langsung menghentikan mobilnya, ia menatap Gloria yang sedang cemberut karena hampir kejedot tadi.


"Bilang apa kamu tadi?" tanya Arthur.


Gloria menatap kesal Arthur dan melepas pegangan itu.


"Apa? Kamu sih ya, berhenti gak bilang-bilang kalau aku kejedot gimana?"


"Maaf, tapi aku kaget honey. Kamu tadi bilang Ayang gitu," ucapnya yang tak bisa lagi menyembunyikan senyumnya.

__ADS_1


Rasa yang tadinya kesal kini berubah saat melihat senyum manis dari Arthur.


"Ganteng banget sumpah, pantes banyak yang suka. Boleh gak sih gue egois kalau gue cuma mau dia hanya dia sampai kapanpun?" batinnya.


"Honey," panggil Arthur masih stay menatap Gloria.


"Apa?"


"Kamu tadi bilang Ayang gitu kan?" tanya Arthur lagi.


"Emang aku bilang gitu ya?" tanya Gloria lupa. Masa iya dia mengatakan itu.


"Iya honey aku dengar dengan jelas kok kamu ngomong gitu," ujarnya.


Gloria diam ia masih bingung apa yang dikatakan Arthur tadi. Ia mengingat jika ia mengatakan 'Ayang' tadi di dalam hati masa iya Arthur bisa membaca batinnya.


Berbeda dengan Gloria dan Arthur yang masih dengan pikiran kacau masing-masing, ditempat lain Zain dan Mariana yang masih dirumah sarapan yang mereka belum juga selesai karena adegan marah marah tadi.


"Dimakan Na, jangan cuma dimainin," ujar Zain.


"Gak selera! Berangkat yuk, takut telat."


"Hm."


Mariana berlalu meninggalkan Zain yang masih memakan sarapannya. Untung tak ada orang tuanya.


"Untung sayang! Lagian PMS gak permisi dulu apa? Main marah-marah aja tu cewek."


Zain ikut berlalu mengejar Mariana yang sudah ada diatas motor. Paha putih itu terekspos jelas dimata Zain. Zain melepas jaketnya untuk menutupi paha Mariana.


Zain naik keatas motor dan melajukan motornya menuju sekolah mereka. Diperjalanan Mariana memeluk perut Arthur dari belakang hal itu sudah menjadi kebiasaan mereka.


Bersambung

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!


📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur


__ADS_2