Nafsu Atau Cinta

Nafsu Atau Cinta
Gak biasanya lu pakai kalung!!


__ADS_3

Happy reading


Setelah pertunangan berberapa jam yang lalu, Gloria belum juga bisa tidur. Mau belajar juga tak bisa konsentrasi. Ia masih saja tersenyum seraya memegang kalung yang ada dilehernya kini.


"Cinta ya??"


Entah kenapa jika mengingat tentang sikap manis Arthur membuatnya berbunga. Walau kesuciannya sudah hilang berberapa minggu yang lalu.


Drrttt


Singa Gila is vidcall.....


"Namanya lupa gue ganti, lagian dia kalau mau makan gue gak kira-kira persis singa gila," ucapnya seraya mengangkat panggilan video itu.


"Kenapa Ar?"


"Gak apa-apa pengen lihat kamu aja," jawab Arthur dengan senyum terlihat dada bidang Arthur saat tak memakai baju itu.


"Hmm."


"Kenapa belum tidur?" tanya Arthur menatal wajah tunangannya.


"Gak bisa tidur masih terbayang tadi," jawabnya.


"Kamu kenapa belum tidur?" tanya Gloria.


"Kangen Honey."


"Baru juga 3 jam kita pisah, masa udah kangen?"


"Heem bagiku 3 jam sama dengan tiga minggu."


"Gombal banget sih."


"Besok main ke rumah aku mau?" tawar Arthur dan dijawab anggukkan oleh Gloria.


"Boleh pulang sekolah, nanti aku izin sama ibu," jawabnya pada Arthur.


"Temenin sampai aku tidur ya Ar," ujar Gloria seraya menarik selimutnya hingga batas dada.


"Iya, aku juga belum bisa tidur padahal udah jam 12 malam."


Mereka terus berbincang hingga kantuk mulai menyerang Gloria yang nampak lelah itu. Arthur yang melihat pacarnya menguap itu langsung menyuruh Gliria tidur dan benar saja tak lama dari itu Gloria sudah terlelap dalam alam mimpinya.


"Imut banget kalau lagi tidur gini. Andai aku disitu Ri, mungkin sekarang sudah aku keloni deh," ucapnya dengan senyum.


"Good night and happy nice dream, Honey."


Arthurpun ikut terlelap tanpa mematikan panggilan video itu. Keduanya tidur dengan menghadap ponsel masing-masing.


.....


Keesokan harinya Gloria yang terbangun dari tidurnya itu langsung duduk dan menormalkan penglihatannya.


"Belum dimatiin juga," gumamnya mengambil ponselnya. Ia melihat wajah Arthur yang masih pulas dengan tidurnya itu.


"Sayang bangun," bisiknya.

__ADS_1


Gloria takut jika terlalu keras Arthur akan terbangun. Arthur yang sudah setengah sadar itu langsung membuka matanya saat mendengar ada yang berbicara.


"Udah bangun?" tanya Gloria menatap wajah bantal pacarnya.


"Loh emang aku lupa gak matiin ya?"


"Gak tahu, aku bangun VC kita masih nyala," jawabnya.


"Udah 5 jam lebih loh Ar," ujarnya dan diangguki oleh Arthur.


"Emm kamu tadi bilang apa Glo?"


"Apa?"


"Sebelum aku bangun tadi itu loh."


"Gak ada kok," elaknya yang membuat Arthur menghembuskan nafasnya kasar.


"Berarti yang aku dengar tadi cuma mimpi?"


"Memang kamu denger apa?"


"Sayang bangun, gitu," jawabnya.


"Hm mungkin bunga tidur," ujarnya.


Setelah sesi tanya jawab selesai keduanya bersiap untuk sekolah dan kuliah. Gloria masih saja takut untuk mengakui perasaannya saat ini.


Setelah selesai bersiap Gloria keluar dari kamar menuju ruang makan, ibunya sudah siap dengan pakaian kantornya.


"Tumben Arthur belum jemput?"


"Oh ya sayang ibu harus cepat kekantor ini, pagi ini ada meeting semua manager. Jadi kamu sarapan sendiri ya kalau perlu tunggu Arthur buat sarapan bareng," ujarnya dengan tergesa saat mengingat kembali pesan dari grup kantor tadi.


"Ibu gak sarapan?" tanya Gloria.


"Ibu bawa bekel, nanti ibu makan sambil jalan aja. Dah ya sayang ibu berangkat dulu," ucapnya seraya mengecup kening Gloria.


"Ibu sangat sibuk untuk aku, tapi apa yang aku berikan untuknya?" tanyanya dalam hati.


"Glo janji akan bahagiain ibu suatu saat nanti," batinnya lagi.


