Nafsu Atau Cinta

Nafsu Atau Cinta
Leon


__ADS_3

Happy reading


Bel pulang telah berbunyi, semua siswa kelas 10, 11, 12 berhamburan untuk pulang tak terkecuali Gloria yang otaknya sudah ngebul karena pelajaran matematika.


Gloria berjalan menuju gerbang tapi belum ada mobil suaminya.


"Pak boleh ya saya duduk, nunggu jemputan soalnya," ujar Gloria pada pak satpam.


"Iya neng, silahkan."


Gloria duduk disana seraya bermain ponsel, rasanya bosan menunggu sang suami yang entah masih ada dimana.


Tiba-tiba Leon datang membawa dua botol minuman untuk Gloria.


"Thank."


"Lu gak pulang?" tanya Leon basa basi.


"Nunggu dijemput," jawabnya ia meletakkan minuman itu dikursi.


"Oh ya kita belum kenalan, gue Leon," ucap Leon mengulurkan tangannya.


"Udah tahu gue," jawab Gloria cuek.


"Hehe nama lu Gloria kan?" tanya Leon yang dijawab anggukkan oleh Gloria.


"Boleh no wa lu?"


"Gak ada," jawabnya.


Dari kejauhan Arthur yang melihat sang istri berduaab dengan laki-laki lain itu menggeram kesal. Idah nikah masih aja ada yang deketin kamu.


Arthur membuka kaca itu dan memanggil sang istri.


"Honey ayo masuk," panggilnya.


Gloria yang melihat suaminya sudah ada di depan gerbang itu kaget pasalnya ia tak tahu.


"Gue duluan," pamit Gloria berlalu menuju mobil sang suami.


Setelah Gloria masuk Arthurpun langdung menjalankan mobilnya.


"Kenapa kamu dekat banget sama cowok itu?"


"Dia yang nyamperin aku ay, kamu juga kenapa lama?"


"Macet, tadi ada kecelakaan saat aku jalan ke sini," jawabnya.


"Ayang marah?" tanya Gloria mengecup rahan suaminya.

__ADS_1


"Hm."


"Eitss jangan marah nanti cepat tua, kalau cepat tua aku mau cari yang masih muda aja."


"Enak aja gak ya kalau aku tua kamu juga ikut tua," jawabnya tak terima.


Gloria yang masih mendapatkan nada datar dari sang suami itu tak kehabisan akal. Rasanya di diami oleh Arthur itu sangat tidak enak.


"Ayang...."


"Jangan marah, dia cuma anak baru. Mungkin cuma mau kenalan doang," ujarnya dengan tangan yang sudah masuk kedalam kaos Arthur.


"*** shitt dia menghodaku dengan ini rupanya," batin Arthur.


Arthur diam dia tak menjawab dan juga tak menanggapi apa yang diucapkan sang istri.


"Jangan pancing aku kalau kamu gak mau aku lakuin disini, " ancam Arthur.


"Gak mau sebelun kamu gak marah lagi," jawabnya masih saja mengelus dada Arthur.


Gloria yang tak kunjung mendapat jawaban dari Arthur itu membisikkan sesuatu di telinga Arthur.


"Oke."


"Tapi yang dua ronde siang ini, soalnya kamu sekali tancam bisa berberapa kali melakukannya," ujarnya dengan lirih.


"Oke, aku terima."


Arthur mengajak Gloria untuk masuk ke dalam restoran itu dengan tangan saling bertautan.


"Kenapa VIP? Aku mau yang biasa Ay," ujar Gloria saat ia masuk ke lantai atas.


"Gak mau, ruang VIP yang ini khusus buat pemilik resto honey," ujarnya tetap melanjutkan jalannya.


Mereka duduk disana dan memesan makanan. Tak lama menunggu makanan mereka sampai. Gloria yang masih fokus pada ponselnya itu membuat Arthur menggeleng pelan jika Gloria sudah fokus pada ponsel ia bisa saja lupa dunia.


Arthur mengupaskan udang itu untuk sang istri dan menyuapkannya pada Gloria.


"Udah dulu main HPnya, sekarang makan," ujar Arthur.


"Masih asik nih Ay, sebentar lagi aku menang, bentar ya," ujarnya seraya mengunyah makananya.


"Berhenti atau aku sita ponsel kamu," ujarnya dengan tegas.


"Iya-iya," cebik Gloria meletakkan ponselnya dimeja dan mencuci tangannya.


"Biar aku yang suapin kamu," ujar Arthur menahan tangan Gloria yang hendak mengambil udang itu.


Gloria mengangguk semangat, ia menerima setiap suapan dari Arthur.

__ADS_1


"Nanti kita ke apartemen aja ya Ay. Aku males di mansion, sepi juga."


Tak bisa dipungkiri jika di mansion besar itu ia merasa kesepian, biasanya ada sang mama tempatnya ngobrol tapi sekarang hanya dengan Arthur saja.


"Iya honey."


Setelah menyelesaikan makan siang mereka langsung pulang, tapi sampai tengah jalan mereka harus berhenti karena ada kecelakaan didepan mereka.


"Kecelakaan lagi? Hari ini aku udah nemu dua orang yang kecelakaan. Apa hari ini hari sial ya?"


"Gak ada yang namanya hari sial, cuma orang itu aja belum beruntung," jawabnya dengan santai.


Gloria melepas sabuk pengamannya dan keluar dari mobil meninggalkan Arthur, menuju tempat kejadian perkara.


"Ini kenapa bisa kecelakaan ya pak?" tanya Gloria pada pak pak disana.


"Tadi si aden mah ngebut non, dia tadi juga terobos dua lampu lalu lintas hingga akhirnya ada truk yang lewat," jelas Pak pak itu.


"Kenapa gak dibawa ke rumah sakit aja?" tanya Gloria.


"Si adennya gak mau non, tapi saya prihatin lihat kaki dan tangannya yang banyak darah," ujarnya.


"Oh gitu."


Gloria melihat siapa yang kecelakaan ini dan terlihatlah laki-laki yang berseragam sama sepertinya dengan rambut dan menutupi wajahnya.


Arthur yang ikut turun itupun melihat siapa yang kecelakaan.


"LEON."


Leon yang namanya dipanggil itu langsung mendongakkan kepalanya dan betapa terkejutnya melihat wanita yang membuatnya frustasi ada didepannya.


"Ayang boleh ya kita bawa dia ke rumah sakit, walau bagaimanapun dia adalah teman sekelas aku," ujar Gloria pada sang suami.


"Janji deh nanti malam sepuasnya kamu boleh apain aku aja," bisiknya yang langsung dianggukkan oleh Arthur. Karena jika melihat hanya mobil mereka yang ada disana semuanya berroda 2.


Arthur menyuruh salah satu warga untuk ikut ke rumah sakit membawa Leon yang terluka itu.


Sampailah mereka di rumah sakit, brangkar sudah sudah ada disana. Arthur meminta bapak itu untuk menjaga Leon sampai keluarganya datang dan memberikan sejumlah uang untuk bapak itu.


"Mampir ke toko buah ya Ay aku mau buat puding nanti," pintanya dan diangguki pasrah oleh Arthur.


Arthur menjalankan mobilnya dan berhenti di toko buah. Setelah membeli berberapa buah mereka kembali menjalankan perjalanannya menuju apartemen.


Bersambung


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!


📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur

__ADS_1


Hai kak mampir ke novel teman aku ya!!



__ADS_2