Nafsu Atau Cinta

Nafsu Atau Cinta
Bayinya Mama


__ADS_3

Happy reading


Tak terasa hari sudah kembali malam, para besan dan anak serta menantu kini sedang berkumpul di kediaman Bara.


"Selamat atas kesembuhannya kak. Aku seneng kakak bisa ceria kayak gini lagi, terakhir aku lihat kakak mimisan dulu. Untuk Kak El ada, jadi cepet ditolongin," ujar Ibu Riska dengan senyum.


"Iya Ris, aku juga bahagia bisa sembuh lagi. Tapi aku juga harus kembali menemani bayiku kemana-mana. Capek deh tapi mau gimana lagi?"


"Bayi Mama? Mama punya anak lagi?" tanya Gloria yang sedang tidur dipangkuan sang Mama.


"Hahahaha kamu ini polos banget sampai gak tahu arti bayi buat mama kamu," tawa bu Riska .


"Gak tahu Nu emang Ibu tahu kalau Mama punya bayi?" tanya Gloria pada ibunya.


Sontak saja mereka tertawa apalagi dua laki-laki yang sibuk dengan PS dihadapan mereka itu, yang letaknya tak jauh dari sang para wanita.


"Istrimu sangat polos!"


"Yah, tapi dia tak polos lagi jika bersamaku," jawab Arthur.


"Kamu bahagia nikah muda?"


Tanya Papa Emanuel meletakkan stick PS itu dan mengambil minuman yang ada dimeja.


"Bahagia, memang kenapa pa?"


"Ya gak apa-apa, papa harap jika ada masalah yang datang kalian bicarakan dulu baik-baik. Kamu tahukan istrimu itu masih muda? Usianya masih 17 tahun dan hal itu dia masih mencari jati dirinya. Emosinya masih labil, jika kamu tak bisa mengendalikan emosi kamu sendiri, mungkin suatu saat kamu juga akan kehilangannya," ujarnya dengan serius.


Bukan apa-apa Papa Emanuel hanya tak mau hal yang dulu hampir pernah ia rasakan dengan sang istri dialami juga oleh anak dan menantunya.


"Iya pah terima kasih sarannya. Aku juga bahagia Mama sudah sembuh, jadi istriku tak akan kesepian lagi," ujarnya berlalu menuju tempat para wanita diikuti oleh sang papa.


"Ada apa ini kenapa terlihat sangat seru?" tanya Arthur yang sudah duduk disofa itu.


"Mama punya bayi Ay, kamu punya adik," ujar Gloria bangun dari baringannya dan masuk kedalam pelukan sang suami. Semua sudah tak heran lagi akan sifat Gloria ini.


"Oh ya, jadi kamu juga bakal punya ipar kan ya?" tanyanya ikut membalas ucapan sang istri.


"Heem."


"Sayang, maksud Mama kamu itu bukan bayi beneran," ujar Bu Riska seraya tersenyum.


Bu Riska senang sang putri diperlakukan dengan baik oleh menantunya, jika begini ia bisa tenang untuk meninggalkan Gloria di keluarga barunya.

__ADS_1


"Terus bayi apaan bu? Jangan main teka teki gini deh. Glo bingung," ujarnya dengan cemberut.


"Sayang bibirnya dikondisikan dong," bisik Arthur yang membuat Gloria kembali menormalkan dirinya.


"Bayi Mama adalah Papa kamu sayang, bagi Mama dia adalah Bayi Mama setelah Arthur. Berhubung Arthur sudah ada kamu, jadi bayi Mama hanya tinggal Papa kamu," jawab Mama Kirana dengan senyumnya.


"Oalah.... Bilang dari tadi dong kalau bayi Mama itu Papa," ujarnya kembali memeluk tubuh Arthur.


Mereka terus berbincang hingga Gloria yang ada dipelukan Arthur itu sudah berlalu menuju alam mimpi.


"Honey," panggil Arthur seraya menepuk pundak Gloria.


"Hmm."


"Kamu tidur ya?"


"Hmm."


Walau deheman Arthur bisa merasakan jika Gloria sudah sangat mengantuk.


"Mah, Pah, Bu. Arthur keatas duluan ya, Gloria sudah tidur sepertinya," pamit Arthur pada tetua disana.


"Anak itu tidurnya cepat, tapi susah juga dibangunin."


"Arthur udah biasa sama sifatnya Bu, jadi gak kaget."


"Siap, Arthur ke kamar dulu."


Setelah mendapat jawaban dari para orang tua, Arthur menggendong sang istri menuju kamarnya. Untung ada lift jadi ia lebih mudah untuk sampai ke kamarnya, jika tidak mungkin berat badannya turun 3 kilo bahkan lebih.


"Mereka terlihat saling mencintai ya?"


"Aku juga merasakannya, cinta yang diberikan Arthur tulus pada istrinya. Oh, ya ampun anakku suah besar ternyata," timpal Mama Kirana.


"Kita tak salah menikahkan mereka, aku harap dengan adanya Gloria Arthur bisa lebih patuh lagi dengan kesehatannya," ujar Papa Emanuel yang dianggukkan keduanya.


Arthur yang sudah sampai di kamar itu langsung membaringkan tubuh sang istri di kasur. Sedangkan dirinya berlalu menuju kamar mandi untuk mencuci wajah, kaki, dan tangannya.


Arthur yang sudah keluar dari kamar mandi, langsung naik ke atas kasur dan menarik selimut miliknya.


Tangan kekarnya menarik tubuh sang istri dan mengelus rambutnya. Gloria merasa nyaman itu malah memasukkan tangannya ke dalam kaos yang dipakai Arthur.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 1 malam, Gloria yang terbangun karena haus itu mulai membuka mata dan mencari gelas yang biasa ada di nakas.


"Habis," gumamnya.


Gloria menatap sang suami yang masih tertidur nyenyak itu tak tega untuk membangunkannya. Ia mulai bangun dan keluar dari kamar menuju dapur.


Ia mencari air yang ada di kulkas itu dengan sedikit kantuk. Gloria meminum air itu dan berjalan menuju meja makan lalu mengambil buah apel yang ada diatas meja.


Tanpa Gloria sadari jika Bu Riska juga terbangun karena haus, itu adalah kebiasaan yang sulit mereka hilangkan.


"Sayang," panggil Ibu.


"Eh ibu juga bangun?"


"Emang di kamar kamu gak sedia air hmm? Sampai malam-malam makan apel disini?"


"Habis bu, makanya Glo ke dapur," jawabnya dengan senyum.


Bu Riska mengelus rambut putrinya dan berlalu menuju dapur untuk mengambil air.


"Gak balik ke kamar hmm?" tanya Bu Riska.


"Nanti deh bu, masih mau ngobrol sama ibu," jawabnya dengan manja.


Yah akhirnya mereka ngbrol santai di ruang makan itu, setelah merasa lelah keduanya pergi menuju kamar masing-masing.


Ceklek


Gloria kembali menutup pintu kamar itu dan melihat sang suami terbagun dan menatapnya tajam.


"Dari mana?" tanya Arthur.


"Ambil minum ayang, kenapa bangun?" tanya Gloria meletakkan air itu di nakas.


"Karena kamu gak ada di sebelah aku," jawabnya seraya memeluk tubuh Gloria yang sudah ada diatas kasur.


"Ya sudah tidur lagi yuk," ajaknya kembali membaringkan diri di kasur.


Bersambung


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!


📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur

__ADS_1


Mampir ke novel teman aku yuk!!



__ADS_2