
Happy reading
Di rumah sakit, Leon yang sudah terbangun dari pingsannya itu menatap sekeliling. Rumah sakit, berarti Gloria dan pacarnya yang membawanya kesini.
"Kamu udah sadar nak?" tanya sang mama pada anak semata wayangnya ini.
"Orang yang bawa aku kesini mana mah? Aku mau ucapin terima kasih," ujarnya lirih.
"Oh, bapak tadi udah pulang."
"Bapak? Bukannya cewek ya mah?"
"Enggak kok yang nungguin kamu tadi laki laki, bapak bapak seusia om kamu lah," jawabnya.
"Ohh.."
"Kenapa Gloria gak nunggu aku sadar ya?" tanya Leon dalam hati.
"Gimana ceritanya kamu bisa sampai masuk rumah sakit?"
"Biasalah mah, namanya juga laki," jawabnya.
Mama Leon hanya menggeleng, melihat kelakuan Leon. Terhitung sudah 4 kali dalam 2 minggu ini Leon masuk rumah sakit.
Sedangkan di apartemen Arthur dan Gloria asik bermanja di karpet bulu itu. Menikmati puding buatan Gloria yang dulu pernah diajarkan sang ibu.
"Honey lagi," mintanya saat Gloria berhenti menyuapi puding itu.
"Bentar ayang," ujar Gloria kembali menyuapkan puding itu.
"Honey," panggil Arthur.
"Apa?"
"Mau puding yang ini boleh?" tanyanya seraya memegang dada Gloria yang ada diatasnya.
"Hais masih jam 3 loh, nanti deh ya."
"Maunya sekarang," kekeuhnya.
Arthur yang tak mendapat jawaban dari sang istri itu memasukkan tangannya kedalam baju Gloria.
"Nakal banget tangannya."
"Kamu mau ingkar kan?" tanya Arthur.
"Bukan begitu ayang, ada sesuatu yang tak memperbolehkanmu melakukan hal lebih," ujarnya.
__ADS_1
"Apa?"
"Aku kedatangan tamu."
"Siapa tamunya? Akan ku beri pelajaran jika dia menganggu kita," tanyanya langsung duduk.
"Bukan orang Arthur."
"Terus apa honey?"
"Aku menstruasi, untungnya tadi tak bocor di mobil atau di rumah sakit," jawabnya.
Arthur yang mendengar jawaban Gloria itu terdiam, berarti ia tak bisa bercin*a dengan sang istri selama seminggu ini? Arghhh rasanya Arthur ingin berteriak saat ini.
"Kamu serius?"
"Iya sayang," jawabnya mengelus lembut punggung sang suami.
"Gimana caranya agar kamu gak menstruasi?" tanya Arthur. Sungguh pertanyaan yang sangat lucu bagi Gloria. Bisa bisanya Arthur bertanya seperti itu.
"Kalau aku hamil dalam 9 bulan aku gak akan datang bulan, tapi setelah melahirkan kamu harus puasa 40 hari atau enggak 60 hari," jawabnya dengan jujur.
"Hah, apa harus selama itu honey."
"Ya harus dong," ujarnya dengan senyumnya.
Gloria yang melihat suaminta terdiam itu tersenyum. Setidaknya dengan adanya tamu bulanan ini Arthur bisa melupakan 5 rondenya tadi.
"Tapi honey setelah tamunya pergi aku akan mengurungmu walau harus bolos kampus dan sekolah," ujar Arthur yang membuat Gloria menghentikan langkahnya menuju dapur.
"Dasar singa," gumamnya melanjutkan jalannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dibelahan dunia lain. Sepasang suami istri, masih berada diruangan dokter sedari 1 jam yang lalu.
"Jadi bagaimana dok?" tanya Papa Emanuel.
"Penyakit leukimia Nyonya Kirana sudah sembuh total, terlihat aliran darahnya sudah lancar kembali," jawab sang dokter ikut senang akan kembuhan sang pasien yang sudah 9 tahun lebih ini berobat padanya.
Tak bisa dijabarkan bagaimana senangnya Mama Kirana dan Papa Emanuel sekarang.
"Selamat ya Nyonya, semoga anda lebih kuat lagi menjalani hidup agar bisa bertemu cucu dan cicit kalian nanti," ujar sang dokter.
"Hahahaha iya dok, kamu juga sedang menantikan cucu kami jadi hahah."
"Oh ya, anak kalian sudah menikah?" tanya sang dokter.
__ADS_1
"Yah baru seminggu yang lalu anak kami menikah," jawab Papa Emanuel.
"Wah beruntung sekalu kalian sudah punya menantu, padahal niatnya saya ingin menjodohkan anak kita," ujarnya.
"Mungkin belum jodohnya, anak Anda pantas mendapat laki-laki yang lebih baik lagi," ujar Mama Kirana dengan senyum.
Walau tak ia pungkiri jika anak dokter yang menanganinya ini sangat cantik hanya saja ia tak suka akan sikap sombong dan angkuh dia.
"Yah aku pikir juga begitu, tapi aku mengucapkan selamat atas pernikahan anak kalian," ujarnya dengan senyum paksa. Mereka berdua mengangguk.
"Saya pribadi juga mengucapkan terima kasih atas apa yang dokter lakukan selama ini. Terima kasih karena berkat dokter istrinya sembuh dari penyakitnya itu," ujar Papa Emanuel pada sang dokter.
"Itu sudah tugas saya sebagai seorang dokter, lagipula Nyonya Kirana bisa sembuh karena sugesti dari dirinya ssendiri untuk sembuh, bukan begitu?"
"Iya, seperti itulah."
Setelah mengucapkan terima kasih itu pasangan yang tengah berbahagia itu meninggalkan rumah sakit menuju hotel temoat mereka menginap.
"Aku bahagia sayang," ucap Papa Emanuel memeluk tubuh sang istri yang sudah kembali berisi itu.
"Aku juga, aku tak sabar ingin pulang dan memberitahukan hal bahagia ini untuk anak anak," ujar Mama Kirana dengan senyumnya.
"Jangan dulu sayang, kamu gak mau cucu kita jadi hmm?"
"Papa sayang, cucu kita gak akan jadi sampai Gloria lulus sekolah," ujarnya seraya mengalungkan tangannya dileher suaminya.
"Bilang aja gak mau waktu kita berdua terganggu," ujarnya seraya mengecup singkat pipi suaminya yang sudah mulai ditumbuhi bulu-bulu itu.
"Itu salah satunya," ujar sang papa melingkarkan tangannya di perut sang istri.
"Siap hamil lagi?"
"Hei aku sudah tua, sudah seharusnya kita nimang cucu bukan gendong anak lagi. Lagipula anak kita sudah dua jadi gak perlu ya pa."
"Emmm ya sudah, jadi kita bisa wujudin cita-cita kita kan?"
Mama Kirana mengangguk.
"Tapi tunggulah sampai anakmu bisa memegang perusahaannya sendiri," ujar Mama Kirana.
Papa Emanuel hanya tersenyum dan menangguk. Ia membawa sang istri ke kasur dan you know lah apa yang dilakukan Papa Emanuel setelahnya.
Bersambung
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!
📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur
__ADS_1