Nafsu Atau Cinta

Nafsu Atau Cinta
Pemecatan


__ADS_3

Happy reading


"Kalian berdua."


Ina dan Iren yang mendapat panggilan itu langsung menghadap Tuan mudanya.


"Ya tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya Ina dengan sopan.


"Dimana pelayan baru itu?" tanyanya dingin.


"Airin ada di kamarnya tuan," jawab Ina dan diangguki oleh Iren.


"Panggil dia kesini," ujarnya.


"Maaf tuan, Airin pingsan tadi saat kami temukan," jawab Iren tanpa beban.


"Kenapa bisa?"


Gloria yang mendengar itu tersenyum tipis, tapi ia juga sedikit was was jangan sampai suaminya tahu akan hal ini.


"Antarkan kami ke sana," ujar Arthur mengajak sang istri.


Ina dan Iren mengajak tuan dan Nyonya nya ke kamar Airin, dan terlihat wajah pucat dan bibir yang membengkak wanita itu tapi bukannya kasihan Arthur malah menatapnya dingin.


"Jika dia sudah bangun bawa dia padaku," perintahnya dan dianggukkan oleh keduanya.


Mereka keluar dari kamar itu menuju ruang tamu, Gloria yang meminta karena ia sudah lama tak nonton televisi.


"Kenapa wanita itu bisa pingsan?" tanya Arthur pada istrinya yang sedang duduk dipangkuannya itu.


"Gak tahu kena karma mungkin," jawab Gloria polos tak mungkin kalau ia menjawab itu karena ubahnya yang menyuruh para bawahan suaminya untuk melakukan itu pada Airin.


Arthur menatap istrinya dengan tak percaya, tak mungkin istrinya itu tak tahu apa yang terjadi.


"Bener?" tanya Arthur dan dianggukkan oleh Gloria.


"Kamu gak percaya?" tanya Gloria dengan sedih.


"Enggak kok, aku percaya. Walau aku tak seratus persen percaya atas apa yang kamu ucapkan, " ucapnya dengan batin anda diakhir kalimatnya.


Arthur yang masih sedikit penasaran itu membuka CCTV yang tersambung langsung ke ponselnya itu.


"Kenapa dia ada disini?" tanya Arthur saat melihat rekaman itu saat melihat orang yang ia kenal di dalam rekaman CCTV.


"Honey."


"Sekarang jawab dengan jujur, kenapa dia ada disini?" tanya Arthur memperlihatkan rekaman CCTV pada Gloria.

__ADS_1


Gloria yang mendapat pertanyaan dari sang suami itu malah menggigit bibirnya. Ia takut suaminya akan marah karena hal ini.


"Aku butuh jawaban Gloria, pelayan atau orang di sini gak akan ngerti mereka kalau bukan kamu yang panggil," ujar Arthur dengan dingin. Gloria yang mendengar itu pun takut pada sang suami. Karena Arthur sangat menyeramkan jika marah.


"Maaf, aku hanya ingin membalas wanita sialan itu. Aku memanggil mereka juga hanya untuk memuaskan wanita itu, aku hiks aku minta maaf," tangisnya tak kuasa ia tahan. Karena tatapan sang suami.


Arthur yang mendengar itu langsung memeluk tubuh Gloria yang ada dipangkuannya itu. Ia bahagia atau kesal mungkin hanya dia yang tahu.


"Dimana?"


"Gudang bawah tanah," jawab Gloria dengan lirih.


Arthur langsung melihat CCTV yang mengarah ke gudang bawah tanah dan betapa terkejutnya saat ia melihat sang istri menuduh tiga laki-laki itu untuk menyetujui wanita sialan itu.


"Entahlah aku bahagia atau tidak, kekejaman ini menurun dari siapa?" batin Arthur tersenyum.


"Aku hanya ingin membalasnya saja Arthur, dia juga harus merasakan apa yang aku rasakan gara gara kau. Jangan marahin aku ya," ujarnya dengan nada manis.


Tidak!! Bagaimana Arthur bisa marah dengan wanitanya ini. Gloria segalanya untuknya, walau Gloria membuat kesalahanpun ia tak akan marah mungkin hanya menasehati dan memberi hukuman kecil untuknya.


