
Happy reading
"Cepetan dong Ar. Nanti aku bisa telat," ucap Gloria saat melihat jam ditangannya sudah menunjukkan pukul 6.46. Berarti 14 menit lagi gerbang ditutup.
"Kalau kamuntelat kits belok kr apartemen aku aja gimana? tanya Arthur menggoda Gloria.
"Ogah, gue udah berberapa hari ini jarang sekolah Ar. Gue gak mau bolos lagi," ujar Gloria dan dengan terpaksa Arthur menjalankan mobilnya dengan kecepatan full agar cepat sampai disekolah Gloria.
Sampailan mereka disekolah, terlihat jam ditangannya sudah menunjukkan pukul 6.58.
"Syukurlah, masih 2 menit lagi ditutup. Makasih ya Ar. maaf soal tadi pagi," ucap Gloria membuka sabuk pengamannya.
"Iya aku juga minta maaf kalau udah bikin kamu sakit hati," ujar Ariana yang dijawab anggukkan oleh Gloria.
"Uang yang aku kasih kemarin masih?" tanya Arthur.
"Masih kok, lagian aku juga gak perlu uang segitu banyaknya."
"Gak apa-apa, sekarang uang saku kamu aku yang beri jangan minta tante Riska ya!"
"Iya."
Cups
"Aku masuk, makasih ah nganterin," teriak Gloria yang sudah keluar dari mobil dan berlari masuk karena gerbang sudah otw di tutup.
Arthur memegang bibirnya yang dicium oleh Gloria tadi, kenapa ia sangat bahagia seperti ini.
"Gue rasa, emang gue cinta deh sama dia," gumam Arthur dengan senyum mengembang bak adonan kue kebanyakan fernipan.
Setelah gerbang itu dikunci Gloria dengan cepat berlari menuju kelasnya.
"Huhh akhirnya sampai juga," gumamnya mengambil botol aqua yang ada dimeja entah itu punya siapa.
"Botol gue tuh," teriak Niken yang sedang bermain bad mintor bersama ketua kelas itu.
"Ae lah sama temen sendiri juga," jawabnya.
"Lagian mau bad minton di dalam kelas, kayak gak ada tempat lain aja," cebik Gloria duduk dikursinya.
"Mumpung guru jam pertama gak aa kita gunain waktu kita disini dengan sebaik-baiknya," jawab ketua kelas itu.
"Darimana lu tahu kalau Pak Budi gak ada?"
"Lah emang lu gak lihat grup ya?" tanya Niken.
"Enggak," jawabnya.
"Tumben baru datang?" tanya Keyra yang saat itu sedang berada dipangkuan Bagas.
"Kesiangan gue," jawabnya.
__ADS_1
"Btw ayang gue mana nih kok gak ada?" tanya Gloria pada Bagas dan Dimas.
"Zain jemput Neneknya kebandara," jawab Bagas seraya memasukkan tangannya kedalam baju Keyra.
"Tangan lu gak bisa dikondisiin ya!"
"Reflek tadi."
"Dasar mesum."
Gloria hany menggeleng melihat penampakan kelasnya yang sudah tak mirip dengan kelas tapi kebun binatang. Rusuh-rusuh orangnya.
"Kenapa sekarang gue gak terlalu mikirin Zain ya. Biasanya kan gue selalu muring-muring kalau gak ada Zain.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tak terasa jsm sudaah menunjukkan pukul setengah 2 siang. Semua murid SMA dari kelas satu sampai kelas 3 sudah berhamburan pulang tak jauh berbeda dari Gloria dan kedua temannya yang sudah dijemput masing-masing.
"Eh Glo gue punya cerita deh," ujar Niken pada Gloria.
"Paan?"
"Kemarin saat lu pulang dulu, kita lihst adegan live streaming disana," cerita Niken.
"Iya, ada yang ciuman di sana lebih tepatnya si cewek sih yang cium dan si laki lakinya langsung dorong gitu aja si cewek sadis banget."
