
Happy reading
1 jam berlalu, akhirnya Arthur melepaskan pung utannya, Gloria menatap Arthur yang memeluknya itu.
"Bayi besar mami udah puas hmm?" tanya Gloria mengelus rambut suaminya.
"Mami?"
"Hmm.... Aku mau nanti anak anak kita panggil kita Mami dan Papi," ujarnya dengan senyum.
Walau terdengar menggelikan tapi Arthur suka panggilan itu. Apalagi dalam keluarganya tak ada yang memanggil Mami dan Papi.
"Hm aku suka," jawabnya dengan senyum lalu kembalu mengecup bibir Gloria.
"Aku ngantuk, tidur dulu ya," ujar Gloria yang mulai memejamkan matanya.
Arthur yang melihat istrinya mulai berlayar kealam mimpi itu tersenyum. Wajah ini yang selalu ia rindukan tiap harinya.
"Tidur yang nyenyak hmm," ucapnya seraya membenarkan selimut berwarna putih itu.
Arthur melihat jam didindingnya sudah menujukkan pukul 4 sore, Arthur menatap istrinya yang sangat nyenyak tertidur itu.
Arthur bangun dari baringannya dan memakai celana pendek tanpa memakai baju lalu keluar dari kamar. Rencananya ia akan memasak untuk sang istri. Mana tahu saat ia memasakkan makan malam untuk sang istri, Gloria bisa dengan sukarela menyerahkan haknya.
Arthur memasak dengan lihainya, untung Gloria sudah mengisi kulkas di apartemennya sebelum mereka menikah.
Sedangkan di kamar Gloria yang tertidur itu merasa ada yang kurang. Perlahan Gloria membuka matanya dan melihat sisi ranjangnya ternyata ia tidur sendiri, suaminya tak ada memeluknya.
"Ngilu juga ya," gumamnya saat merasa ngilu di nagian dadanya.
"Tapi enak sih, kan jadi gak bisa buat nolak," batinnya dengan senyum.
Gloria bangkit dan memakai tank topnya. Iia berlalu menuju kamar mandi hanya untuk mencuci wajahnya.
Gloria keluar dari kamar, dan melihat suaminya sedang memasak di dapur. Terlihat sangat uhh saat dia tak memakai baju.
Dengan pelan Gloria berjalan menuju dapur agar tak diketahui suaminya.
Hingga Gloria memeluk tubuh sang suami dari belakang. Tingginya hanya sebatas pundak Arthur jadi ia sangat susah untuk melihat apa yang dilakukan Arthur.
"Udah bangun honey?"
"Belum masih di perempatan mekah," jawabnya meletelakan kepalanya di punggung Arthur.
"Ohh kalau gitu yang disini siapa dong?" tanya Arthur lagi.
"Arwahnya," jawabnya.
"Hahaha bisa aja sih bercandanya."
__ADS_1
"Masak apa ay?" tanya Gloria menengok ke arah depan.
"Tumis kacang panjang honey, terus ditambah ikan suir enak deh kayaknya," jawabnya memperlihatkan apa yang ia lakukan pada Gloria.
"Aku bantu ya," ujar Gloria mengambil alih pisau ditangan Arthur.
"Gak usah, biar aku aja. Nanti aja kamu ambil alih saat diranjang, aku akan pasrah dibawah kamu," ujarnya tak lepas dari kemesuman yang hakiki.
"Hm."
Gloria terlalu malas untuk menangapi ucapan mesum suaminya ini. Ujung ujungnya dia kalah telak.
Gloria duduk di sana dan mengamati suaminya yang sedang memesak itu.
"Seksi uhh," batinnya dengan senyum.
Gloria mengambil buah apel dan memakannya, tatapannya masih mengarah pada Arthur.
"Aku cuma berharap masakannya tak keasinan," gumamnya.
Tak berapa lama masakan Arthur jadi, bersamaan dengan nasi yang tadi ia masak.
Arthur membawa makanan itu ke hadapan Gloria dan menyuruh sang istri menjadi juri masakannya.
