Nafsu Atau Cinta

Nafsu Atau Cinta
Aktifitas masing-masing


__ADS_3

Happy reading


Tak terasa seminggu sudah Gloria dan Arthur resmi menjadi suami istri, seminggu pula mereka sudah cuti dari aktifitasnya untuk menikmati hari-hari menjadi pengantin baru.


Kemarin Mama Kirana dan Papa Emanuel pergi ke Singapura untuk pengobatan Mama Kirana dan mungkin akan lama lagi disana. Papa Emanuel sudah tak mau membuat istrinya capek dengan bolak balik Indonesia-Singapura.


Dan pagi ini pasturi baru itu baru bangun dengan keadaan polos. Arthur yang tak pernah puas akan tubuh istrinya itu berulang kali menggempurnya.


"Honey jaket hitamku mana ya?" tanya Arthur mencari jaket miliknya tapi tak kunjung ketemu.


"Ada digantungan paling atas Ay," jawabnya yang masih sibuk dengan sepatunya.


Arthur mengambil jaketnya dan berhongkok didepan sang istri. Arthur memakaikan sepatu sneakres berwarna hitam itu di kaki Gloria.


"Aku bisa sendiri ayang, kalau begini kesannya aku gak sopan," ujar Gloria.


"Aku gak keberatan honey, bagiku ini mudah hanya memakaikanmu sepatu daripada kamu yang hampir setiap hri masak buat aku," ujarnya seraya mengungat sepatu sang istri.


"Udah kewajiban aku. Ibu pernah bilang setidaknya kamu bisa masak untuk suami kamu nanti. Masalah bersih-bersih rumah kan bisa dikerjain bersama," ujarnya.


"Tapi sepertinya aku tak sanggup membersihkan satu mansion ini walau dibantu kamu," lanjutnya.


"Kan ada banyak pelayan di mansion ini, aku menikahi kamu buat jadi istri bukan pembantu honey."


"Aku tahu, tapi jika hanya memasak saja aku bisa, jangan larang aku ya Ay," ujarnya dan diangguki oleh aku.


"Hanya untuk aku," ujarnya.


"Heem."


Arthur menyelesaikan memakaikan sepatu istrinya. Keduanya turun dari kamar menuju ruang makan.


"Sepi ya Ay cuma berdua," ujar Gloria seraya mengambil nasi untuk sang suami.


"Biar rame gimana kalau kita bikin anak yang banyak, aku jamin rame banget ini mansion," ujarnya seraya menggoda sang istri.


"Boleh tapi nanti pas aku udah lulus," ujarnya dengan senyum.


"Masih lama honey."


"Cuma satu tahun kok Ay, gak lama."


"Oke tapi pas kamu hamil kamu gak boleh kuliah dulu," ujar Arthur.


"Kenapa? Kan aku bisa izin saat kandunganku besar!"


"Aku gak mau kamu capek terus berpengaruh pada bayi kita," ujarnya.


"Gak tahu lah, pikir nanti aja. Lagian aku belum hamil," ujar Gloria menyuapkan nasi goreng itu kemulutnya.


"Ya nanti honey," ujarnya.


Setelah menyelesaikan sarapan, mereka langsung menuju mobil Arthur yang sudah terparkir dihalaman depan.

__ADS_1


Arthur menjalankan mobilnya keluar dari halaman mansion itu menuju sekolah Gloria.


Dalam perjalanan tak banyak yang mereka bicarakan. Hanya berbincang hangat ditemani musik di dalam mobil itu.


"Aku masuk ya Ay," ujar Gloria melepas sabuk pengamanannya.


"Kita ke apartemen aja ya honey, aku gak mau kamu dilirik banyak pria," ujar Arthur yang tiba-tiba posesif.


"Tapi aku udah libur 1 minggu ayang," ujar Gloria mengecup punggung tangan sang suami.


"Hmm."


"Uang bulanan udah aku transfer ya honey," ujarnya.


"Heem, kartu yang kamu kasih ke aku aja belum aku pakek, kenapa dikasih uang bulanan?" tanya Gloria mengecek saldonya dan yah nominalnya sudah bertambah.


"Itu nafkah lahir aku honey, lagian itu tak seberapa daripada kesucian yang sudah aku ambil dulu sebelum menikah," ujarnya dengan senyum.


"Udah takdir juga Ay, gak apa-apa yang penting sekarang kamu udah tanggung jawab," ujarnya.


Cups


Arthur yang mendengar kalimat itu langsung mencium bibi Gloria yang sedari tadi menggodanya akan warna pink alami itu.