"Kita denger kalau dia setia sama pacarna, beuh iti gue sama tu pacarnya cowok."
"Eh tu ada apaan dah?" tanya Keyra saat melihat para cewek berkumpul didepan gerbang.
"Gak tahu lihat yuk," ajak Niken pada dua sahabatnya.
Mereka menerobos para gerombolan cewek itu dan betapa terkejutnya Keyra dan Niken saat orang yang dikafe kemarin ada di sini.
Berbeda lagi dengan Gloria dengan wajah kusutnya melihat Arthur diajak berfoto dengan kakak kelasnya.
"Ganjen," batinnya.
Arthur yang melihat pacarnya ada disana itu langsung maju yang membuat cewek-cewek disana berteriak histeris.
"DIAM," bentak Gloria yang membuat mereka terdiam dan Arthur berhenti di tempatnya.
Tanpa basa basi Gloria berlalu melewati Arthur yang ada berdiri disana dan masuk kedalam mobil.
"Pulang," teriak Gloria menyadarkan Arthur.
"Iya honey, sabar."
Arthur berlalu meninggalkan mereka yang ada disana dengan kekagetannya.
"Jadi Gloria pacarnya tu cowok," batin mereka.
__ADS_1
Arthur yang sudah berada didalam mobil itu laangsung menjalankan mobilnya. Sedangkan Gloria mengambil permen yang ada disakunya.
Udah tahu lagi PMS malah buat orang kesal. Tahukan kau wahai kaum laki. Pedasnya omongan cewek yang lagi PMS.
"Honey kamu marah?"
"Gak marah cuma kesel aja, harusnya kamu tuh gak usah keluar dari mobil. Sengaja ya mau ganjen ke cewek-cewek," jawabnya ketus.
"Enggak honey, aku kesel aja tadi udah nunggu kamu lama ya sudah aku turun. Niatnya mau susul kamu eh malah kecegat sama cewek-cewek itu."
"Alasan, bilang aja kamu mau caper. Dasar cowok ganjen."
"Huffttt kamu kenapa sih jadi sering marah-marah gak jelas gini sih Ria. Aku juga gak ada niatan buat caper kok," ucapnya.
"..."
Gloria diam, dia sendiri juga hak tahu kenapa ia begini. Mungkin ini hormon menstruasi.
"Maaf," lirihnya.
"Hufftt aku gak apa-apa tapi tolong jangan perpanjang masalah kecil seperti ini. Aku minta maaf kalau aku ada salah sama kamu."
Arthur yang melihat Gloria tertunduk itu menaruh kepala pacarnya dipundaknya dengan tangan mengelus rambut cokelat itu.
"Aku juga gak tahu kenapa begini. Mungkin karena hormon aku datang bulan makanya meledak gini."
Arthur tak menjawab tapi tangannya masih mengelus lembut rambut Gloria.
"Malam minggu ke apartemen aku yuk," ajak Arthur pada Gloria.
"Dih gak modal, ajak anak orang ke apartemen lagi. Enakan juga dirumah," ujarnya.
"Aisshh aku mau dimanja Ria, mama papa udah gak di rumah sekarang."
Sekarang Gloria paham jika pacarnya ini kurang kasih sayang dari orang tuanya. Walau orang tuanya sangat menyayanginya.
"Iya nanti jam 6 jemput aku dirumah tapi pulangnya gak boleh lewat jam 9 oke," jawabnya.
"Oke."
Cups
Arthur mengecup pucuk kepala Gloria dengan lembut. Dengan adanya Gloria, Arthur kini seperti mendapat kasih sayang seperti yang dilakukan ibunya dulu.
Bersambung
📌Stuck Marriage (On going) Kisah Anak Gloria dan Arthur.
Jangan lupa like + komen + vote dan masukkan ke daftar favorit kalian ya. Share juga novel ini ya. Makasih😊😊😊
Mohon maaf jika banyak PUEBI yang salah dan banyak typo. Author masih belajar soalnya.🙏🙏
__ADS_1