"Emm kurangin kecap dan kurangi garam sedikit saja."
"Gak enak ya honey, maaf ya. Gak usah dimakan kalau begitu, kita pesen aja," ujarnya dan dijawab gelengan oleh Gloria.
Arthurpun mengangguk, setidaknya makanannya dihargai oleh sang istri.
Mereka menghabiskan makanan sore menjelang malam itu sepiring berdua. Mereka saling menyuapi satu sama lain hingga makanan itu habis.
"Kamu tunggu diruang tamu aja, aku mau cuci piring dulu."
Gloria berlalu menuju dapur membawa piring kotornya.
Sedangkan Arthur mulai memilih kaset untuknya nanti, tak lama terlihatlah Gloria yang datang membawa jus ditangannya.
"Nonton apa?" tanya Gloria.
"Romance barat," jawabnya dengan senyum.
"Tumben yang Romance, bukannya enak yang horor ya?" tanyanya dengan nada menggoda.
"Yang horor bisa ditunda Honey, sekarang kita nonton ini," ujarnya menarik tangan sang istri agar duduk didepannya.
Film pun dimulai, Arthur dan Gloria menikmati film itu ditengah jalannya film terdapat adegan yang membuat Gloria malu sendiri.
"Kenapa mau?" tanya Arthur menggigit telinga Gloria.
__ADS_1
"Kenapa mereka se serani itu ya Ay? Gimana kalau yang cewek hamil?" tanya Gloria.
Pasalnya dalam film itu terdapat adegan ehem ehem real, masuk memasuk bukan editan sepertinya.
"Mereka sudah terlebih dahulu memeriksa kesehatan dan pengaman honey, jadi walau berulang kali mereka melakukan itu wanitanya tak akan hamil," ujarnya.
Gloria mengangguk, dan kembali melihat film itu yang membuatnya merinding suara des ahan langsung dari film itu membuatnya panas sekarang.
Arthur yang merasa gelagat aneh istrunya itu hanya tersenyum dan mulai mengecupi leher sang istri dengan nafsunya. Ia lelaki normal yang akan terpancing akan hal seperti ini.
Gloria hanya menikmati kecupan dan gigitan sang suami yang mampu membuatnya meleguh.
Gloria berbalik arah menghadap suaminya dan mulai mengcium bibir Arthur dengan ganasnya. Suara dari film barat menambah suasana gelap dalam diri mereka.
Mereka saling membelit dan memung ut satu sama lain hingga sebuah ketukan menyadarkan mereka.
Tok! Tok! Tok!
Plup
Arthur yang tak rela ciuman panas itu terlepas ingin mencium bibir Gloria lagi tapi dengan cepat ditahan oleh Gloria.
"Ada tamu ay, bentar ya aku buka dulu," ujarnya berdiri dari duduknya menuju pintu, Arthur yang merasa terongnya sudah mengembangkan itu hanya bisa menutupinya dengan bantal sofa.
Ceklek
"Cari siapa ya?" tanya Gloria pada tiga wanita berpakaian kurang bahan itu.
"Lu siapa?" tanya satu wanita itu menatap tajam Gloria. Gloria yang ditatap bukannya takut malah terkekeh geli.
"Kita ada perlu sama yang punya apartemen ini," ujarnya pada Gloria.
"Oh yang punya rumah lagi sibuk, dan kalian sudah ganggu dia," jawab Gloria dengan tenang.
"Lu pasti jalan* Arthur yang barukan sampai dia lupain kami," ujarnya mendorong Gloria hingga wanita itu hampir terhuyung ke belakang.
"Shitt!! Mereka para ulat Arthur rupanys," batinnya.
"Minggir kita mau masuk," sentaknya mendorong Gloria tapi dengan cepat Gloria menghentikannya.
"SATU LANGKAH KALIAN MASUK, GUE PASTIIN KEPALA KALIAN HILANG DARI TUBUH KALIAN!!"
Bersambung
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!
📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur
Hai kak, mampir ke novel teman aku juga ya.
__ADS_1