"Kenapa kau sangat kejam honey? Tapi aku bangga setidaknya kamu sangat keren karena mempertahankan suamimu ini," ujarnya dengan senyum.


Arthur mengecup bibir Gloria dengan lembut, bahkan Gloria yang menerimanya hingga membuat ciuman itu semakin panas.


Ina dan Iren yang tak sengaja melihat adegan itu senyum senyum sendiri. Bagi mereka tuan mudanya itu sangat manis. Apalagi saat berciuman ehem seperti itu.


"Ya Tuhan aku ingin memiliki jodoh seperti tuan muda," do'a Iren dan di aamiin kan oleh Ina.


"Tapi mereka sangat manis."


Arthur dan Gloria tak tahu jika kedua pelayan itu ada dibelakang mereka. Keduanya masih saja adik berciuman hingga leg*han dari Gloria itu terdengar.


"Stop it," cegah Gloria saat tangan Arthur sudah ada dibelakang punggungnya.


"Kenapa?"


"Banyak pelayan dan juga milikku masih sakit," jawabnya dengan jujur. Arthur yang mendengar itu mengelus pipi istrinya dan mengangguk karena disini ia yang salah.


"Permisi tuan, nyonya. Airin sudah bangun, apa perlu kami seret lagi kesini?"


"Ya bawa dia kesini."


Ina dan Iren berlalu meninggalkan pasangan itu dan membawa Airin yang sudah berpakaian kehadapan Nyonya dan tuannya.


"Tuan Nyonya maafkan aku, aku janji tak akan melakukan itu lagi," tangis Airin bersujud di hadapan Arthur yang masih memangku sang istri.


"Apa dengan kata maaf sakit istriku bisa teralihkan? Kau itu cuma pelayan di sini jangan pernah bermimpi untuk menjadi nyonya. Dan mulai hari ini kau dipecat, bahkan aku pastikan kau tak akan mendapat pekerjaan walau seorang babu dimanapun," dingin Arthur yang membuat Airin serasa ingin mati ditempat.

__ADS_1


"Aku bangga padamu," bisik Gloria lalu mengecup rahang suaminya.


Tak menghiraukan tangisan Airin, Arthur menggendong sang istri menuju kamarnya dan menyuruh pengawal disana untuk membawa wanita ini keluar dari vila.


"Aku gak mau ke kamar," rengeknya dalam gendongan Arthur.


"Kenapa?"


"Nanti kamu minta jatah lagi," cemberutnya.


"Aku tahan kok," ujarnya.


Arthur menutup pintu kamar dan mendudukkan sang istri di kasur.


"Ngangkang dulu Honey," ujar Arthur mengambil salep khusus yang diberikan oleh sang ibu sebelum ke vila.


"Jangan modus ya, kamu harus puasa sampai milikku sembuh," ujarnya mengikuti apa yang diperintahkan suaminya.


"Iya Honey janji," jawabnya.


Arthur yang melihat milik istrinya itu terkejut karena milik istrinya lecet hingga menyebabkan merah merah disekitarnya.


"Apa semalam aku sangat beringas hingga seperti ini?" tanyanya dalam hati.


Dengan lembut Arthur mengoleskan salep itu pada milik istrinya yang masih sakit itu. Ia juga harus tahan akan godaan ini.


Gloria yang sudah biasa akan apa yang dilakukan sang suami itu tersenyum. Ia tak menyangka akan diperlakukan seistimewa ini oleh seorang Arthur.


Cups


"Maafkan suamimu ini ya honey," ujarnya dengan lembut mengecup milik istrinya.


"Aku gak apa-apa kok."


Bersambung


Yang minta Airin dipecat, udah Tya kabulkan nih. Jangan lupa like dan komennya.


Mampir juga ke Novel teman uthor ya!!


Judul : The Ugly Duckling


Napen : Black Rose


Seorang gadis dengan tubuh yang gendut, jelek, dan hitam sedang berusaha merubah takdirnya menjadi cantik dan menarik.


Saat dia berada di titik terendah dalam hidupnya, masih ada orang baik yang mau mengangkat derajatnya dan menjadikannya seorang putri.

__ADS_1


Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah dia akan menemukan seorang pangeran tampan dan baik hati?



__ADS_2