Nafsu Atau Cinta

Nafsu Atau Cinta
Maafkan aku Honey!


__ADS_3

Happy reading


Berbeda dengan gudang yang penuh akan ******* di kamar pasangan suami istri itu kini Gloria mengelus lembut rambut Arthur yang masih tidur nyenyak.


"Sudah pukul 8 pagi tapi kamu belum bangun juga, aku laper tahu. Tapi aku gak mau makan tanpa kamu," ujarnya lirih.


Tangannya masih mengelus rambut suaminya. Bau percintaan mereka juga masih tercium jelas di hidung Gloria.


Sejak dari gudang tadi, Gloria langsung berlalu menuju kamar siapa tahu suaminya sudah bangun tapi dugaanya salah suaminya masih saja tidur dengan nyenyaknya.


Gloria yang melihat suaminya masih tidur itu bukannya membangunkan tapi Gloria ikut naik keatas kasur dan mengelus rambut suaminya hingga kini.


Setelah beberapa saat Arthur mulai mengerijabkan matanya dengan pelan. Dan hal pertama yang ia lihat adalah wajah istrinya yang menatapnya dengan senyum.


"Udah bangun hmm?"


"Sshhhh aku kenapa Honey? Kenapa kepalaku pusing?" tanya Arthur pada istrinya yang sedang mengusap rambutnya pelan.


"Kamu gak ingat apa yang terjadi semalam hmm?" tanya Gloria pada suaminya.


Arthur langsung mengingat apa yang terjadi tadi malam dan tiba-tiba wajahnya berubah menjadi pucat.


Arthur menyibak selimutnya dan Arthur harus tercengang saat mendapati dirinya polos. Dan terongnya masih layu disana.


Arthur menatap sang istri dengan tatapan bersalah. Ia takut ia melakukannya bukan dengan Gloria tapi pelayan sialan itu.


"Honey," panggil Arthur.


"Apa?"


"Aku gak melakukannya dengan pelayan sialan itu kan?" tanya Arthur dengan pucat.


Gloria tersenyum geli mendapat pertanyaan itu apalagi wajah suaminya yang sangat melas itu.


"Menurut kamu?" tanya Gloria berusaha untuk bercanda dengan suaminya.


Arthur yang mendapat jawaban itu langsung memeluk perut Gloria dengan air mata yang mengalir. Arthur terisak diperut istrinya ia tak mau ada sesuatu yang terjadi dalam pernikahannya dengan Gloria.


"Hiks hiks aku tak sadar," isaknya yang membuat Gloria tak tega.


"Aku aku hiks Honey aku gak tahu..."


"Sedih, dia tak mengingat kejadian sore dan malam. Aku yang harus tersiksa karena suamiku terpengaruh obat," batinnya.


"Udah nangisnya hmm?"


"Honey aku gak melakukan hubungan dengan pelayan sialan itu kan? Honey jangan marah aku gak sadar," ujar Arthur dengan tangis. Kenapa ia menjadi sangat cengeng di hadapan istrinya.

__ADS_1


Gloria yang tak tahan akan tangisan sang suami itu mulai mengangkat kepala Arthur dan mengecup keningnya.


"Kamu gak ingat apa yang sudah kamu lakuin sama aku hmm?"


"Aku lakuin apa Honey? Apa aku menyakitimu karena pelayan sialan itu?"


"Ya."


Deg


"Maafkan aku, aku-aku tak tahu apa yang aku lakukan Honey. Maafkan aku," ujar Arthur pada istrinya.


"Kau terpengaruh obat Ay, wajar kalau kamu tak ingat apapun," ujarnya seraya mengelus rambut tebal suaminya.


"Kamu gak marah?" tanya Arthur dan dijawab gelengan oleh Gloria.


"Kenapa harus marah? Kamu kan suami aku. Udah sewajarnya kalau Kamu melakukan itu. Lagian kita udah halal kan?"


Disini Arthur jadi bingung kenapa istrinya santai santai saja. Dan apa maksudnya kita sudah halal? Apa istrinya membiarkan begitu saja ia berhubungan badan dengan wanita lain?


"Sayang apa kamu ingat apa yang terjadi denganku tadi malam?"


