Nafsu Atau Cinta

Nafsu Atau Cinta
Terserah kamu aja


__ADS_3

Happy reading


Gloria masuk kedalam kelas dengan raut wajah yang tak bisa dijelaskan. Keyra dan Niken yang sudah terlebih datang itu sakung pandang melihat sahabatnya ini.


"Kenapa lu?" tanya Niken pada Gloria.


"Pusing gue," jawabnya menjatuhkan kepalanya dibangku.


"Pusing kenapa? Lu masih sakit? Gue anterin ke UKS mau?"


"Gak deh kay, gue pusing bukan sakit."


"Lah kan pusing itu sakit Glo," ujarnya tak paham.


"Eh gue mau tanya, menurut kalian cinta itu apa?" tanya Gloria pada kedua sahabatnya.


"HAA!"


"Ehem menurut gue cinta itu buta dan tuli. Entah iya atau tidak gue merasa jatuh cinta pada sosok cowok yang nolong gue kala itu. Tapi sayang gue gak tahu namanya," ujar Keyra membayangkan cowok yang menolongnya saat itu.


"Dih, gak penting bat dah Key. Lu kan buaya," jawab Gloria yang dibalas cebikan oleh Keyra.


"Menurut gue ya. Cinta itu disaat lu gak suka cowok lu deket atau berhubungan sama cewek lain. Lu cemburu saat cowok lu ngomongin cewek lain didepan lu. Lu tuh gak suka. yah mungkin itu kalau gue sama ayang beb," ujarnya dengan senyum. Niken mengingat dimana pacarnya mengetes dirinya dengan menceritakan cewek yang baru dilihatnya.


"Gitu ya," gumamnya mengingat saat dirinya marah gak jelas karena melihat Arthur dan Nabila berciuman kala itu.


"Gila masa gue cemburu sih saat itu," batinnya merutuki dirinya sendiri.


Jarum jam terus berputar, tak terasa sudah pukul 1 siang. Bel pulang juga sudah berbunyi.


"Akhirnya kelar juga sekolah hari ini," ujar Niken pada kedua sahabatnya.


"Hmm ngemall yuk," ajak Keyra pada kedua sahabatnya.


"Gak bisa gue, mau pergi sama Arthur," balasnya tak enak kepada kedua sahabatnya.


"iya deh yang udah punya ayang sampai lupa sahabatnya," sindir Keyra.


"Enggak juga, buktinya kalian masih tetep jadi sahabat gue. Nanti deh kita atur waktu lagi buat ngemall," ujarnya.


"Maaf ya Key, Ken," ucap Gloria meminta maaf.


"Kita paham kok, kapan-kapan kita ngemall bareng."


Mereka keluar dari kelas menuju jemputan masing-masing. Gloria yang melihat mobil pacarnya itu tanpa basa basi langsung masuk.


Arthur yang melihat sang pacar sudah ada dimobil itu langsung melajukan mobilnya menuju mall.


"Honey ganti baju dulu," ujarnya menyerahkan paper bag yang ia bawa pada Gloria.

__ADS_1


"Hah... Disini?" tanya Gloria.


"Heem, lagian aku sudah melihat lekuk tubuhmu jadi gak usah malu."


"Aku takut ada yang lihat," ujarnya.


"Kaca mobil ini gak tembus pandang kok honey, jadi kalau kita mau ehem pun gak ada yang lihat," ujarnya dengan senyum menggoda.


"Ih apaan."


"Fokus sama jalan ya Ar, aku gak mau jadi janda sebelum menikah," ujarnya membuka kancing seragamnya.


"Honey...."


"Apa?"


"Bikin pengen aja deh," ujarnya menatap mesum Gloria.


"Gak bisa ya, kemarin udah sampai ketahuan ibu."


"Ibu gak lihat kok honey, boleh ya," rengeknya.


"Kamu fokus aja sama jalan, kapan-kapan aku kasih," tolaknya seraya memakai baju yang dibawakan Arthur.


"Roknya tetep ini?" tanya Gloria tak mendapati rok atau celana.


"Iya honey, aku gak hafal ukuran rok kamu jadi ya cuma itu."


Yah mall yang akan mereka datangi memang melarang anak berseragam SMP atau SMA untuk masuk.


"Fokus Ar," ujarnya.


"Lagian kamu buka baju gak bilang-bilang, kan aku bisa tutup mata," elaknya.


Elusan itu semakin naik, hingga membuat Gloria mendesis dan menahan tangan pacarnya seraya menggeleng.


Arthur hanya tersenyum dan menarik tangannya.


"Tapi pengen Ri," ujarnya dengan nada serak.


"Tahan napa."


Gloria yan bisa melihat raut cemberut dari sang pacar itu hanya tersenyum geli dan mengecup bibir Arthur sekilas.


"Tahan ya sampai kita nikah."


"Gak mau itu masih lama lagi," tolaknya.


Gloria hanya menepuk pundak Arthur, mau tak mau Arthur akan menunggu.

__ADS_1


Sampailah mereka di mall, Gloria dan Arthur turun dari mobil dan masuk ke mall yang tak lain adalah salah satu aset perusahaan Bara.


"Mau beli apa sih Ar?" tanya Gloria pada Arthur.


"Beli cincin honey, buat lamaran nanti. Gak apa-apa kan kalau langsung tunangan aja?"


"Manut aja sih."


Mereka masuk menuju salah satu toko perhiasan disana. Banyaknya perhiasan yang cantik tapi tak ada yang menarik untuk Gloria. Yah karena Gloria tak menyukai perhiasan selain anting dari bayi yang masih terpadang ditelinganya itu.


"Pilih cincin yang menurutmu bagus," ujarnya.


"Aku gak tahu."


"Pilih honey, aku gak ngerti masalah perhiasan. "


"Kalau gitu terserah kamu aja, aku iya iya aja. Lagian aku gak suka perhiasan," ujarnya dengan santai.


Arthur yang mendengar ucapan sang pacar itu meneliti penampilan pacarnya dan benar saja hanya ada anting ditelinga Gloria tanpa gelang, dan kalung.


"Aneh tapi nyata."


Biasanya cewek paking suka dengan yang namanya perhiasan ini kenapa pacarnya beda.


"Mbak pilihin cincin lamaran yang paling bagus ya," ucap Arthur pada mbak mbak disana.


Mbak mbak yang terlihat tersepona eh terpesona dengan wajah Arthur itu terkejut dan memperlihatkan cincin lamaran yang simple dan elegan.


"Saya ambil satu dan kalung ini satu," ucapnya menujuk kalung yang dari tadi menarik perhatiannya itu.


Setelah berbelanja Arthur dan Gloria memutuskan untuk makan disalah satu restoran di mall itu.


Tanpa mereka sadari Keyra dan Niken juga ada dimall yang sama.


"Eh itu bukannya Gloria sama cowok yang kemarin itu ya?"


"Gue kira cuma bohongan ternyata bener dia si Arthur pacarnya Gloria," jawab Keyra.


"Dah lah itu urusan mereka, lagian gue seneng Gloria bisa move on dari Zain yang gak pernah respond sama dia."


"Hmm bener juga, semoga terus begitu," ucapnya dan dianggukkan oleh Niken.


Bersambung


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!


📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur


....

__ADS_1


Mampir ke novel senior uthor juga ya!



__ADS_2