
Happy reading
Tak! Tak! Tak!
Suara derap sepatu itu membuat semua siswa dikelas itu menatap sang pemilik sepatu. Kecuali Gloria yang sedang VC dengan sang suami.
"Anak anak hari ini kita ada ketambahan siswa pindahan dari SMA Harapan Bangsa."
"Silahkan masuk," ujarnya menyuruh siswa yang ada di luar kelas itu.
Siswa yang masih ada diluar itu masuk dan ternyata siswa laki-laki itu adalah siswa yang ada dikantin tadi. Gloria tak tahu karena tadi ia tak sempat melihatnya.
"Perkenalkan diri kamu," perintah Bu Leni.
"Halo semua perkenalkan namaku Leon Abarta, aku dari SMA Harapan Bangsa. Salam kenal semuanya."
"Salam kenal," jawab mereka kecuali Gloria dan Zain.
"Semuanya sudah jelas, nanti kalau kalian mau tanya tanya silahkan nanti pas istirahat," ujar Bu Leni.
"Leon silahkan kamu duduk disebelah Niken yang ada di belakang Gloria."
"Niken," panggil Bu Leni.
Niken yang sedari tadi berbalas chat dengan pacarnya yang sudah lulus itu langsung mengangkat tangan.
Leon yang melihat itu langsung berjalan menuju bangku yang ditunjuk sang guru. Tapi saat melewati Gloria ia berhenti dan tersenyum kearah Gloria hal itu tak luput dari pandangan keyra yang ada disebelah Gloria.
"Siapa honey?" tanya Arthur dari balik vidcall.
"Gak tahu," jawabnya lirih. Dia menutupi bibirnya dengan buku.
"Udah ya, nanti aku aku vidcall lagi. Dosennya udah masuk nih," ujar Arthur dari dalam vidcall.
"Oke aku matiin," bisiknya.
Panggilan video itu terputus, dan pelajaranpun dimulai. Leon yang ada tepat dibelakang Gloria itu hanya bisa menatapnya tanpa berani menyapa.
"Hai nama lu Niken ya?" tanya Leon sedikit berbasa basi dengan Niken.
"Hmm."
"Oh ya yang di depan gue ini namanya siapa?" tanya Leon.
"Akal akalan lu tong," batin Niken yang mengerti jika siswa baru ini menyukai Gloria.
"Tanya sendiri gih," jawabnya dengan ketus.
Leon akhirnya diam, ia kembali memperhatikan sang guru dengan seksama. Walau pandangannya lagi-lagi tertuju pada Gloria.
__ADS_1
Bel istirahat sudah berbunyi membuat mereka semua mengerumuni bangku Leon. Ada yang mengajak kenalan, minta nomor telepon, dan juga mencari akun instagram pria itu.
"Maaf ya," ujar Leon tak menanggapi mereka semua.
"Hei kenalin gue Keyra cewek paling manis disini," ujar Keyra dengan centil. Niken memutar matanya malas sedangkan Gloria merapikan buku-bukunya.
"Ke kantin gak kalian?" tanya Gloria pada kedua sahabatnya.
"Duluan aja deh Glo, gue masih mau kenalan sama ni cogan," jawab.
Gloria mengangguk sedangkan Niken entah sudah sampai mana cewek tadi. Sejak pacarnya lulus dari SMA Niken seperti tak ada semangat hidup.
"Bareng kuy," ajak Dimas yang tak tega melihat Gloria sendiri.
"Tumben ngajak gue?" tanya Gloria tapi tetap mengikuti Zain, Bagas, dan Dimas.
"Elah Glo gitu aja gak boleh emangnya?" tanya Bagas.
"Boleh sih," jawabnya santai ia kembali memasang earphonenya dan menyalakan musik kecil.
"Kenala lu sekarang gak kejar Za lagi?" tanya Bagas kepo.
"Gak guna juga, gue udah aa pawang soalnya gak kalah sama Zain yang udah punya pacar. Apalagi pacarnya gemesin banget pingin tak cubit kalau ketemu lagi," ujarnya.
