
Happy reading
Sampai di kampus, Arthur langsung duduk dikursi taman yang sudah menjadi kebiasaannya saat ada masalah dan masalahnya kali ini adalah cinta Gloria.
"Arrgghhhhhh apa susahnya sih bilang cinta Glo?" teriaknya. Untung tak banyak mahasiswa disana.
"Gue harus cari cara nih biar Gloria ngakuin cintanya," gumam Arthur.
Arthur bangkit dari kursi itu menuju kelasnya sambil memikirkan cara agar Gloria mengakui perasaannya, tapi saat dia melewati kamar mandi ia mendengar suara yang mampu membangkitkan gairah normalnya sebagai laki-laki.
"Ahhh lebih cepat agar cepat selesai!!"
"Tahu gini kita ke hotel tadi."
"Oussh shiit ini sangat nikmat!"
Arthur sangat tahu suara siapa didalam sana. Ada rasa syok dalam dirinya saat menduga siapa yang ada didalam itu. Tapi tiba-tiba ide diotaknya muncul begitu saja.
"Ini demi cinta," batinnya tersenyum puas.
Arthur menjauh dari kamar mandi itu agar tidak mendengar dengan jelas suara itu. Tak sampai setengah jam Arthur disitu, dua orang yang baru saja ehem ehem itu keluar dengan wajah berseri.
"Habis ngapain kalian?" tanya Arthur dengan nada yang dibuat datar sedatar mungkin.
Kedua orang yang kepergok itu salung pandang dan melihat Arthur dengan gelisah.
"Kita bisa jelasin kok," ucap laki-laki itu.
"Oke kita ketempat biasa." Arthur keluar dari kamar mandi menuju tempat mereka kumpul yaitu rooftop.
Sampailah mereka dirooftop kampus itu. Wanita yang bersama laki-laki itu hanya diam dibelakang laki laki itu.
__ADS_1
"Bisa jelaskan apa yang gak gue ketahui selama ini Nathan, Nabila?" tanya Arthur. Yah, mereka adalah Nabila dan Nathan.
"Gue pacaran sama Nabila," jawabnya.
"Kalian itu sepupu, mana boleh menjalin hubungan. Apalagi sampai berhubungan badan, kalian tahukan itu haram hukumnya," ujar Arthur sok bijak hingga mengomongkan dosa lantas apa kata dia yang sudah berulang kali melajukan itu dengan banyak wanita.
"Gue cinta sama Bila, Ar. Gue harap lu ngerti," ujar Nathan memeluk Nabila yang sudah terisak itu.
"Gue mohon jangan bilang ke orang tua kami," pinta Nabila paa Arthur.
Arthur menatap kedua sahabatnya dengan tatapan tak biasa senyum tipis tersinggung dibibirnya.
"Oke... Gue akan jaga rahasia kalian."
Ucapan Arthur membuat mereka bernafas lega tapi kalimat selanjutnya membuat mereka jedag jeduk jeder.
"Tapi gue ada satu syarat buat kalian," lanjutnya.
"Gue minta tolong ya, gue pinjam Bila bentar aja buat ngetes pacar gue."
"Lah cewek gue bukan barang ya, sorry!!"
"Ohhh gak boleh, oke gue kirim rekaman kalian di kamar mandi tadi sama om dan tante," ancam Arthur.
"Emang lu pinjam gue buat apa? Jangan bilang lu mau perkaos gue. Gak ya, cuma Nathan yang bisa, lu gak ada hak!" ujar Nabila yang sudah
"Idih siapa juga yang mau perkaos lu hah. Pacar gue aja lebih wau daripada lu," ucapnya tak terima jika dituduh ingin ingin memperkos* Bila.
"Jangan ngadi ngadi ya, Bila tetep no one," ujar Nathan tak terima.
"Ya lah terserah kalian gue mau minta tolong.....
__ADS_1
Arthur menjelaskan ide gila yang ada dikepalanya. Walau konsekuensinya menerima amukan dari gorilanya itu.
"Gimana Nat, boleh gak?" tanya Nabila pada pacarnya.
"Mau gimana lagi. Selagi kalian gak sampai luar batas dan gue akan pantau kalian dari belakang," ucapnya menyetujui usulan Arthur.
"Tapi benerkan lu udah gak ada rasa sama gue?" tanya Arthur pada Nabila. Ia hanya jaga jaga jika Nabila mengambil kesempatan dalam kesemutan eh kesempitan.
"Hufttt lu pikir gue mudah lupain lu hah? Tapi gue sadar gue emang gak pantes buat lu. Hati gue udah terlanjur sakit karena penolakan lu di kafe kemarin," ujarnya.
"Yah dan Nathan datang keapartem gue dan lu udah tahu apa yang dilakukan sahabat lu ini. Apalagi saat itu gue lagi frustasinya."
"Lu gak benci sama gue?" tanya Arthur.
"Benci? Banget, bahkan saat gue inget lu dorong gue saat itu ingin rasanya gue bunuh lu. Tapi ya itulah gue udah belajar ikhlas dengan apa yang terjadi. Semoga ini yang terbaik buat gue dan Nathan."
Nathan yang mendengar itu memeluk Nabila dari samping. Rasa cinta yang selalu ia tepis kini terbayar sudah dengan adanya malam itu.
"Syukurlah, gue cuma berdo'a hubungan kalian tak ada halangan. Walau itu mustahil, lambat laun keluarga kalian juga bakal tahu hubungan kalian ini," ujarnya.
"Aku sudah menyiapkan semuanya, aku akan tetap memperjuangkan cintaku walau harus mengorbankan keluarga," ujar Nathan dengan mantap.
Nabila sekarang juga memiliki rasa yang sama dengan Nathan apalagi dengan perhatian Nathan yang belum pernah ia dapatkan dari pria manapun.
"Hmmm gue salut sama lu berdua, do'akan pacar gue mengakui perasaannya," ujar Arthur dan diangguki keduanya.
Bersambung
Kepo sama Novel Nathan dan Nabila? Sabar aja uthor lagi fokus sama ni novel dulu nanti kalau Novel Nathan dan Nabila udah ku publis. Ku kasih tahu.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!
__ADS_1
📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur