Nafsu Atau Cinta

Nafsu Atau Cinta
Besok nikah


__ADS_3

Happy reading


Hari hari mereka lalui begitu saja. Hubungan Arthur dan Gloria tak bisa dibilang mulus mulus saja mereka bahkan pernah bertengkar hebat karena Gloria didekati oleh pria yang tak lain adalah kakak tingkat Gloria disekolah.


Tapi semua itu terselesaikan dengan kepala dingin walau harus berakhir diranjang panas apartemen Arthur.


Flashback on


Setelah pertengkaran hebat ditaman dekat rumah Gloria siang itu hingga membuat Arthur mengacuhkan Gloria tiga hari berturut-turut. Bahkan Arthur juga tak menjemput Gloria dan juga tak menghubungi Gloria, bahkan Arthur sengaja mematikan ponselnya.


Hari ketiga itu, sepulang sekolah Gloria sengaja menemui Arthur di apartemennya karena menurut ucapan sang calon mertua calon suaminya itu tak ada dirumah berarti Arthur ada di apartemennya.


Gloria masuk kedalam apartemen itu dan betapa terkejutnya ia saat melihat ruang tamu seperyi kapal pecah.


"Anak itu selalu saja begitu, pasti ngamuknya nyusahin orang," gumamnya berlalu begitu saja menuju kamar Arthur.


Tanpa basa-basi Gloria masuk dan melihat Arthur yang masih tertidur dengan botol minuman keras di lantai itu.


"ARTHUR BANGUN," teriak Gloria menyingkap selimut abu abu itu.


Arthur yang mendengar teriakan yang mirip seperti gorila ngamuk itu. Perlahan membuka matanya, ia merasa kepalanya pusing karena terlalu banyak minum tadi malam.


Ia melihat Gloria yang sudah berkecak pinggang didepannya itu.


"BANGUN DAN MANDI CEPAT," petintahnya. Entah kenapa Arthur menurut saja padahal ia masih kesal dengan calon istrinya itu.


"Punya calon gitu amat ya," gumamnya.


Gloria melemparkan tasnya di sofa dan membersihkan botol minuman haram itu. Tak lupa Gloria mengganti seprai di kamar itu. Ia paling tak suka dengan warna abu abu, baginya abu abu warna yang tak hidup.


Gloria melepas seragamnya karena keringat itu sudah membasahi seragamnya hingga memperlihatkan tank top berwarna hitam itu.


Gloria menaruh seragamnya dikeranjang bersama dengan seprai tadi.


"MANDINYA CEPET, JANGAN KAYAK BOCAH," teriaknya seraya keluar dari kamar untuk membersihkan ruang tamu itu.


Gloria ngomel bagai ibu yang memberekan mainan anaknya yang ada dimana mana.


Tanpa sadar jika Arthur sudah bersandar ditembok dan menikmati omelan Gloria. Arthur tersenyum mendengar itu. Merasa tak tega, Arthur ikut membantu membersihkan ruangan itu.


"Lain kali kalau mau ngamuk tu di ring tinju, jangan di apartemen," omelnya.


"Nyusahin aja," lanjutnya masih dengan kegiatannya.


"Kalau gak ikhlas gak usah diterusin. Gue masih bisa sewa orang buat bersih-bersih," ujarnya dengan ketus.

__ADS_1


"Haissss kalau aku gak iklash mungkin dari tadi aku bersihin kamar sama ruangan ini," balasnya dengan kesal.


"Ngapain kesini?" tanya Arthur mengalihkan pembicaaan setelah semua selesai.


"Mau jelasin masalah kemarin, gue gak suka ya lu marah-marah sama gue. Lagian gue sama Riko gak ada hubungan apa-apa kok, lu aja yang salah paham," ucapnya.


Arthur yang mendengar itu hanya acuh dan berlalu meninggalkan Gloria disana.


"Hufftt gue harus bujuk dia pakai apa ya? Salah gue juga kenapa malah omelin dia tadi?"


Tiga puluh menit berlalu Gloria kembali ke kamar membawa sup ayam kesukaan Arthur, mungkin dengan ini Arthur akan bisa mendengarnya.


"Sayang aku bawain sup nih, makan dulu yuk," ajaknya paa Arthur yang masih fokus pada gamenya.


"Hm."


"Aku suapin mau?" tanya Gloria yang masih sabar.


"Hm."


Gloria menyuapi Arthur walau msta pria itu masih fokus di ponselnya. Sesekali ia juga memakannya karena lapar yang menyerangnya.


Setelah makanan itu habis Arthur belum juga mengalihkan pandangan dari ponsel hingga membuat Gloria geram dan merebut ponsel itu dan membuangnya begitu saja.


"Apa?" tanya Arthur.


"Gue mau jelasin yang kemarin Ar, lu cuma salah paham. Semua yang lu lihat itu gak benar," ujarnya dengan nada melas. Ia sudah lelah sekarang jika harus menampakkan raut baik baik saja sekarang.


"Jelasin!"


Mau tak mau Gloria menjelaskan dari awal Riko mengajaknya berbicara sampai berbisik hingga jika orang melihat itu adalah ciuman. Riko juga bilang jika mencintainya tapi langsung ditolak oleh Gloria karena sadar dia sudah memiliki calon suami yang sangat ia cintai.


Arthur mendengarkan dengan seksama hingga ia bmhanya bisa menahan senyumnya karena ucapan Gloria.


"Aku gak percaya!"


"Loh, kan aku udah jelasin sejelas jelasnya Ar. Masa kamu gak percaya sih?" tanya Gloria dengan nada merengek.


"Kamu kan banyak bohongnya," jawabnya singkat.


Gloria yang mendengar itu tak percaya, ia jarang sekali berbohong jika tak kepepet itupun tentang dia. Akhirnya Gloria mendapat ide untuk menggoda calon suaminya itu. Gloria yakin Arthur tak akan mampu menolak godaanya.


Dengan tenang Gloria mendorong pelan tubuh Arthur hingga pria itu terlentang dengan Gloria diatas paha Arthur.


"Masih gak percaya hmm?" tanya Gloria dengan tangan yang sudah menari diatas dada Arthur. Arthur yang sudaah biasa akam trik calon istrinya itu hanya tersenyum remeh tentu ia akan menikmatinya saat ini.

__ADS_1


"Ouuhhss udah bangun hmm?"


Bahkan tangan Gloria sudah membelai terong kebanggaan Arthur yang seakan menusuk miliknya itu. Kemudian Gloria memaju mundurkan dirinya hingga membuat Arthur merem melek dibuatnya walau masih tertutup celana boxer dan dalaman.


"Dia sangat nakal," batin Arthur.


Arthur yang sudah tak sabar itu langsung menerkam Gloria bagai harimau yang kelaparan.


Flashback off


Saat ini Arthur dan Gloria berada disebuah danau buatan yang sangat indah itu.


"Udah hafal buat besok?" tanya Gloria pada Arthur.


"Udah kok, aman," jawabnya dengan mengelus perut ramping Gloria.


Pria 19 tahun itu berharap Gloria hamil saat ini tapi nyatanya Gloria diam diam meminum obat kontrasepsi.


"Kenapa?" tanya Gloria mengelus rambut calon suaminya yang sedang berbaring dipahanya itu.


"Mau kamu hamil dan lihat perut ini besar supaya gak ada yang ngejar kamu lagi, karena kamu dah punya suami dan anak," ujarnya dengan semangat.


"Haiss aku masih 17 tahun Ar, tunggulah sampai aku lulus SMA. Aku gak mau diusia kita yang masih muda sudah memiliki bayi, apalagi aku masih sekolah dan kamu kuliah. Kita gak akan totalitas menjaga dan merawat anak kita nanti," ujarnya dengan senyum.


"Tapi aku selalu tanam benih aku disini honey," ujarnya dengan mengelus perut Gloria sesekali mengecupnya.


"Aku tahu dan aku juga minum obat kontrasepsi berberapa hari ini," jawabnya yang membuat Arthur sedikit cemberut.


"Kamu gak bilang aku?"


"Kan ini udah, dari dulu kita cuma wacana buat KB."


Arthur memang membenarkan ucapan calon istrinya ini. Tak apa belum memiliku anak yang penting besok nikah.


Bersambung


Kalian semua diundang sama Arthur dan Gloria ya!! Undangannya nyusul ya kakak kakak👍😅😅😅


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!


📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur


Mampir ke novel temen uthor juga ya!!


__ADS_1


__ADS_2