Nafsu Atau Cinta

Nafsu Atau Cinta
Sensitif


__ADS_3

Warning!! Alur dipercepat ya biar cepat tamat, jujur Tya keteteran harus garap 4 novel sekaligus hehehehe.


Happy reading


1 tahun berlalu, Gloria sudah lulus dari SMA nya dengan nilai yang memuaskan walau tak bisa mendapat juara satu tapi semua keluarga mengapresiasinya.


Arthur juga sudah memasuki semester 5 dimana ia harus disibukkan dengan tugas dan juga istrinya yang saat ini sedang mengandung buah hati pertama mereka.


Ya, kandungan Gloria baru memasuki bulan ke 4 dimana ia masih mengalami morning sickness dan perubahan hormon yang membuat Arthur harus sabar menghadapi sang istri. Pola makan Gloria juga berkurang sejak kehamilannya.


"Anak kita rewel gak di dalam?" tanya Arthur yang sudah menyelesaikan tugas tugas kampusnya itu.


"Adek gak rewel kok," jawab Gloria berusaha membuka baju suaminya.


Semenjak hamil Gloria memang sering tidur di dada Arthur yang tak memakai baju. Wangi suaminya yang selalu menjadi penenang untuknya saat ingin tidur.


"Susunya udah kamu minum?" tanya Arthur lembut.


"Emm."


Bukannya menjawab Gloria malam menelusupkan wajahnya ke dada Arthur. Arthur yang melihat tingkah istrinya itu menggeleng pelan.


"Kamu gak minum susu lagi kan?" tanya Arthur menatap istrinya.


"Gak mau, bikin mual," jawabnya lirih.


Arthur bangkit dari tidurnya dan berlalu menuju dapur untuk membuatkan susu hamil untuk istrinya.


Setelah selesai Arthur membawa susu itu ke kamar dengan sepiring buah yang sudah ia cuci. Arthur melihat istrinya yang sedang berbaring itu.


"Minum dulu habis itu tidur," dengan lembut Arthur membangunkan tubuh istrinya dan meminum susu itu.


Gloria menatap gelas itu dan menerimanya, ia tak bisa membantah kata kata suaminya lagi sekarang.


Setelah menghabiskan susu hamil itu Arthur langsung memberi istrinya buah agar tidak memuntahkan susu yang sudah diminumnya.

__ADS_1


"Masih mual?" tanya Arthur dan dijawab gelengan oleh Gloria yang asik mengunyah anggur yang dibawa suaminya tadi.


Arthur melihat jam di dindingnya dan sudah menunjukkan pukul 10 malam, sudah waktunya istri cantiknya itu tidur.


Ia naik ke kasur dan menarik istrinya agar berbaring.


"Ay," panggil Gloria.


"Apa hmmm?"


"Berat badanku naik lagi," ujarnya sedih, padahal ia sudah menjaga pola makan agar berat badannya stabil.


Arthur yang mendengar itu sudah tak asing lagi, karena kata Mama Kiranya orang hamil akan sensitif terhadap sesuatu yang menyangkut hatinya.


Arthur mengelus perut yang sudah menonjol itu dengan lembut.


"Berat badan kamu nambah karena kamu hamil honey, bukan karena hal lain," ujarnya.


"Kamu malu hmm punya badan tak seindah dulu?" tanya Arthur yang dibalas anggukan oleh Gloria.


"Gak usah malu oke, kamu tetap cantik kok honey apalagi dada dan bokong kamu yang tambah waw ini. Kamu akan menjadi wanita tercantik karena sudah mengandung anak aku."


"Kamu gak akan cari yang lebih seksi dari aku kan?" tanya Gloria pada Arthur.


"Emang kamu mau kalau aku nikah lagi hmm?" tanya Arthur dengan menggoda istrinya.


"Hiks kamu mau nikah lagi?" tangis Gloria.


Entah kenapa ia jadi secengeng ini, mendengar kata nikah lagi membuat Gloria tak bisa membendung air matanya.


"Kenapa sih hmm? Aku gak akan nikah lagi kok Honey, udah ya jangan nangis."


Di elusnya punggung sang istri yang bergetar itu dengan lembut, perlahan tangisan Gloria berganti dengan dengkuran halus. Tangan Arthur masih stay mengelus punggung sang istri.


"Kenapa kamu jadi sensitif banget sih hmm? Padahal aku cuma bercanda tapi kamu bawa hati sampai nangis gini."

__ADS_1


"Anak Papi di dalem jangan sensitif ya Nak, kamu gak mau kan Mami kamu nangis cuma gara gara hal sepele," ujar Arthur mengelus perut istrinya.


Tak pernah Arthur bayangkan jika benihnya akan tumbuh secepat ini, tapi tak bisa dipungkiri jika ia sangat bahagia sekarang.


Entah sadar atau tidak, Gloria mencari bulatan hitam Arthur dan menyesapnya. Arthur sudah tak heran kenapa istrinya seperti ini, karena sejak istrinya hamil Gloria selalu menyesapnya bulatan kecil miliknya.


"Aku mencintaimu honey. Papi mencintaimu Baby," ucapnya dengan senyum mengembang.


Arthur memeluk tubuh sang istri dengan lembut, ia juga tak mau menyakiti anak yang masih ada di dalam kandungan sang istri.


Ditempat lain, Mariana dan Zain sedang menghabiskan waktu mereka dengan jalan jalan.


"Kamu serius mau ke luar negeri?" tanya Mariana yang tak mau melepaskan pelukan di lengan sang pacar.


"Iya sayang, nanti kalau kamu udah lulus SMA kamu bisa kuliah disana juga. Biar aku yang jaga pacar cantikku ini," ujarnya mengecup pipi Mariana.


"Nanti aku sendiri dong di sini?" tanyanya sendu.


"Kan kita masih bisa telepon, video callan sayang. Gak usah ngerasa kalau aku jauh banget hmm!"


"Ya."


Bersambung


Mampir ke novel teman Tya juga ya kak!!


Judul : After Darkness


Penulis : SkySal


Hanya karena beberapa lembar foto bersama bossnya, Elsa harus terkena masalah besar yang datang dari putra bosnya yang bernama Robin Sriwijaya.


Robin menuduh Elsa sebagai salah satu simpanan ayahnya sehingga Robin balas dendam dengan menjadikan Elsa pelayan dirumahnya. Namun Elsa bukanlah wanita yang lemah seperti yang Robin fikirkan. Elsa arogan dan keras kepala yang justru membuat Robin semakin marah hingga akhirnya Elsa mengalah dan lebih memilih menyerang Robin dari hatinya.


Bisakah Elsa melakukannya?

__ADS_1



__ADS_2