Gloria juga menyiapkan bekal untuknya dan Arthur dan menunggu tunangannya itu diteras. Tak lama Arthur datang dan menyuruh Gloria untuk masuk.


"Udah sarapan?" tanya Gloria membuka tempat makannya.


"Belum sih, niatnya tadi mau makan bareng kamu," jawabnya.


Gloria mengangguk dan menyuapi Arthur dengan roti isi yang ia bawa. Arthur yang mendapat perhatian dari Gloria itu tersenyum senang. Walau terlihat sederhana tapi Arthur sangat menikmati hal ini.


Tak sampai 25 menit, mobil Arthur sampai di sekolah Gloria. Setelah mengucapkan terima kasih Gloria mengecup rahang tunangannya dan dibalas kecupan singkat di kening dan bibir Gloria.


"Belajar yang bener, nanti aku jemput. "


Gloria mengangguk patuh dan turun dari mobil Arthur dan masuk ke dalam sekolah, ia menyapa satpam terlebih dahulu karena itu sudah menjadi kebiasaannya.


Sampailah dikelas, Gloria mengeluarkan bukunya dan mulai belajar. Tak lama Zain, Dimas, Bagas, Niken, dan Keyra datang bersamaan. Gloria yang melihat itu cuek saja, entah kenapa tak ada lagi ketertarikan dengan Zain sekarang kalau mengagumi saja bolehlah.

__ADS_1


"Tumben lu belajar?" tanya Keyra menatap sahabatnya yang fokus dengan bukunya itu.


"Lupa gak belajar gue," jawabnya santai sambil membuka buku tulisnya.


"Eh bentar deh Ri, lu pakai kalung?" tanya Niken menatap leher sahabatnya, Keyrapun menatap leher Gloria dan benar saja disana ada kalung kecil yang pastinya sangat mahal terlihat dari bentuknya.


Gloria yang ditanya itu hanya bisa tersenyum, tak tahulah mau jawab apa.


"Iya kemarin dibeliin ibu," jawabnya berbohong.


"Tapi lu gak biasanya pakai perhiasan loh Ri, paling paling cuma anting doang yang bertengger ditelinga lu," ujar Keyra mengamati kalung itu dan mengeluarkannya.


"Cincin? Lu habis tunangan ya?" tuduh Keyra yang membuat semua penghuni kelas menatap mereka.


"Tunangan? Syukurlah kalau Kak Arthur niat sama Glo," batin Zain ikut bahagia. Ia jadi membayangkan jika dia Mariana menikah nanti.


"Jangan kenceng-kenceng dong ngomongnya," kesal Gloria pada Keyra.


"Lu bener tunangan?" tanya Niken yang ikut mendekat.


"Nanti deh pulang sekolah gue ceritain, sekarang gue mau belajar. Sana-sana balik ke bangku lu pada," usir Gloria pada kedua sahabatnya.


Tak terasa jam pertama berbunyi bersamaan dengan guru mapel yang memberikan ulangan harian hari ini. Keyra yang masih bingung dan penasaran itu susah menjawab karena pikirannya mengarah ke kalung yang berbandul Cincin tadi.


Hingga jam selesai itu Keyra belum selesai, Niken yang melihat sahabatnya itu memberikan kertas ulangannya pada Keyra.


"Dah sekarang lu bisa kasih tahu sekarang lu bener udah tunangan?" tanya keduanya dan dijawab anggukkan oleh Gloria. Ia pikir tak ada salahnya ia memberitahukan pada kedua sahabatnya.


"Kapan?"


"Tadi malam," jawabnya.


"Lu gak kasih tahu kita Ri? Kita kan juga sahabat lu dari SMP malah. Kenapa lu gak ngokong kalau lu mau tunangan?" tanya Keyra yang kecewa akan sikap sahabatnya.


"Tenang Key, mungkin Gloria punya alasan tersendiri," ucap Niken.


"Maafin gue karena gak beri tahu kalian, sejujurnya gue juga belum siap untuk tunangan tapi mau gimana lagi."


"Semuanya serba mendadak, gue gak bisa buat apapun lagi."


"Maafin gue ya, janji deh nanti gue nikah lu berdua bakal gue undang," ucapnya pada kedua sahabatnya.


"Bener ya. Awas kalau gak undang gue," ucap Keyra pada Gloria yang dijawab anggukkan oleh Gloria.


"Btw sama siapa lu nikah Glo?"


"Pacar lah emang siapa lagi gue udah dijodohin soalnya, dan sialnya gue Kepergok lagi.." Gloria langsung menutup mulutnya.


"Kepergok apa?"


"Berduaan sama dia di kamar," jawabnya polos.


Niken dan Keyra hanya tertawa membayangkan ekspresi sahabatnya saat kepergok.


Bersambung


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!

__ADS_1


📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur


__ADS_2