"Emhh."


Gloria mengalungkan tangannya di lehher arthur dan membalas isapan pria itu. Tangan Arthur yang tak bisa diam ikut membuka kancing seragam Gloria dan mere mas buah dada sang istri.


"Udah ahhh ayang udah ya, aku harus sekolah kamu juga harus ngampus kan?" ujar Gloria menahan suaminya agar tak berbuat lebih.


Cups


"Nanti dirumah aku kasih yang plus deh, jangan ngambek gitu," ujar Gloria mengecup bibir Arthur singkat.


Setelah adegan berberapa saat itu, Gloria keluar dari mobil dan masuk kedalam sekolahnya. Arthur yang sudah meluhat sang istri masuk ke dalam sekolahnya itu langsung menancapkan gas menuju kampusnya dengan perasaan riang gembira.


Gloria dengan santai berjalan menuju kelasnya, tapi tatapannya kini beralih ke kantin yang sangat ramai itu.


"Gak biasanya kantin ramai," gumamnya menbelokkan jalannya menuju kantin.


"Ada apa ya?" tanya Gloria pada salah satu siswa disana.


"Itu loh kak, ada siswa baru yang ganteng banget. 11 12 lah sama kak Zain," ujarnya.


"Owhh bodo amat kalau begitu," ujarnya berlalu menuju kelasnya. Tak sengaja ia berpapasan dengan Zain dan Mariana yang baru datang.


"Hai Glo," sapa Zain pada Gloria.


"Hai, lucu banget ni cewek lu ya?" tanya Gloria mencubit pipi Mariana sampai memerah.


"Sakit kak," cemberutnya dengan pipi mengembung.


"Owwhh sorry, oh ya Za lu dapat ni cewek dimana? Gemes gue lihat pipinya," ujarnya dengan senyum. Ia lupa jika yang ia gemasin adalah pacar orang yang ia sukai dulu.

__ADS_1


"Nemu diempang," ujarnya.


"Kakak," rengeknya.


"Btw selamat atas pernikahan lu sama kak Arthur ya. Maaf gue gak bisa dateng kemarin," ujarnya dan diangguki oleh Gloria.


"Selamat ya kak, maaf juga Ria gak bisa datang."


"Iya gak apa-apa, lagian pernikahan gue gak banyak yang tahu kok."


"Semoga kalian cepet nyusul ya," ujarnya dengan senyum tulus.


"Bori-boro dia mau nikah sekarang. Dicium aja dia udah ngadu ke mama papa," ujar Zain menatap sang pacar.


"Salah sendiri mau sama anak kecil," cibirnya.


Gloria hanya tertawa melihat raut wajah Mariana.


Mereka berjalaan bersama menuju kelas, Mariana masuk kelas satu yang ada dilantai bawah dan Gloria dengan Zain menuju kelasnya bersama.


"Sorry ya Za, selama ini gue udah terlalu ganggu lu. Gue baru sadar kalau rasa yang gue punya ini adalah obsesi bukan cinta," ujarnya dan diangguki oleh Zain.


"Gak apa juga kali, maklumlah gue kan ganteng. Siapa aja pasti suka. Hahaha gue seneng lu udah cinta sama Kak Arthur sekarang, semoga pernikahan langgeng ya."


"Thanks."


"Hmm."


Mereka masuk kedalam kelas dan duduk ditempatnya masing masing.


Berbeda lagi dengan Arthur yang mendapat insiden sedikit karena ada cewe yang menabraknya hingga ia harus menahan marah karena itu.


"Punya mata gak sih lu."


"Maaf gue gak sengaja," ujarnta takut. Ia pernah mendengar rumor kalau Arthur orangnya keras.


Tanpa menjawab Arthur berlalu menuju kelasnya dan lagi lagi ia di buat kesal akan apa yang dilakukan Nathan dan Nabila dikelasnya.


"Gak mampu sewa hotel lu?"


"Kalau di hotel mah udah biasa, kita coba hal baru," ujar Nathan kembali mengecup bibir Nabila.


"Lagian belum ada yang masuk juga," timpal Nabila.


"Serah deh, ya. Tapi mata gue sepet lihat kalian."


Nathan dan Nabila yak menghiraukan apa yang diucapkan Arthur hingga berberapa saat mereka berhenti dan Nabila merapikan make up dan bajunya.


Bersambung


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA!!


📌Stuck Marriage (End) Kisah Anak Gloria dan Arthur

__ADS_1


Hai kak mampir ke novel teman aku ya!



__ADS_2