"Kamu terpengaruh obat sialan itu dan untungnya aku cepat sampai kamar ini kalau enggak kamu pasti sudah menikmati tubuh pelayan itu. Kamu gak ingat kalau kamu juga sudah menyakiti aku? Aku capek Ayang harus kamu gempur terus dengan lama belum lagi malamnya reaksi obat itu belum hilang. Dan kamu tahu kan selanjutnya?"


"Tapi aku?"


Gloria melepas baju tebalnya hingga memperlihatkan banyak sekali bekas merah di dada sampai perut jangan lupa leher hingga membuat Gloria seperti macan tutul.


"Ini ku juga sakit ayang, pokoknya kamu gak boleh masuk ke aku sampai milikku sembuh. Titik!!!"


Arthur yang mendengar itu langsung berbinar, berarti yang ia setujui bukan wanita lain tapi istrinya sendiri.


Grep


"Terima kasih Honey, terima kasih sudah menyelamatkan aku. Maafkan aku jika tadi malam menyakitimu Honey. Tapi aku Sangat mencintaimu."


Cups


Cups


Cups


Cups


Arthur mengecup seluruh wajah sang istri dengan bahagia. Arthur tak menyangka jika Gloria akan seberani itu ingin membantunya mengurangi efek obat sialan itu.


"Cukup ayang geli," elak Gloria yang merasa gelisah pada wajahnya.

__ADS_1


"Aku hanya mencintaimu," ucapnya.


"Aku tahu."


Rasanya plog saat yang ia pikirkan tidak benar. Mungkin sepulang dari sini Arthur akan mengabulkan apa yang diinginkan istrinya itu.


Merasa tubuhnya sudah mendingan Arthur berlalu menuju kamar mandi sedangkan Gloria yang dihubungi oleh salah satu pegawai suaminya di bar itu tersenyum senang.


"Untunglah suamiku kaya dan memiliki bar itu kalau tidak mungkin aku tak akan bisa membalas apa yang aku rasakan walaupun rasanya nikmat tapi tetap saja sakit," batin tersenyum senang.


Gloria langsung menyuruh Ina dan Iren untuk membawa Airin ke kamarnya. Hingga suaminya tak akan sadar atas apa yang ia lakukan.


"Semoga singa gilaku itu tak sadar dan tak mencurigaiku, kalau iya habislah."


Tak lama Arthur sudah kembali fresh dengan pakaian santainya hingga membuat Arthur tampak lebih wau.


"Aku belum sarapan karena nunggu kamu, jadi sekarang kita sarapan tapi kamu gendong aku," manjanya seraya mengulurkan tangannya agar digendong.


Dengan senang hati Arthur menggendong istri cantiknya ini menuju ruang makan. Sampainya disana Arthur memangku sang istri dan tak membiarkannya turun.


"Biar aku suapi ya, maafin aku atas tadi malam. Sebagai gantinya kamu boleh minta apa aja dari aku," ujarnya dengan senyum mengembang.


"Aku gak minta apa-apa, cukup cintamu aja udah seneng banget."


"Kalau itu gak usah ditanyakan lagi, dan yah apa perlu aku menato dadaku dengan tulisan I Love You Istriku hmm?"


"Gak boleh, aku gak mau suamiku punya tutorial ih gak suka pokoknya. Kamu udah tampan dengan begini, aku juga mencintaimu sekarang suami istrimu ini tuan ku mohon aku sudah lapar," ujar Gloria dengan nada manis.


"Dengan senang hati sayang," jawabnya.


Mereka sarapan dengan di satu piring yang sama lebih tepatnya Arthur yang menyuapi Gloria dan dirinya sendiri. Sedangkan wanita itu tampak nyaman bersandar di dada suaminya.


"Ayang mau udang," pinta nya dan diangguki oleh Arthur yang langsung mengambil udang goreng itu.


"Honey," panggil Arthur.


Gloria yang sedang mengunyah udang itu mendongakkan kepalanya menatap suaminya.


"Kenapa?"


"Dimana wanita sialan itu?" tanya Arthur pada sang istri.


"Gak tahu aku dari pagi ada di kamar sama kamu," jawabnya polos. Ia kembali menyadarkan tubuhnya di dada sang suami.


"Begitu ya."


Bersambung

__ADS_1


Gloria bohong tuh Arthur jangan percaya, tapi perlu kamu hadiah karena keberaniannya.


__ADS_2