
Happy reading
"Jadi kita akan tinggal dimana?" tanya Gloria pada sang suami saat mereka dudah ada dimobil.
"Kita ke mansion dulu ya honey, mama menghubungiku untuk tinggal disana berberapa hari," ujarnya dan dianggukkan oleh Gloria patuh.
Arthur mengelus rambut istrinya dan mulai menjalankan mobilnya menuju mansion keluarga Bara.
Di dalam perjalanan Gloria tak banyak bicara, dia menyandarkan kepalanya dipundak sang suami. Gloria memainkan tangan kekar suaminya itu dan sesekali merematnya.
Arthur hanya membiarkan apa yang dilakukan sang istri, rasanya senang saat memandang wajah istrinya itu. Ia juga tak menyangka gelarnya bukan lagi seorang anak tapi suami.
"Honey," panggil Arthur.
"Hmm."
"Maaf jika nanti aku belum bisa menjadi suami yang baik, tapi aku akan berusaha untuk itu," ujarnya.
"Kenapa kamu bicara begitu? Aku juga belum bisa menjadi istri yang baik. Aku masih zering merengek, manja dan keras kepala. Apalagi saat pagi aku tak bisa bangun awal, aku malah takut kamu berpaling karena sifatku ini," ujar Gloria menatap sang suami.
"Enggak honey, sejak aku mengucap ijab kabul kemarin. Aku sudah mulai janji pada diriku sendiri untuk menerima kamu apa adanya. Kamu memiliki kekurangan aku akan menyempurnakannya dan jika kamu memiliki kelebihan kita saling melengkapi," ujar Arthur mengecup kening Gloria dengan lembut.
"Terima kasih," ucapnya.
"Dalam hubungan suami istri tmtidak ada kata terima kasih, aku hanya menjalankan apa yang menjadi kewajibanku."
Hm
Arthur yang mendapat deheman dari Gloria itu menatap istrinya yang masih bermain dengan tangannya.
"Honey."
"Apa lagi Ay?"
"Cium aku dong," pintanya menatap mata Gloria.
__ADS_1
"Masih di jalan, minta kiss juga?"
"Bagiku sekarang dimana aja kita bisa kiss kiss honey, udah halal juga. Kita sudah halal honey," ujarnya dengan senyum. Tepat sekali mereka sampai dilampu merah.
Gloria yang memang sedang gabut tak tahu mau ngapain itu dengan pelan mulai mencium bibir Arthur dengan lembut.
Arthur menahan tengkuk leher Gloria hingga ciuman itu semakin dalam dan menuntut. Gloria yang mengalungkan tangannya dileher suaminya.
Gloria menatap lampu lalu lintas itu yang sudah berubah warna. Gloria mulai sadar dan menyuruh suaminya untuk menjalankan mobilnya.
"Ahh honey, aku pengen," rengeknya pada sang istri.
Dan ya benar saja, Gloria melihat tonjolan itu dicelana suaminya. Seakan sesak dan ingin keluar.
"Tahan ya ay, gak lama kita sampai kok, " ujarnya dengan lembut.
"Tapi gak tahan honey," ujarnya menatap sang istri.
Gloria menggeleng, bukan ia yak mau tapi masalahnya ini masih dijalan raya. Sangat bahaya jika mereka melakukan itu di mobil.
Dengan kecepatan penuh, Arthur melajukan mobilnya. Bahkan ia beberapa kali menyelip mobil didepannya agar cepat sampai di mansion.
Arthur yang tak sabaran itu langsung menggendong sang istri menuju kamar mereka. Lift pun terbuka, Arthur berjallan cepat menuju kamar. Sedangkan Gloria masih mengalungkan tangannya di leher Arthur.
Ceklek
Tanpa kesusuahan Arthur membuka pintu kamar itu dan menguncinya kembali.
Dengan pelan Arthur membaringkan tubuh Gloria dikasur empuk itu dan langsung membuka semua pakaiannya hingga hanya menyisakan boxer berwarna hitam itu yang membungkus terong kebanggaanya.
Gloria yang melihat tonjolan yang seakan ingin mengoyak boxer suaminya itu menelan ludahnya kasar.
Cups
Arthur mencium bibir Gloria yang sedari tadi memperhatikannya itu. Gloria yang terkaget itu langsung mengalungkan tangannya dileher suaminya.
__ADS_1
"Kamu yang mimpin ya!" ujarnya seraya membalikkan tubuh mereka.
Gloria yang berada diatas Arthur itu hanya mengangguk, sebulan lebih bersama Arthur ia mulai tahu bagaimana cara memuaskan suaminya itu.
Dengan lincah Gloria membuka pakaiannya hingga ia hanya memakai dalaman saja. Gloria menyerang Arthur hingga membuat Arthur kewalahan akan keliaran sang istri.
"Lanjutkan honey," ujar Arthur yang sudah berhasil membuka pengait bra sang istri.
Gloria yang memang sudah tak kuasa untuk memasukkan benda tumpul itu mengangguk. Ia melepas segitiga berwarnanya dan mulai membelai terong itu.
Gloria sengaja membasahinya dengan cairan yang keluar dari miliknya dan mulai memposisikan dirinya hingga benda tumpul itu masuk sempur kedalam miliknya. Dalam sangat dalam, rasa ngilu tapi juga nikmat disaat yang bersamaan membuat Gloria memejamkan matanya.
Di kamar itu hanya ada suara ******* dan erangan dari bibir keduanya. Mereka bermwin dengan begitu semangatnya hingga lupa jika peredam suara kamar itu belum diaktifkan.
Mama Kirana yang sengaja ingin memanggil menantunya itu terhenti saat sampai didepan pintu kamar anaknya.
Wajahnya tiba-tiba memerah, ia mengurungkan niatnya untuk memanggil Gloria. Ia kembali ke dalam kamarnya yang ada dilantai bawah dengan cepat.
"Loh bukannya mau nemuin mantu kita?" tanya Papa Emanuel yang baru selesai menyelesaikan pekerjaannya.
"Besok pagi aja pah," jawabnya sedikit gugup.
"Kamu sakit? Kok wajah kamu merah gitu?" tanya Papa Emanuel menghampiri sang istri dan mengajaknya untuk duduk.
"Mereka lagi gitu pah, jadi mama gak enak mau ganggu. Nanti cucu kita gak jadi lagi," jawabnya dengan malu. Ia masih terngiang akan suara teriakan Gloria tadi.
"Ohh, jadi itu yang membuat kamu malu dan wajah kamu merah hmm," tanyanya seraya mengelus pipi istrinya.
"Hmm."
"Kalau begitu kenapa kita gak melakukan hal yang sama?" tanya Papa Emanuel membaringkan sang istri dengan pelan.
Dan selanjutnya kalian imajinasikan sendiri oke....
Bersambung
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!
📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur