
Happy reading
Arthur yang sudah rapi itu mengambil kunci mobilnya dan meninggalkan apartemennya menuju rumah sang kekasih.
Berbeda dengan Gloria yang baru bangun karena tadi malam ia harus bergadang karena Arthur tak henti hentinya berbicara dalam panggilan video.
"Kesiangan kan gue," gerutunya berlalu menuju kamar mandi.
Setelah mandi cepat yang tak sampai 5 menit, akhirnya Gloria keluar dari kamar mandi dengan handuk yang mrlilit ditubuh indahnya.
Gloria memakai seragamnya begitu saja tak sadar jika ada seseorang dikamar itu.
"Ibu kaos kaki Ria dimana?" teriak Gloria.
Grep
"Di laci honey," ujar Arthur mengendus wangi tubuh Gloria. Gloria yang dipeluk itu diam membatu, bagaimana ia tak mengetahui jika Arthur ada dikamarnya.
"Dari kapan kamu ada disini?" tanya Gloria membalikkan badannya.
"Belum sampai 3 menit," jawabnya dengan senyum tangannya sudah mere mas lembut dada Gloria.
"Ashhh. Jangan usil deh, aku harus sekolah. Kamu juga baru sembuh udah keluyuran," omel Gloria mencari kaos kaki barunya.
"Sengaja mau jemput kamu," jawabnya.
"Ya sudah kalau begitu yuk," ajaknya menyambar tas sekolahnya. Mau tak mau Arthur harus mengikuti pacarnya ini.
"Bu Gloria hampir terlambat nih, Gloria berangkat dulu ya," ucap Gloria mencium tangan ibunya diikuti oleh Arthur.
"Bawa ini buat sarapan dimobil." Ibu memberikan sekotak makan berisi sandwich itu.
"Makasih bu, sayang ibu. Muach," ucap Gloria mencium pipi ibunya.
"Berangkat dulu ya bu."
"Hati-hati dijalan ibu juga mau berangkat ini," ucapnya mengambil tas kerjanya.
Arthur mengangguk dan berjalan menuju mobil, Arthur menjalankan mobilnya sedangkan Gloria membuka kotak makanan itu.
"Aaa..." Gloria menyuapi Arthur yang fokusenyetir dengan sandwich buatan ibunya. Dengan senang hati Arthur menerimanya bahkan tangan Gloria tak luput diemutnya.
__ADS_1
"Jijik Ar, kalau kurang bilang dong jangan tangan aku juga yang kamu makan," cemberut Gloria seraya memakan sandwichnya.
Arthur hanya tersenyum geli, baginya omelan sang kekasih hal wajib yang harus ia dengar.
Mereka menghabiskan sarapan itu, Gloria mengambil air minum yang ada di sana. Begitupun dengan Arthur. Hingga pandangan Gloria mengatah pada sudut bibir Arthur.
Cups
Gloria mengambil sisa noda cokelat itu yang membuat Arthur terdiam akan hal ini. Tak lama Arthur kembali menormalakan detak jantungnya yang sudah berdisko ria didalam sana.
"Makin berani kamu ya," ucap Arthur mengecup tangan Gloria.
"Kamu yang ngajarin," jawabnya malu.
"Emm honey." Gloria menoleh kearah Arthur.
"Kaamu udah selesai tamu bulanannya?" tanya Arthur yang membuat Gloria malu.
"Belum tahu, kadang keluar kadang juga enggak lagian masih berapa hari. Gak sabaran banget," cebiknya.
"Emang aku mau apain kamu dih?"
"Tapi kamu juga keenakan dibawahku! Bahkan kamu yang sering mentertawakan terong kebangganku selalu begini 'Ahh Ar lebih cepat, ahh ini sangat nikmat. Aku mohon' ngaku deh kamu juga menikmatinya kan?" Arthur menggoda Gloria.
Gloria mengiyakan karena semua yang diomongkan Arthur benar adanya, apalagi saat terong itu masuk keapem lembutnya.
"Mesum."
Mereka terus berbincang sampailah mobil itu disekolah Gloria, Arthur memberikan uang jajan untuk Gloria walau sudah ditolak tapi apalah daya Gloria saat mengancamnya.
"Aku masuk ya Ar, kalau kamu masih sakit jangan dipaksain buat ngampus," perintahnya dan diangguki oleh Arthur.
Cups
"Aku mencintaimu Honey, aku harap kau juga mencintaiku," lirihnya yang masih mampu didengar oleh Gloria.
Deg deg deg
"Cinta?"
Gloria keluar dari mobil itu dan Arthur menjalankan mobilnya ke kampus.
__ADS_1
Dengan langkah santai Gloria masuk kedalam sekolahan, ia masih memikirkan ucapan cinta Arthur tadi.
"Arghh bodo lah pusing," geramnya.
"Ria," panggil Keyra diikuti oleh Niken dibelakangnya.
"Paan?"
"Zain gandeng cewek Ria," ucap Keyra heboh sedangkan Niken hanya menatapnya datar.
"Biarin mungkin pacarnya," jawabnya santai. Dia sendiri bingung kenapa ia tak kesal mendengar jika Zain bersama cewek lain.
"Loh lu kok biasa aja?"
"Itu hidup dia, gue berusaha buat lupain Zain Kay, dah ya gie mau kekelas," ujarnya berlalu begitu saja.
"Udah gue bilang kalau Gloria itu udah punya pacar. Lihat aja tadi dia keluar dari mobil mewah, itu ppasti punya pacarnya," ujar Keyra.
"Iya juga sih," gumamnya.
"Dah lah yuk masuk kelas," ajaknya pada sang sahabat.
Sedangkan disisi lain Zain dan Mariana yang baru datang itu membuat tatapan mereka menuju kearah keduanya.
"Nasib punya pacar tampan gini yank berasa jadi artis. Harusnya kamu bangga sama aku," ujar Zain menggenggam tangan pacarnya.
"Huekk mau muntah gue dengernya."
"Dibilangi juga," ucapnya.
"Bodo."
Zain mengantar Mariana keruangan kepala sekolah dan memperkenalkannya sebagai siswa baru.
Bersambung
📌Stuck Marriage (On going) Kisah Anak Gloria dan Arthur.
Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊
Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏
__ADS_1