"Riana? Gak tahu juga kenapa Zain suka sama tu bocil, tapi gue seneng sih lu udah ada yang punya," ujar Bagas.
"Hmm."
"Iya deh za, iya. Seneng seneng lu dah ya."
Kedatangan para most wanted itu menjadi daya tarik tersendiri disana apalagi ada Gloria yang sangat cocok bersama mereka.
"Sini Glo, daripada lu sendiri," ajak Dimas.
"Gak apa-apa nih?" tanya Gloria dan dijawab anggukkan oleh mereka.
Gloria duduk di samping Dimas berhadapan langsung dengan Zain. Tak lama datanglah Mariana yang ikut duduk disana.
"Kak katanya ada siswa baru ya? Ganteng gak kak?" tanya Mariana pada mereka.
"Ganteng banget An, Zain mah kalah jauh," jawab Bagas.
"Wah jadi lebih ganteng daripada Kak Bagas dong, kan ketampanan kakak di bawah Kak Zain," ucap Mariana polos yang menggundang gelak tawa mereka. Zain yang mendengar itu mengacak rambut pacarnya pelan.
"Sumpah deh Za, pacar lu minta ditenggelemin di danau Nil," geram Bagas.
"Danau? Bukannya sungai Nil ya?" tanya Gloria menimpali. Lagi-lagi Bagas harus menahan malu akan ini.
"Sayang kalau di sungai Nil, mending di lautan aja," ujar Zain mencubit hidung merah Mariana.
__ADS_1
"Kok lautan sih Kak," cemberut Mariana seraya mengusap hidungnya.
"Lautan cinta aku maksudnya," gombal Zain yang membuat sorakan dikantin itu.
Zain yang melihat pacarnya malu itu membawanya kedalam pelukannya.
"Yang asik sendiri, suaminya diabaikan," ucap Arthur yang hanya terdengar oleh Gloria karena memakai earphone.
Sontak saja Gloria menghadap ponselnya dan tersenyum.
"Sorry," ujar Gloria.
"Kenapa kayak rame gitu?" tanya Arthur.
"Ni anak anak lagi godain Zain sama pacarnya," jawabnya seraya meminum jus jeruk pesanannya.
"Coba aku mau lihat mereka, tapi jangan sampai ada yang tahu kalau kita Vidcall."
Gloria mengarah kesegala arah hingga Arthur bisa melihat apa yang mereka lakukan.
"Hmm.. aku gak suka kamu deket sama cowok lain termasuk cowok yang ada disamping kamu," ujarnya.
"Dia teman aku kok ay, lagian disini banyak orang. Gak akan macem-macem sumpah," ujarnya.
"Gaes gue keluar bentar ya, oh ya jus gue tolong bayarin," ujarnya dengan senyum.
Gloria keluar dari kantin menuju taman yang sangat jarang didatangi oleh siswa lain, kecuali pak tukang kebun.
"Dah ya jangan ngambek lagi, nanti gantengnya hilang loh," bujuk Gloria menatap raut wajah sang suami.
"Nanti 5 ronde pokoknya," titah Arthur tak bisa dibantah.
"Gak bisa ayang, nanti kalau aku capek gimana?"
"Biarin, sekalian gak usah sekolah kamu layani aku aja di rumah," ujarnya enteng.
"Hais, aku masuh butuh pendidikan untuk membahagiakan ibu yang sudah berjuan selama ini."
"Ya sudah aku gak akan maksa, tapi ingat ya honey. Kamu gak boleh deket-deket sama cowok lain."
"Iya, janji. Cuma temen."
Mereka terus berbincang lewat vidcall itu sampai jam masuk kembali. Dan tanpa sepengetahuan Gloria ada seseorang yang mengintip dibalik pohon sana.
"Apa Gloria sudah punya pacar?" tanya Leon dalam hati.
Bersambung
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!
__ADS_1
📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur