Nafsu Atau Cinta

Nafsu Atau Cinta
Kangen Mama


__ADS_3

Happy reading


Hari ini adalah hari kepulangan Mama Kirana dari Negeri Singa itu. Tak terasa juga sudah seminggu lebih mereka tak pulang hingga membuat kedua anaknya merasa merindu terutama Gloria.


"Ay," panggil Gloria yang masih berada diatas tubuh suaminya itu.


"Apa honey mau lagi hmm?" tanya Arthur meremat bokong sang istri.


"Emm, kapan mama pulang? Aku kangen!"


"Mungkin besok kalau gak lusa kenapa?" tanyanya dengan lembut. Ia bisa merasakan kalau istrinya memang sangat kesepian dirumah besar ini.


"Hufttt kangen mama ay, aku pengen cerita-cerita sama mama," ujarnya dengan manja.


Arthur yang gemas akan suara istrinya itu menacak rambut Gloria yang memang sudah acak acakan itu.


"Nanti juga mama bakal pulang honey, yang sabar ya," ujarnya dengan lembut.


"Heem."


Arthur yang melihat sang istri menggerakkan badannya itu membuatnya mendesis pasalnya terongnya masuh menancap sempurna di milik Gloria.


"Kenapa Ay?" tanya Gloria seraya mengecup dada sang suami.


"Nakal banget sih kamu hmm!!"


"Nakal sama suami sendiri gak apa apa dong."


Gloria menggerakkan pelan badannya membuat sesuatu yang sedari terlelap kini kembali bangun.


"Asshhhh..."


Gloria mulai duduk tegap dengan tangan yang menari didada Arthur.


Arthurpun tak kalah, tangannya mengangkat bokong dang istri dan mulai menghujamnya.


Gloria yang sudah terbuai akan hal itu ikut mengimbangi permainan suaminya atau bisa dibilang ia yang mengambil alih permainan itu.


"Ahh ahhh ouhh Ayangg. ."


"Honey lebih cepat....."


"Yahh ayanggg....."


Keduanya terus berpacu satu sama lain, melihat dada sang istri bergoyang seiring goyangan istrinya itu mulai merematnya dengan lembut.


Hawa yang tadinya sempat dingin kembali panas di kamar itu suara keduanya beradu.


"Ahhh honey kau sangat nikmat ouhh..."

__ADS_1


"Ay aku mau ahhh ahhh," ucap Gloria yang merasa gelombang kenikmatan itu sudah mendekat.


Arthur ikut mempercepat gerakannya hingga lava putih itu menyiram rahim Gloria. Hangat, geli, penuh dan terasa sesak itulah yang dirasakan Gloria.


Wanita itu ambruk kembali di atas Arthur, keduanya masih mengatur nafas mereka.


Gloria melepaskan inti mereka dan turun dari dada sang suami.


"Ayang capek," manjanya menduselkan wajahnya di dada Arthur.


Ia masih 17 tahun tapi sudah tak polos lagi, ia juga sudah bukan gadis lajang lagi. Di usianya yang 17 tahun ia sudah menjadi seorang istri.


Menikah muda? Yah, selama ini belum ada batu yang menyandung mereka entah nanti. Hanya krikil yang dapat diatasi dengan kepala dingin.


"Istirahatlah dulu," ujarnya mengambil tisu yang ada di nakas itu.


Arthur membersihkan miliknya dan milik sang istri yang masih terdapat cairan kental miliknya itu.


"Masih siang kamu gak mau jalan-jalan hmm?" tanya Arthur seraya membuang tisu kotor itu.


"Gak!! Aku capek mau bobo."


"Peluk," pinta Gloria merentangkan tangannya.


Dengan senang hati Arthur naik lagi ke kasur dan memeluk tubuh mungil istrinya yang tiap hari sudah menjadi candunya itu.


Bahkan sekarang dua orang ini jarang berkumpul dengan sahabat-sahabatnya walau hanya untuk hangout bareng.


"Ada telepon honey," dengan lembut Arthur berkata tepat di samping telinga Gloria.


"Angkat aja ay, aku mau bobo ya," jawabnya dengan mata sayu.


Arthur mengangkat panggilan telepon dari nomor baru itu.


"Halo."


"Suara laki-laki? Siapa?" batin Arthur.


"Halo, ini benar nomernya Gloria kan?"


"Ini gue Leon. Gue mau ngajak lu jalan hari ini, pu mau kan?"


"Nanti gue jemput, lu share aja alamat lu."


"Glo... Lu masih disitu kan?"


"Ini bukan Gloria, gue suaminya dan gue gak izinin istri gue pergi sama cowok lain."


"Suami? Hahhahahaha lu bercana kan? Gloria masih sekolah masa udah punya suamu. Kalau mau ngelawak itu di tempat yang pas bang."

__ADS_1


"Terserah lu."


Tutttt


"Siapa Leon Rin?"


"Orang yang kita tolong hari itu," jawabnya jujur. Matanya sudah menutup rapat dengan memeluk tubuh sang suami.


Arthur membiarkan Gloria tidur dengan mencari kenyamanan di dadanya. Arthur masih mengingat laki-laki yang mengajak istrinta jalan tadi.


"Dia cuma orang asing ayang, aku udah sama kamu."


Cups


Gloria mengecup dada bidang sang suami dan kembali memejamkan matanya.


"Hmmm."


Arthu ikut memeluk tubuh sang istri dan ikut memejamkan matanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedangkan di mansion Mama Kirama dibuat kesal dengan tiadanya sang anak dan menantu yang sudah lebih dari seminggu mereka tak pulang. Bahkan hari minggu pun mereka tak ada.


"Papa ayo cari anakmu," ujarnya kepada sang suami.


"Mereka sudah besar mah, tahu mana yang baik dan yang tidak. Mereka pasti masih menikmati masa pengantin mereka. Apalagi rumah ini sepi, pasti Gloria tak betah," ujarnya Papa Emanuel menenangkan sang istri.


"Tapi aku kangen sama mereka."


"Nanti juga pulang sayang, sekarang mereka ada di apartemen Arthur. Kata bodyguard yang aku tugaskan untuk mengawasi anak dan mantu kita. Sedari pagi mereka tak keluar dari apartemen."


"Oh ya, baguslah kalau begitu. Setidaknya mereka aku walau menikah muda. Menyatukan kedua pribadi yang beda itu sangat sulit. Apalagi diusia mereka yang masih labil."


"Kau juga begitu hmm?" tanya Papa Emanuel membawa sang istri ke dalam kamar.


"Yah, bahkan dulu aku pernah ingin kabur dari sini. Bayangkah saja aku dari panti kecil harus menjadi nyonya di rumah. Auto gak kuat dan yah kamu tahu setelahnya," ujar Mama Kirana menggandeng lengan sang suami.


"Ohhh jadi kamu sudah berencana buat ninggalin aku hmm? Kamu bilang dulu mau cari angin. Huhh dasr pembohong."


"Walau pembohong tapi cintaku padamu tak pernah bohong kok pa, sumpah."


"Ya ya ya, aku percaya."


Dan sampailah mereka di kamar, setelah perjalanan jauh Mama Kirana dan papa Emanuel berlalu menuju kamar mandi dan istirahat.


Bersambung


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!

__ADS_1


📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur


__ADS_2